• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Senin, 26 Februari 2024

Taushiyah

KOLOM KH ZAKKY MUBARAK

Popularitas sebagai Kebanggaan Duniawi

Popularitas sebagai Kebanggaan Duniawi
Popularitas sebagai Kebanggaan Duniawi
Popularitas sebagai Kebanggaan Duniawi

Kehidupan dunia pada abad sains dan teknologi banyak mengantarkan umat manusia mencari berbagai bentuk ketenaran dan kemasyhuran. Sebagian dari mereka tidak segan-segan mengeluarkan harta dan kekayannya agar mencapai kemasyhuran yang tinggi dan mendapatkan pujian dari berbagai kalangan. Popularitas menjadi sesuatu yang sangat diidamkan oleh sebagian besar manusia dan hal itu terjadi dalam berbagai bidang, antara lain:


(1) ketenaran di bidang ilmiah, sehingga banyak orang berlomba mencari ilmu yang tujuannya adalah supaya mendapat pujian dari sesamanya. Bidang yang (2) popularitas dalam kepemimpinan yang selalu diburu oleh umat manusia dari segala penjuru. Demikian kuatnya kecenderungan meraih kepemimpinan ini, sehingga banyak di antara mereka tidak lagi memperhatikan halal atau haram, yang penting tujuannya tercapai. (3) popularitas dalam meraih kekayaan yang berlimpah, sehingga akan menjadi dambaan bagi setiap orang yang menjumpainya.


Kekayaan begitu menggiurkan dalam kehidupan umat manusia, sehingga banyak di antara mereka yang lupa diri. Bahkan sebagian mereka sampai mengorbankan harga diri dan kehormatan keluarganya.


Mencari ilmu, berusaha mencari kepemimpinan, dan berusaha meraih kekayaan, sebenarnya bukanlah sesuatu yang tercela, apabila diarahkan untuk memperoleh keridhaan Allah s.w.t.. Demikian juga dalam rangka mendatangkan kemaslahatan umum bagi kehidupan manusia dan makhluk lain. Tujuan dari sebagian umat manusia amat menentukan bagi baik atau buruknya perilaku mereka. Karena itu, mereka yang menyadari status dirinya sebagai manusia, sebagai makhluk yang bertanggung jawab, ia akan mengarahkan segala aktivitasnya menuju keridhaan Allah SWT. Ia berusaha semaksimal mungkin agar menjadikan dirinya bermanfaat bagi sesama dan mendatangkan kemaslahatan yang dibutuhkan oleh manusia secara umum. 


Dalam sebuah riwayat dijelaskan, bahwa di akhirat nanti akan dihadapkan pada Allah s.w.t. sekelompok ulama yang ilmunya sangat tinggi, sekelompok orang yang mati syahid gugur dalam peperangan di jalan Allah. Sekelompok para dermawan yang hartanya sangat banyak dan menginfakkan hartanya kepada sesama umat manusia. Mereka ditanya oleh Allah SWT, untuk apa mereka melakukan kegiatan sebagaimana disebutkan di atas. Mereka menjawab, semua itu dilakukan hanya semata-mata ingin memperoleh keridhaan Allah SWT.


Pernyataan mereka ditolak dan disebut sebagai pendusta, karena sesungguhnya yang mereka cari adalah popularitas supaya mendapat pujian dan sanjungan dari berbagai kalangan. 


Ada salah satu cara agar kita terhindar dari kecenderungan meraih popularitas tersebut, adalah dengan jalan hidup sederhana, beriman dengan baik, beribadah dengan ikhlas, dan berderma dengan tulus. Kegiatan itu dilakukan dengan jalan menghindari segala macam popularitas. Dengan demikian, pada saat ia datang di tengah-tengah masyarakat tidak ada yang menyapa dan mengelu-elukannya. Pada saat ia tidak hadir, tidak ada yang mencarinya, dan pada saat ia melakukan berbagai aktivitas yang baik, tidak ada orang yang memperhatikannya. 


Sungguh sangat beruntung bagi seorang muslim yang mendapat petunjuk dan memperoleh kecukupan dalam segala kehidupannya. 


طُوبَى لِمَنْ هُدِيَ إِلَى الْإِسْلَامِ وَكَانَ عَيْشُهُ كَفَافًا وَقَنَعَ


"Berbahagialah bagi seseorang yang diberi petunjuk pada agama Islam, dan kehidupannya cukup serta merasa cukup,". (HR. Ahmad, 23944).


KH Zakky Mubarak, salah seorang Mustasyar PBNU


Taushiyah Terbaru