Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Rais Syuriah MWCNU Sukaresmi Kisahkan Sosok Kewalian KH Abdul Wahab Hasbullah

Rais Syuriah MWCNU Sukaresmi Kisahkan Sosok Kewalian KH Abdul Wahab Hasbullah
Rais Syuriah MWCNU Sukaresmi Kisahkan Sosok Kewalian KH Abdul Wahab Hasbullah. (Foto: M Salim).
Rais Syuriah MWCNU Sukaresmi Kisahkan Sosok Kewalian KH Abdul Wahab Hasbullah. (Foto: M Salim).

Garut, NU Online Jabar
Kondisi persaingan ideologi yang berkembang dimasyarakat semakin tidak terbendung, terutama saat bermunculannya organisasi dan ideologi baru yang berafiliasi pada paham Wahabi. Kondisi tersebut dibuktikan dengan pernyataan Rais Syuriah MWCNU Sukaresmi KH Aceng Muhammad Ali saat menengok putranya yang beberapa waktu lalu mengalami kecelakaan di jalan tol daerah Jawa Tengah, tepatnya dekat Salatiga.


Menurut Aceng Aal sapaan akrabnya, hal tersebut Nampak ketika ia melaksanakan sholat berjamaah shubuh di masjid Rumah Sakit tempat putranya dirawat, bahkan saat berdialog dengan putranya, putranya pun sama-sama mengalami hal serupa saat sebelum kecelakaan setiap sholat di masjid rest area, rata-rata sudah dikuasai oleh kaum wahabi tersebut. Begitupun banyak mesjid dikuasai oleh kaum wahabi, khususnya di perkantoran, seperti kantor dinas, PLN, Telkom, dan lain-lain.


Ia mengajak kepada seluruh pengurus NU, khususnya pengurus Ranting dan Anak Ranting NU Desa Cintadamai saat melakukan pembinaan selepas melaksanakan pembukaan acara Latihan kader Muda (Lakmud) IPNU-IPPNU yang digelar oleh PAC IPNU-IPPNU Sukaresmi di Pondok Pesantren Darul Ulum Kp. Loa Gede Desa Cintadamai Kecamatan Sukaresmi, pada Kamis (30/6).


Selain itu, Aceng Aal juga mengajak untuk berhidmat di NU semaksimal mungkin. Menurutnya, Jam’iyah NU merupakan Jam’iyah yang diliputi oleh keberkahan karena di dirikan oleh para wali.


Ia juga menceritakan bahwa saat ayahnya yang bernama almarhum wal magfurlah KH Aceng Muhammad saat mengikuti seluk beluk NU selama tujuh tahun sebelum seutuhnya masuk, Rais ‘Aam pada saat itu KH Wahab Hasbullah begitu giatnya mengajak masyarakat, khususnya para ulama untuk bergabung dengan NU.


“Yang terkenal dengan kewalian pada zaman dahulu adalah adiknya yang bernama KH Hamid Jawa Timur, namun pada kenyataanya ternyata KH Wahab Hasbullah juga merupakan wali, bahkan wali kutub. Namun karena tertutupi oleh perjuangan untuk mengajak para ulama dan masyarakat untuk masuk NU, sehingga hal tersebut tidak nampak,” tutur Aceng Aal yang juga pengasuh Pondok Pesantren Fauzan.


Iapun mengingatkan akan pentingnya pengurus NU untuk sering melakukan pertemuan-pertemuan untuk terus melakukan pembinaan tentang ke-NU-an. Karena jika jarang melakukan pertemuan untuk membahas ke-NU-an, maka lama kelamaan NU akan di tinggalkan, bahkan dilupakan oleh masyarakat.


“Kalau jarang ada pertemua, khususnya pertemuan yang membahas tentang ke-NU-an, maka lama kelamaan suatu saat NU akan di lupakan, bahkan akan ditinggalkan,” pungkasnya. 


Hadir dalam kegiatan tersebut Rais Syuriah dan Ketua Tanfidziah MWC NU Sukaresmi KH Aceng Muhammad Ali dan KH Aceng Aup Fauzani, sekretaris MWCNU Sukaresmi Asep Abduloh, Kepala Desa Cintadamai Undang, Rais dan Ketua Ranting NU Desa Cintadamai Ajengan Entis Sutisna dan Ustadz Aang Tatang, Prwakilan Fatayat NU Desa Cintadamai, dan puluhan Ketua dan Anggota Anak Ranting NU se-Desa Cintadamai.


Pewarta: Muhammad Salim
Editor: Muhammad Rizqy Fauzi

Terkait

Garut Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×