Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

KH Syukron Makmun Ungkap Ketokohan Almaghfurlah KH Idham Cholid pada Haul ke-12

KH Syukron Makmun Ungkap Ketokohan Almaghfurlah KH Idham Cholid pada Haul ke-12
KH Syukron Makmun Ungkap Ketokohan Almaghfurlah KH Idham Cholid pada Haul ke-12.
KH Syukron Makmun Ungkap Ketokohan Almaghfurlah KH Idham Cholid pada Haul ke-12.

Jakarta, NU Online Jabar
Pimpinan Pondok Pesantren Darul Rahman KH Syukron Makmun menghadiri acara Haul tokoh Nasional KH Idham Cholid yang ke-12 yang bertempat di Yayasan Darul Ma'arif Cipete Selatan, Jakarta Selatan (17/09) Sabtu. Kiai yang memiliki julukan 'Singa Podium' pada hikmah Haul mengungkapkan perjalanan hidupnya dengan Almagfurlah KH Idham Cholid yang menjadi kader didikan langsung dalam satu rumah. 


"Pada saat itu saat saya termasuk dari 9 sanjana muda dari Institut Studi Islam Darussalam Gontor yang aktif di Organisasi Nahdlatul Ulama Ponorogo. Almarhum Kiai Idham Kholid yang langsung mewisuda, dan beliau tanya saya, setelah ini mau kemana? Saya menjawab, akan mengajar di kampung halaman. Beliau menawarkan saya mau kah ikut saya ke Jakarta? Jeda beberapa hari untuk saya pulang dan saya sampaikan ke Bapak di kampung. Dan alhamdulillah Bapak saya gembira sehingga saya pun sampai ke Jakarta dan tinggal di rumah al-Marhum KH Idham Cholid, bagaimana tidak segala panca indra saya menyaksikan bagaimana Akhlak, Ilmu dari pribadi beliau yang menjadikan saya hingga kini," tutur Kiai yang pernah menjadi Ketua Umum LDNU. 


Kiai Syukron Makmun menambahkan, dirinya mengaji langsung kepada KH Idham Cholid sambil berdakwah (jadi asisten). Selain itu, ia juga tinggal satu rumah dengan KH Idham Chalid selama 4 Tahun sehingga sudah seperti keluarga sendiri, berkesempatan belajar politik dan organisasi dari Almarhum KH Idham Chalid. 


"Saya pertama kali disuruh berpidato oleh Almarhum KH Idham Cholid di Pandeglang dan pesan beliau berpidato tidak kurang dari 1 jam. Alhamdulillah hal ini saya dapati, saya tirukan, ada kesempatan dan ada kemampuan, cara al-Marhum mendidik saya langsung di rumahnya selama 24 jam, saya pun menjadi jurkam untuk kemenangan Partai NU menjadi No 1 di Ibu Kota," jelas Ketua Forum Ulama dan Habaib (FUHAB 2016-2021).


Kiai Syukron Makmun juga mengatakan, keberkahan dengan almarhum didapati oleh dirinya secara langsung dan hingga kini menjadikan pribadi yang tegar dalam berdakwah. 


"Pendidikan dan pengalaman karena banyak belajar dengan tokoh ulama dan Nasional. Dengan kemampuan berpidato, agitator dan propokator yang baik dengan mewakili orang-orang besar sehingga saya pun menjadi besar dengan keberkahan mereka. dari ketokohan al-Marhum KH Dr Idham Cholid, saya selalu berorganisasi dengan ilmu yang diberikan olehnya, dapat memimpin Robitotul Ma'ahamid, menjadi Ketua Umum Ittihadul Muballigin, Ketua Syuriah PBNU, mengambil gaya beliau dalam memimpin," pungkas Kiai yang berumur 82 Tahun yang pernah Ketua Umum Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI). 


Kiai Syukron Makmun membacakan ayat dari surat Al-Hadid ayat 20 


اِعْلَمُوْٓا اَنَّمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ وَّزِيْنَةٌ وَّتَفَاخُرٌۢ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِى الْاَمْوَالِ وَالْاَوْلَادِۗ كَمَثَلِ غَيْثٍ اَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهٗ ثُمَّ يَهِيْجُ فَتَرٰىهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُوْنُ حُطَامًاۗ وَفِى الْاٰخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيْدٌۙ وَّمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرِضْوَانٌ ۗوَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ


"Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sendagurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu. (QS Al-Hadid : 20)


"Hidup ini hanya permainan dan sendagurau, memperingati Haul KH Dr Idham Chalid merupakan pelajaran untuk kita agar dapat mengambil peran yang manfaat dan memberi maslahat sepeti beliau almaghfurlah," pungkas Kiai kelahiran Sampang Tahun 1941.


Sebagai informasi, kegiatan tersebut dihadiri pula oleh para pengurus PWNU DKI Jakarta, Alim Ulama Betawi, Alumni Darul Ma'arif serta Lurah Cipete, Babinsa, Danramil, Jamaah Nahdliyin Jakarta. Acara dimulai dengan pembacaan Dzikir, Yasiin dan Tahlil dan di tutup langsung dengan Prof KH Syukron Ma'mun. 


Pewarta : Abdul Mun'im Hasan
Editor: Muhammad Rizqy Fauzi

Terkait

Nasional Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×