• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Selasa, 16 April 2024

Opini

KOLOM NADIRSYAH HOSEN

Ada Dua Orang Nabi Ismail dalam Al-Qur'an? 

Ada Dua Orang Nabi Ismail dalam Al-Qur'an? 
(Ilustrasi: NU Online).
(Ilustrasi: NU Online).

Ada kemungkinan terdapat dua nama Ismail berbeda yang disebutkan sebagai Nabi dalam Al-Qur'an. Sudah tahu belum? Kalau belum, simak yuk catatan santai ini.


Ismail yang pertama adalah yang sudah  kita kenal, yaitu Ismail bin Ibrahim. Ini Nabi yang merupakan nenek moyang bangsa Arab. 


Nah, Ismail yang kedua disebut dalam Tafsir al-Qurtubi dan Tafsir al-Mawardi sebagai Nabi Ismail bin Hizqil (Nabinya bani Israil) saat membahas ayat:


“Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka) kisah Ismail (yang tersebut) di dalam Al-Qur'an. Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya, dan dia adalah seorang Rasul dan Nabi. Dan ia menyuruh ahlinya untuk bersembahyang dan menunaikan zakat, dan ia adalah seorang yang diridhai di sisi Tuhannya.” (QS 19:54-55).


Jumhur ulama mengatakan ayat di atas ini adalah Nabi Ismail yang sama dengan Ismail bin Ibrahim. Jadi cuma ada satu sosok Nabi Ismail. 


Akan tetapi, pendapat jumhur ulama di atas dianggap dhaif oleh Allamah Thabathaba’i dalam Tafsir al-Mizan. 


Thabathaba’i mendukung pendapat yang mengatakan ayat di atas berkenaan dengan Nabi Ismail bin Hizqil.


Nabi Ismail (yang kedua ini) disebut sebagai orang yang memegang teguh janjinya. Dikisahkan beliau pernah menunggu setahun di tempat yang sama tanpa pergi karena sudah berjanji hendak menemui kembali seseorang. Nabi Ismail bin Hizqil ini dinistakan oleh ummatnya. Konon sampai mereka menguliti kulit muka dan kepala beliau. 


Ketika Malaikat datang menawarkan pembalasan, Nabi Ismail bin Hizqil menolaknya, memilih bersabar dan menyerahkannya pada ketentuan Allah. Subhanallah.


Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad dan seluruh Nabi dan Rasul sebelum beliau, baik yang sudah kita pelajari maupun yang belum kita ketahui. Semoga Allah mewariskan bumi ini kepada para hambaNya yang shaleh dan shalehah, yang mampu meneladani jejak langkah para utusan dan  kekasih Allah.  Amin Ya Mujib al-Sailin.


Nadirsyah Hosen, salah seorang Dosen Senior Monash Law School


Opini Terbaru