• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Selasa, 27 Februari 2024

Opini

Apakah Semua Laki laki Menjadi Qawwam ala an-Nisa'? Inspirasi dari Huruf 'Al' Kamaliyah

Apakah Semua Laki laki Menjadi Qawwam ala an-Nisa'? Inspirasi dari Huruf 'Al' Kamaliyah
Apakah Semua Laki laki menjadi Qawwam ala an-Nisa'? Inspirasi dari huruf 'Al' Kamaliyah
Apakah Semua Laki laki menjadi Qawwam ala an-Nisa'? Inspirasi dari huruf 'Al' Kamaliyah

Di sela sela mengisi materi moderasi beragama, saya mendapatkan pertayaan "bisa tidak surat an-Nisa ayat 34, yang dikenal sebagai ayat kepemimpinan langsung dimaknai tidak semua laki laki menjadi Qawwam atas istrinya?" Dengan alasan bahwa setiap "lafad aam" pasti ada pengecualiannya?


Saya menjawab, ya bisa saja. Hanya makna awalnya adalah 'setiap laki laki menjadi Qawwam' kecuali ada alasan lain. Inilah teori takhshis atau teori pengecualian.


Dalam teori takhshis, lafadz amm bisa (bahkan menurut Syafi'iyah bukan hanya bisa tapi harus) dikecualikan antara lain oleh tradisi dan bahkan oleh kemaslahatan (hikmatu at tasyri'). Jika menggunakan teori pengecualian atas dasar tradisi, berarti makna ayat itu adalah setiap laki laki menjadi Qawwam atas istrinya, kecuali ada tradisi lain yang menyatakan tidak demikian atau justru sebaliknya.


Saya juga kemudian teringat pada "teori al" dalam gramatika arab (ilmu nahwu). Menurut ilmu Nahwu, huruf Al itu dibagi dua, ada Al Ahdiyah dan Al Jinsiyah. Al Ahdiyah dibagi menjadi 3, ad dikriy, ad dihniy dan Al hudhuriy. Sedang Al Jinsiyah dibagi dua yaitu Lil istigraq dan lita'rifil haqiqah. Yang Lil istigraq dibagi dua lagi, yaitu istigraqi jami'i afradil jinsi dan yang kedua istigraqi jami'i khashaisil jinsi, yang terakhir ini disebut pula sebagai Al alkamaliyah.


Apa hubungannya dengan Ar Rijalu qawwamuna?


Sebagian ulama menyatakan bahwa "huruf Al" yang ada pada kata Ar Rijalu adalah Al kamaliyah. Ini berarti makna ayat itu adalah "laki laki yang memiliki seluruh sifat sifat kelelakian adalah qawwam atas istrinya". Mafhumnya, jika jenis kelamin laki laki itu tidak memiliki seluruh sifat sifat kelelakian itu, maka ia bukanlah qawwam atas istrinya.


Ternyata sulit juga memaknai ayat itu. Hanya beda melihat huruf Al saja, bisa memiliki kandungan makna yang berbeda. Bayangkan kalau hanya baca terjemah dan tidak pernah belajar gramatika arab, pasti selalu merasa paling benar.


KH Imam Nakha'i, salah seorang Wakil Ketua LBM PBNU


Opini Terbaru