• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Minggu, 23 Juni 2024

Garut

Ketua PCNU Garut Tekankan Generasi Penerus untuk Konsisten Menjaga Agama, Bangsa dan Negara

Ketua PCNU Garut Tekankan Generasi Penerus untuk Konsisten Menjaga Agama, Bangsa dan Negara
Ketua PCNU Garut, KH Atjeng Abdul Wahid. (Foto: NU Online Jabsr/M Salim).
Ketua PCNU Garut, KH Atjeng Abdul Wahid. (Foto: NU Online Jabsr/M Salim).

Garut, NU Online Jabar
Ketua PCNU Garut KH Atjeng Abdul Wahid sampaikan pentingnya menjaga generasi penerus untuk konsisten menjaga agama, bangsa dan negara. Hal tersebut disampaikan saat memberikan sambutan pembukaan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) III Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Garut di Sekretariat PCNU Garut Gedong Hejo Jln. Suherman Nomor 117 Tarogong Kaler Kabupaten Garut, Ahad (28/4/2024).


Menurut kiai yang menjadi Sesepuh Pondok Pesantren Salaman Fauzan Tiga tersebut mengatakan bahwa hal tersebut mengingat sejarah Garut hampir menjadi daerah yang carut marut, karena beberapa tahun ke belakang PCNU Garut melakukan penolakan atas akan diadakannya tabligh akbar yang menghadirkan tokoh yang dipandang radikal. 


Ia menilai, hal tersebut dilakukan karena menurutnya tokoh yang hendak didatangkan salah satunya pernah menyampaikan statement di daerah pasirwangi bagi siapapun yang berbeda dengan mereka jangan segan-segan untuk di bunuh. Selain itu, tokoh lain yang hendak didatangkan pada saat itu merupakan deklalator khilafah.


"Ada ormas di Garut yang ingin menghadirkan tokoh yang dikhawatirkan bagi stabilitas Garut," ujar Aceng Wahid sapaan akrabnya. 


Ia juga menegaskan bahwa NU bukan menolak tablighnya, namun menurutnya, NU memiliki amanat untuk menjaga Kabupaten Garut tetap aman, khususnya menjadi kabupaten yang manut, bukan kabupaten yang tidak jelas urut (asal usul).


Aceng Wahid mengingatkan bahwa kita harus bersyukur kepada orang tua kita karena telah menjadikan kita sebagai muslim yang taat sesuai paham Ahlussunnah wal Jamaah. Ia pun mengajak agar kita berfikir untuk mengupayakan generasi penerus tetap konsisten menjaga agama, bangsa dan negara.


"Apakah kita ridha jika Garut yang aman menjadi carut marut? apakah kita ridha jika masa depan anak kita tidak jelas akidahnya karena faham ahlussunnah waljama'ah hilang," tuturnya.


Dalam kesempatan yang sama, Aceng Wahid juga melaporkan atas kinerja jajarannya saat menjabat sebagai Ketua PCNU Garut selama dua periode bahwa pihaknya telah mencapai 80 persen lebih program kerja yang telah dilaksanakan sebagaimana amanat Musyawarah Kerja sebelumnya.


Adapun hasil kinerja PCNU Garut yang ia sampaikan diantaranya telah membentuk 308 Ranting NU dari 442 desa, 235Anak Ranting, 18 Lembaga NU, serta 11 Angkatan PD-PKPNU dengan jumlah kader 1228 orang dan 8 Instruktur Wilayah PD-PKPNU asal Garut.


Selain itu, aset kepemilikan yang dimiliki PCNU Garut diantaranya sekretariat PCNU Garut yang menjadi lokasi gelaran Muskercab, kampus STIEBS NU Garut, 23 Sekretariat permanen MWC NU, 10 sekretariat MWC NU Hak Guna Pakai (HGP), 4 MWC NU masih sewa, serta dua sekretariat permanen Ranting NU yaitu Ranting Dangiang Kecamatan Banjarwangi dan Ranting Putrajawa Kecamatan Selaawi.


Sementara itu, Wakil Ketua PWNU Jawa Barat KH Qurtubi Abdullah mengapresiasi kinerja PCNU Garut. Sebab, Garut menjadi lumbungnya para hafidz-hafidzah dan qari-qari'ah. Ia juga menyebutkan bahwa Kabupaten Garut merupakan salah satu wilayah termiskin, sehingga tugas pengurus NU lebih berat dalam upaya meningkatkan ekonomi masyarakat.


Sebagai informasi, hadir dalam kesempatan tersebut Perwakilan Pemda Garut, Perwakilan Polres dan Korem, ketua MUI Garut, dan ratusan peserta MUSKERCAB dari 42 MWC NU dan Banom lainnya.


Garut Terbaru