• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Selasa, 16 April 2024

Ngalogat

KOLOM KH IMAM NAKHA'I

Sehari Bersama Rasulullah

Sehari Bersama Rasulullah
(ILustrasi: NU Online).
(ILustrasi: NU Online).

Bayangkan seandainya engkau bersama Rasulullah sehari saja. Apa yang engkau rasakan? Mungkin saja engkau lupa pada dunia dan seisinya.


Bagaimana tidak, ialah yang dipuji puji, disebut namanya setiap detik oleh hampir 2 milyar lebih umat Islam di seluruh dunia. ialah teladan yang agung, ialah yang memimpin dengan cinta termasuk kepada yang membencinya, ialah hanya yang perkataannya selalu benar yang kalaupun keliru Allah segera meluruskannya. Ialah segalanya. Sampai ada hadist yang walaupun diragukan keshahihannya, yang menyebut bahwa dunia dan seisinya berasal dari cahayanya. (lau laa ka lau laa ka maa khalaqtu Al aflak-kalau bukan karena mu aku tidak akan ciptakan jagad raya).


Setitik saja dari pesannya, mampu mengantarkan engkau kedalam kebaikan, bekal masuk surga. Pesan pesannya syarat dengan nilai nilai ketuhanan dan kemanusiaan sekaligus. Seakan beliau ingin berpesan mencintai Tuhan adalah mencintai kemanusiaan, dan mencintai kemanusiaan adalah mencintai Tuhan.


Ia tidak pernah memaki, melaknat, apalagi memukul kepada apapun dan siapapun. 


Dengarkan apa kata Aisyah, satu satunya istri yang dikawininya masih perawan " Rasulullah tidak pernah memukul kepada apapun dengan tangannya, juga tidak kepada istri dan pelayannya kecuali dalam konteks jihad fi Sabilillah".


Suatu hari, Anas berjalan bersama Rasulullah yang mengenakan selendang najrani yang agak kasar pinggirnya. Tetiba seorang Badui menyusulnya, dan menarik selendang itu dengan keras, sampai sampai pundak Rasulullah memerah akibat gesekan selendang yang ditariknya itu. Setelah menarik Rasulullah, lelaki itu berkata "ya Rasulullah perintahkan agar harta Allah itu dibagikan untuk ku". Rasulullah menoleh sambil tersenyum, seraya berkata "bagikan harta itu untuk nya". Lihatlah teladan agung itu. Bayangkan andaikata ada presiden ditarik bajunya oleh masyarakat yang berdemo seraya berkata "salurkan pajak itu dengan benar", apa yang terjadi?.


Kaumnya bukan hanya menarik selendang, tetapi juga memukulnya dan darah pun mengucur dari wajahnya. Rasulullah pun mengusap darah dari wajahnya seraya berdoa "ya Allah ampuni kaumku karena sesungguhnya mereka hanya belum mengetahuinya saja".


Dan ingatkah juga, suatu hari ketika kaum kafir dan musyrik telah melampaui batas memusuhinya, Rasul diminta untuk berdoa agar mereka dimusnahkan saja. Namun apa yang dilakukan Rasulullah?  Beliau justru bersabda " biarlah mereka, saya masih berharap suatu hari kelak ada generasi dari mereka yang menyembah Allah". Subhanallah.


Cinta Rasulullah kepada umatnya bahkan kepada seluruh  umat manusia adalah cinta tulus yang merasuk kedalam seluruh daging, darah, sumsum, dan jiwa nya.


Engkau cukup mencintainya, cukup itu saja. 


KH Imam Nakha'i, salah seorang Wakil Ketua LBM PBNU


Ngalogat Terbaru