Home Nasional Warta Adrahi Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Natal di Mesir

Natal di Mesir
Egypt Christmas (Foto: Egypt Tourism)
Egypt Christmas (Foto: Egypt Tourism)

Oleh: Buya Husein

Mesir adalah negara Islam terkemuka. Di samping negeri Piramida di sana ada Universitas Islam tertua di dunia dan sangat terkenal; Al-Azhar. Semula ia adalah Jami’, masjid. Panglima Perang, dari dinasty Fatimiy yang Syi’ah, Jauhar dari Sicilia, pembangunnya, tahun 970 M an menjadikan masjid itu bukan hanya sebagai tempat shalat, tetapi juga pusat belajar, seperti fungsi masjid zaman Nabi. Tak lama kemudian ia berubah menjadi Universitas (al Jami’ah). Universitas ini menjadi pusat keilmuan Islam Internasional sejak lebih dari 1000 tahun dan telah melahirkan ratusan ribu ulama besar. Pikiran-pikiran dan buku-buku mereka menjadi rujukan masyarakat muslim di seluruh dunia sepanjang masa. Dalam kurun waktu yang cukup panjang itu, otoritas keagamaan al Azhar, tak pernah terusik untuk meruntuhkan peradaban non muslim yang penuh pesona itu. Hari ini ada sekitar 7000 mahasiswa Indonesia yang belajar di sana. 
 

Di negara ini banyak masjid yang berdiri berdampingan dengan gereja. Ini menunjukkan hidup berdampingan antar umat beragama dalam relasi saling menghormati berlangsung dalam suasana damai. 
 

Manakala Natal tiba, seluruh warga negeri ini seakan larut dalam kegembiraan bersama. Mereka memperlihatkan dengan nyata makna kebersamaan dan persaudaraan, meski dengan keyakinan dan agama berbeda. Di sana juga ada semacam tradisi di mana pemimpin tertinggi agama Islam dan pemimpin tertinggi agama Kristen saling mengucapkan selamat dan menyampaikan simpati pada hari raya masing-masing. Pemimpin Islam mengucapkan “selamat hari Natal” dan pemimpin tertinggi Kristen mengucapkan “selamat Idul Fitri”. Mereka tetap dalam keyakinan dan keimanannya masing-masing. Grand Syeikh Al-Azhar, pemimpin Islam tertinggi, selalu hadir dalam perayaan Natal umat Kristen (Koptik) di sana. Ini moment penting bagi perwujudan persaudaraan umat manusia, dan perdamaian bangsa dan penghormatan atas segala jenis perbedaan.
 

Al-Syeikh Al-Akbar Al Azhar University, Prof Dr Ahmad Al Tayeb. Dua hari menjelang natal, mengunjungi Katedral Gereja Koptik untuk bersilaturrahim dengan Pemimpin Tertinggi Koptik, Paus Tawadrous II yang oleh rakyat Mesir menyapanya Baba Tawadrous.
 

"Sesungguhnya saya ziarah ke Kaderal ini untuk menyampaikan selamat Natal kepada Baba Tawadrous dan saudara-saudara Koptik," kata Syeikh yang disiarkan secara luas oleh media massa di Timur Tengah.
 

"Dengan hati yang tulus saya sampaikan Selamat Natal kepada Baba Tawadrous, dan harapan terbaik untuk seluruh saudara Koptik dalam rangka peringatan Natal," tulisnya. 
 

Pemimpin tertinggi Al Azhar tersebut juga menyinggung kedekatan hubungan dan langkah-langkah bersama dalam mendukung rasa persaudaraan dan persatuan.
 

Pada kesempatan lain Syeikh Ahmad Thayib dan Universitas Al Azhar menyampaikan ucapan Selamat Natal  dengan tulus kepada Papa Fransiscus, Paus Vatikan, dan kepada semua saudara umat Nasrani di seluruh dunia seraya berharap semoga semua berbahagia, semoga dunia senantiasa aman dan damai."
 

تقدم الأزهر الشريف وإمامه الأكبر فضيلة الدكتور أحمد الطيب ، شيخ الأزهر ، بخالص التهاني إلى البابا فرنسيس ، بابا الكنيسة الكاثوليكية ، وجميع الإخوة المسيحيين فى كل أنحاء العالم بمناسبة احتفالهم بأعياد الميلاد السعيدة، متمنياً أن تعاد هذه المناسبة على جميع الإخوة المسيحيين بالسعادة ، وعلى العالم أجمع بالأمن والسلام.
 

Kairo Meriah 
 

Dalam Bulan Desember suasana Natal begitu terasa di mana-mana. Restoran penuh dengan dekorasi Natal disertai ucapan Natal : "Id Milad al-Masih al-Majid". Di balik kaca penutup meja makan semua restoran juga ada selebaran-selebaran yang mengajak setiap tamu yang datang untuk ikut bersyukur kepada Tuhan atas kelahiran Nabi Isa atau Yesus. Pemilik restoran banyak yang beragama Islam. Betapa indahnya persaudaraan kemanusiaan dan kebersamaan relasi antar umat beragama dengan tetap teguh pada keyakinan diri masing-masing.
 

Keadaan seperti di atas tidak hanya terjadi di Mesir, melainkan juga di negara-negara Islam yang lain seperti Suriah, Lebanon, Palestina, Irak, Qatar, Kuwait, Turki dan lain-lain. 
 

Selamat Natal untuk umat Kristiani. Damai di hati, Damai di bumi. Semoga Kasih Sayang antar umat manusia terjalin selama-lamanya, sepanjang zaman. 
 

(Ini adalah sebagian tulisan tentang Natal yang pernah ditulis di sini beberapa tahun lalu). 

 

24.12.19
24.12.20
24.12.21
HM

Ngalogat Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×