• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Jumat, 23 Februari 2024

Ngalogat

Sejarah dan Wawasan Singkat Nahdlatul Ulama

Sejarah dan Wawasan Singkat Nahdlatul Ulama
Logo Nahdlatul Ulama. (Foto: NU Online Jabar/Agung)
Logo Nahdlatul Ulama. (Foto: NU Online Jabar/Agung)

Oleh Nasihin

Nahdlatul Ulama (NU) lahir dari perjalanan panjang, di antara para pendirinya yaitu KH Hasyim Asy'ari, KH Abdul Wahab Chasbullah dan Kiai Bisri Syansuri, Sayid Alwi Abdul Aziz al-Zamadghon, lazim disebut Kiai Mas Alwi adalah pemberi nama Nahdlatul Ulama. Pembuat Lambang atau Logo adalah Kiai Ridwan Abdullah.


Kiai As'ad Syamsul Arifin Situbondo adalah mediator ketika NU akan berdiri, beliau adalah pembawa pesan dari Syaikhona Kholil Bangkalan kepada Kiai Hasyim Asy'ari, beliau berjalan kaki dari Bangkalan ke Jombang. Kiai As'ad dan Kiai Hasyim adalah murid dari Syaikhona Kholil Bangkalan.


Sebelumnya yang digawangi oleh KH Wahab Chasbullah, 1914 mendirikan kelompok diskusi yang ia beri nama Tashwirul Afkar atau Nahdlatul Fikr atau kebangkitan pemikiran. 1916 Kiai Wahab dan Para Kiai Pesantren mendirikan organisasi pergerakan Nahdlatul Wathon atau Kebangkitan Tanah Air , 1918 mendirikan Nahdlatut Tujjar atau Kebangkitan Saudagar.


NU didirikan tgl 31 Januari 1926 / 16 Rajab 1344 H di Surabaya, Ketua Syuriah PBNU yang pertama adalah KH.M. Hasyim Asy'ari, Ketua Tanfidziyah PBNU yang pertama adalah H. Hasan Gipo.


Tingkatan Pengurus :


A. PBNU : Pengurus Besar Nahdlatul ulama , untuk tingkat Pusat
B. PWNU : Pengurus Wilayah Nahdlatul ulama , untuk tingkat Provinsi
C. PCNU : Pengurus cabang Nahdlatul ulama , untuk tingkat Kabupaten/Kota
D. PCI NU : Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul ulama , untuk Luar Negeri
E. MWC NU : Majelis Wakil Cabang Nahdlatul ulama , untuk tingkat Kecamatan
F. RANTING NU : Untuk tingkat kelurahan/Desa
G. ANAK RANTING : Untuk tingkat RW


Struktur Kepengurusan NU 


A. Musytasyar  ( Penasehat )

B. Syuriyah  ( Pimpinan tertinggi ) terdiri dari :
- Rais Aam 
- Wakil Rais Aam
- Beberapa Rais
- Katib Aam
- Beberapa Wakil Katib 
- A'wan .

C. Tanfidziyah ( Pelaksana ) Terdiri dari :
- Ketua Umum
- Beberapa Ketua
- Sekretaris 
- Beberapa Wakil Sekertaris
- Bendahara
- Beberapa Wakil Bendahara


Mustasyar hanya ada di tingkatan PBNU, PWNU, PCNU/PCINU dan MWC. Ditingkat Ranting dan Anak Ranting hanya Syuriah dan Tanfidziyah saja.


Dalam menjalankan Program nya , NU mempunyai tiga perangkat organisasi


1. BADAN OTONOM
2. LAJNAH
3. LEMBAGA 


Badan Otonom / Banom NU adalah Perangkat organisasi yang berfungsi melaksanakan kebijakan yang berkaitan dgn kelompok masyarakat tertentu dan beranggotakan perorangan.


Banom NU:


1. Jam'iyah Ahli Thariqoh Al-mu'tabaroh An-nahdliyah 

2. Jam'iyah Qurro Wal-huffadz ( JQH )

3. Muslimat

4. Fatayat

e. Gerakan pemuda Ansor /GP Ansor

5. IPNU : ikatan Pelajar Nahdlatul ulama

6. IPPNU : Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul ulama

7. ISNU : ikatan sarjana Nahdlatul ulama

8. SARBUMUSI : Sarikat Buruh Muslimin Indonesia

9. Pencak Silat Pagar Nusa

10.ISNU : Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama

11.PERGUNU : Persatuan Guru Nahdlatul Ulama

12.Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama

13. ISHARI : Ikatan Seni Hadroh Indonesia NU

14. PMII : Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia

15. PDNU : Perhimpunan Dokter, diusulkan di Muktamar Lampung 2021


LAJNAH


Lajnah adalah perangkat organisasi Nahdlatul Ulama untuk melaksanakan program Nahdlatul Ulama yang memerlukan penanganan khusus. Pembentukan dan penghapusannya berdasarkan permusyawaratan pada masing masing tingkatan kepengurusan Nahdlatul Ulama. Pembentukan Lajnah di tingkat Wilayah, Cabang dan Majlis Wakil Cabang dilakukan sesuai dengan keperluan penanganan program khusus dan tenaga yang tersedia. Dalam NU Lajnah yang sudah terbentuk adalah :


1.Lajnah Falakiyah (LFNU) bertugas mengurus masalah hisab dan rukyat


2.Lajnah Ta'lif wa Nasyr (LTNNU) bertugas menangani masalah masalah penterjemahan, penyusunan dan penyebaran kitab kitab menurut faham aswaja


3.Lajnah Pendidikan Tinggi (LPTNU) bertugas mengembangkan pendidikan tinggi Nahdlatul Ulama


LEMBAGA


Lembaga adalah perangkat organisasi Nahdlatul Ulama yang berfungsi sebagai pelaksana kebijakan Nahdlatul Ulama sesuai dan berkaitan dengan kelompok masyarakat tertentu dan yang memerlukan penanganan khusus.
Lembaga Nahdlatul Ulama meliputi:


1. Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU)


2. Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU)


3. Lembaga Pendidikan Ma'arif Nahdlatul Ulama (LPMNU)


4. Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU)


5. Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU)


6. Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU)


7. Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU)


8. Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU)


9. Lembaga Kajian & Pengembangan SDM Nahdlatul Ulama (LAKPESDAM-NU)


10. Lembaga Penyuluhan & Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU)


11. Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia Nahdlatul Ulama (LESBUMI)


12. Lembaga Zakat, Infaq, & Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU)


13. Lembaga Waqaf & Pertanahan Nahdlatul Ulama (LWPNU)


14. Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU)


15. Lembaga Penanggulangan Bencana & Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU)


Garis-garis besar Pemikiran NU


1. NU mendasarkan keagamaan nya kepada sumber ajaran Islam yaitu : Al-Qur'an , As-sunah , Al-ijma'  ( Kesepakatan Para sahabat dan Ulama ), Al-qiyas ( analogi  )


2. NU mengikuti paham Ahli Sunnah waljamaah dan menggunakan Jalan pendekatan Madzhab yaitu :


Dalam bidang aqiqah: NU mengikuti faham Imam Abul Hasan Al-asy'ari dan Imam Abu Mansur Al-maturidi.


Dalam bidang fiqih: NU mengikuti Imam Abu Hanifah an-nu'man , Imam Malik bin Anas , Imam Muhammad bin Idris As-syafi'i , Imam Ahmad bin Hambal.


Dalam bidang tasawuf: NU mengikuti Imam Junaedi al-Baghdadi , Imam Al-Ghazali dan Imam-imam lain.


Prinsip Dasar Nahdlatul Ulama


1. Tawasuth dan I'tidal: yaitu Sikap moderat yang berpijak pada prinsip keadilan serta berusaha menghindari segala bentuk pendekatan dengan Tathoruf ( ekstrim )


2. Tasamuh: yaitu Sikap toleran yang berintikan penghargaan terhadap perbedaan pandangan dan kemajemukan identitas budaya masyarakat.


3. Tawazun: yaitu sikap seimbang dalam berkhidmat demi terciptanya keserasian hubungan antara sesama umat manusia dan antara manusia dengan Allah SWT.


Data Muktamar Lampung 2021


Jumlah Tingkatan Pengurus NU


PBNU   :1 Pusat
PWNU  :34 Propinsi
PCNU   :522 Kabupaten/Kota
PCINU  :31 Luar Negeri
MWCNU:
ARNU   :
PARNU :
BANOM     :14 
LEMBAGA :18


*Diolah dari beberapa sumber


Penulis adalah Pengurus Lesbumi PWNU Jawa Barat


Ngalogat Terbaru