• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Minggu, 23 Juni 2024

Tokoh

At-Thabari Ulama Produktif Menulis yang  Tak Pernah Menikah 

At-Thabari Ulama Produktif Menulis yang  Tak Pernah Menikah 
Tafsir At-Thabari
Tafsir At-Thabari

Oleh Ilham Abdul Jabar

Ibnu Jarir At-Thabari dikenal dengan julukan Imam At-Thabari. Ia merupakan pengarang kitab Jamiul Bayan fi Tafsir Al-Qur'an yang dikenal dengan Tafsir At-Thabari (12 jilid). Tafsir itu dikenal sebagai tafsir Al-Qur'an bil ma'tsur.

Dalam kitab Al-Ulama al-Uzzab yang memuat biografi ulama-ulama yang tidak menikah, nama At-Thabari berada di deretan ke-17 setelah Imam Yahya bin Syarif An-Nawawi (Imam Nawawi).

Nama aslinya Abu Ja'far Muhammad bin Jarir bin Yazid bin Katsir bin Ghalib al-Amali ath-Thabari. Ia dilahirkan di Tabaristan, sebuah kota kecil-dulu-yang ada di Persia (Iran). Ia lahir tahun 224 H dan wafat di tahun 310 H, artinya ia hidup pada zaman Raja Al-Watsiq Billah (dinasti Abbasiyah).

Dalam kitab itu dijelaskan, beliau mempunyai kulit berwarna coklat, berpengawakan tegak tinggi. Rambut dan jenggotnya berwarna hitam pekat. Dan konon hingga ia wafat pun warnanya tetap seperti itu.

Ia suka mengkonsumsi buah anggur dan minum susu kambing segar. Ia tidak menyukai madu dan wijen, dan makanan yang kandungan lemaknya tinggi, karena ia mempunyai penyakit lambung.

Imam At-Thabari ini juga termasuk ulama yang disiplin dalam manajerial waktunya. Sebelum dzuhur ia terbiasa qailullah (tidur sebelum dzuhur). setelah dzuhur, waktunya ia lalui dengan menulis sampai waktu ashar tiba. Setelah ashar, ia keluar rumah menuju masjid untuk mengisi kajian ilmu sampai maghrib. 

Setelah magrib, ia lanjutkan mengisi kajian ilmu hingga waktu Isya tiba. Setelah isya ia pulang ke rumahnya dan melanjutkan tulisannya di kamar. Hal itu ia lakukan setiap harinya.

Semenjak dewasa sampai wafatnya ia tidak menikah. Pendampingnya hanya sebuah pena dan secawan tinta serta seutas kertas. Dalam berkarya, beliau termasuk ulama yang produktif. Bagaimana tidak, Setiap harinya, tidak kurang dari 40 lembar tulisan hasil karyanya. 

Selain karyanya di bidang tafsir Al-Qur'an, ada juga karyanya di bidang sejarah yaitu Tarikh al-Umam wa al-Muluk yang dikenal dengan Tarikh At-Thabari (4 jilid). Di bidang fiqih karyanya yang terkenal adalah Ikhtilaf al-Fuqaha.

Penulis adalah Guru Kelas Takhasus Pondok Pesantren Al-Hikmah Mugarsari, Kota Tasikmalaya
 


Tokoh Terbaru