• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Senin, 4 Maret 2024

Ngalogat

Risalah Haji

Risalah Haji
Risalah Haji
Risalah Haji

Nabi Ibrahim AS, adalah salah satu Nabi Ulul Azmi. Kisah perjalan dakwah Ibrahim mengilhami prosesi ibadah haji umat Islam seluruh dunia. Ia berasal dari Palestina dan mempunyai Istri yang sangat cantik, sholehah dan cerdas bernama Sarah.


Dikisahkan ketika Ibrahim memasuki Negara Mesir ia berbicara dengan Siti Sarah agar dia mengaku sebagai saudara bukan sebagai istri, ya saudara seiman. Hal ini dilakukan karena Raja Mesir pada saat itu sangat menyukai istri-istri rakyatnya atau orang yang berkunjung ke Mesir apalagi berparas cantik, karena Raja Mesir berfikiran seorang wanita yang dinikahi seorang pria pasti dia mempunyai kelebihan.


Singkat cerita Ibrahim dan Sarah memasuki kota Mesir, benar saja sesuai firasat Nabi Ibrahim bahwa istrinya dibawa oleh para pengawal Raja Dzolim penguasa Mesir.


Ketika dihadapkan kepada Raja Mesir, Sarah mengaku sudah mempunyai suami, dia berdoa kepada Allah SWT agar Raja Mesir diberikan ganjaran setimpal apabila ia berani menyentuhnya.


Ketika Raja mau megang Sarah seketika itu tanganya menjadi Struk tidak bisa bergerak hal ini sampai terjadi tiga kali karena Raja memohon kepada Sarah agar didoakan terbebas dari struk. Raja akhirnya melepaskan Sarah karena berfikir dia bukan manusia dia jin, itu ungkapan kepada para pengawalnya. Agar dia tidak didoakan struk lagi oleh Sarah, Raja menghadiahi seorang perempuan bernama Hajar untuk ikut bersamanya sebagai suatu hadiah.


Sarah kembali lagi hidup bersama Nabi Ibrahim AS, ketika usia sudah lanjut Ibrahim as., berkeinginan mempunyai keturunan sebagai pewaris ajaran Hanif pada Allah, maka Sarah menyarankan agar Ibrahim menikahi Hajar wanita yang dihadiakan raja Mesir kepadanya. Nabi Ibrahim awalnya menolak, namun karena terus didesak akhirnya beliau menikahi Hajar, setelah menikah Hajar kemudian mempunyai seorang anak dan diberi nama Ismail.


Sebagai seorang perempuan Sarah merasa cemburu dan berdoa kepada Allah dalam usianya yang hampir menua agar mendapatkan seorang putra. Allah mengabulkan lahirlah Ishak dari rahim Sarah.


Nabi Ibrahim mendapat wahyu agar Hajar di bawa ke Padang Gersang bersama anaknya Ismail yang masih belia, di tengah padang pasir Hajar di tinggal sendiri bersama Ismail. Hajar berlari ke daerah Safa mencari orang orang apakah ada di sekitar untuk meminta air karena Ismail kehausan, air susunya tidak keluar karena panas teriknya gurun pasir, di Safa Hajar tidak menemukan apa yang dia cari. Di atas Bukit Safa ia melihat fatamorgana kalau di Bukit Marwah ada mata air yang bisa diminum dan gamabaran orang orang berkerumun.


Setelah dia berlari ke bukit Marwah di sana pun dia tidak menemukan apa yang dia cari. Hal ini terjadi sampai tujuh kali putaran. Allah menjadikannya dalam prosesi haji dalam ibadah Sa'i (berlari-lari kecil).


Ibrahim diwahyukan agar mengkurbankan Ismail yang beranjak besar agar arasa cinta pada anaknya tidak mengalahkan rasa cintanya terhadap Allah. Jibril menggantikannya dengan kambing Gibas. Kurban Ibrahim diterima Allah. Ini juga menjadi prosesi sunah Nabi agar berkurban atas nama Allah.


Wahyu berikutnya Allah memerintahkan Nabi Ibrahim bersama anaknya Ismail membangun rumah. Maka Ka'bah berdiri, Ibrahim menyuruh Ismail mencari bantu penyangga agar Ka'bah kokoh karena fondasi waktu pertama dibuat hanya memakai tanah liat, Ismail mencari bantu dan Allah menurunkan batu dari Surga (Hajar Aswad). Ibrahim memasangnya di sudut Ka'bah. Dari Atas Ka'bah kemudian Ibrahim mengukur Ka'bah apakah titik kemiringannya sudah pas, dia loncat ke bawah tapak kaki Ibrahim dijadikan (Makom Ibrahim di samping Ka'bah) ini juga tempat berdoa yang mustajab.


Setelah Ka'bah berdiri Allah memerintahkan Ibrahim untuk menyeru kepada umat manusia seluruh dunia agar melakukan Haji. 


Itulah ritual perjalanan kisah Ibrahim AS. Hingga tiap tahun datangnya musim haji menjadi risalah kenabian umat manusia seluruh dunia untuk menunaikan Ibadah haji. Sebagai penguat syariat Nabi Muhammad SAW, mewajibkan umat Islam berhaji ke Baitullah.
Wallahualam.


H Wahyu Iryana, Ketua Rombongan 8 Kloter 25 Kertajati sekaligus Ketua Prodi Sejarah Peradaban Islam FA UIN Raden Intan Lampung


Ngalogat Terbaru