• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Jumat, 19 April 2024

Opini

KOLOM BUYA HUSEIN

Relasi Agama dan Negara

Relasi Agama dan Negara
Relasi Agama dan Negara
Relasi Agama dan Negara

Imam Abu Hamid al Ghazali dalam buku "Al Tibr al Masbuk fi Nashihah al Muluk"mengatakan:


الدين والملك توأمان. مثل اخوين. ولدا من بطن واحد


"Agama dan negara bagaikan saudara kembar. Keduanya lahir dari satu sumber"


Dan dalam buku masterpiece nya "Ihya Ulum al Din", juz 1, hlm. 17, beliau mengatakan :


الدين اس والسلطان حارس، وما لا أس له فمهدوم، وما لا حارس له فضائع.


"Agama adalah fondasi dan Negara/pemerintah adalah penjaganya. Bangunan apa pun tanpa fondasi akan hancur dan apa saja tanpa ada yang menjaga akan sia-sia, hilang".


Bahasa lain adalah Agama bagai Ruh. Negara bagai Tubuh.


Sementara Imam Al Mawardi dalam karyanya yang terkenal "Adab al Dunya wa al Din" mengutip pernyataan Abd Allah al Mu'taz mengatakan :


الْمُلْكُ بِالدِّينِ يَبْقَى، وَالدِّينُ بِالْمُلْكِ يَقْوَى.


"Kekuasaan atau negara yang ditopang oleh agama, akan abadi (bertahan), dan Agama yang ditopang oleh kekuasaan, akan kuat.".


Lalu aku segera memberi makna kata " Al-Din", dengan mengatakan bahwa makna " Al Din" adalah al Akhlaq al Karimah, moralitas luhur (moralitas kemanusiaan) , bukan sekedar identitas atau formalitas keyakinan. Karena ia (moralitas kemanusiaan) adalah visi keyakinan atas ke Esa-an Tuhan (Tauhid).


Dan sangatlah menarik pernyataan Iskandar Agung (Alexander the Great) w. 323 SM, murid Aristoteles itu ketika ia mengatakan :


لولا العلم ما قامت الدنيا ولا استقامت المملكة


Andai tak ada ilmu, dunia tak akan tegak. Dan kekuasaan akan terguncaeang-guncang, tak stabil.


Ini mengandung makna bahwa ilmu pengetahuan adalah basis peradaban yang sukses. Iskandar adalah pemimpin yang sukses menguasai dunia, Timur dan Barat.


Imam Abu Hamid al Ghazali dalam bukunya tentang Etika Politik: "al Tibr al Masbuk fi Nashihah al Muluk" menyampaikan pandangan yang mendebarkan jantung, sekaligus memperingatkan kita semua :


قالت الحكماء : ان طباعة الرعية نتيجة طباع الملوك .


"Para filsuf/sufi mengatakan : Perilaku masyarakat umum itu tergantung perilaku para pemimpinnya ".


Dalam redaksi lain populer :


الناس علی دين ملوكهم . وعلماءهم


"Rakyat itu mengikuti perilaku/akhlak pemimpin mereka dan ulama mereka".


Dan dalam karya masterpeacenya : Ihya Ulum al Din, beliau mengatakan :


فساد الرعية بفساد الملوك وفساد الملوك بفساد العلماء وفساد العلماء باستيلاء حب المال والجاه


“Kerusakan rakyat itu karena bobroknya moral para pengelola negara, dan kebobrokan moral pengelola negara itu karena rusaknya moral para ulama (ulama al suu). Dan rusak moral para ulama itu ulama suu) berakar dari cinta mereka akan harta dan perebutan posisi sosial. (Ihya’ Juz 2/357).


KH Husein Muhammad, salah seorang Mustasyar PBNU


Opini Terbaru