Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

KH Said Aqil Siroj: Pesantren, Benteng Kokoh Perkuat Persatuan NKRI

KH Said Aqil Siroj: Pesantren, Benteng Kokoh Perkuat Persatuan NKRI
KH Said Aqil Siroj: Pesantren, Benteng Kokoh Perkuat Persatuan NKRI
KH Said Aqil Siroj: Pesantren, Benteng Kokoh Perkuat Persatuan NKRI

Cirebon, NU Online Jabar
Salah seorang Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengungkapkan bahwa perang budaya sangatlah berbahaya, sebab kehilangan ataupun kebangkrutan budaya akan lebih rugi daripada kebangkrutan ekonomi. Hal tersebut diungkapkan saat memberikan taushiyah dalam Resepsi Walimah Haul Almaghfurlah KH Aqil Siroj ke-33 dan Sesepuh Ponpes KHAS Kempek Kabupaten Cirebon, Minggu (11/9).


Kiai yang akrab disapa Buya Said pun menjelaskan, krisis ekonomi bisa dikejar dalam waktu singkat. Akan tetapi kalau sudah krisis budaya jangan harap bisa selesai lima puluh tahun.


"Kenapa saya ungkapkan? di Indonesia, Alhamdulillah ramalan Samuel Huntington tidak terjadi di Indonesia. peralihan dari orde baru ke reformasi krisis hanya tiga bulan setengah. Begitu multipartai, pemilu digelar, selesai sudah krisis kita semuanya. Tidak sampai perang saudara. Menjadi bersatu lagi sebagai bangsa Indonesia," ungkapnya.


Oleh sebab itu, sambung Buya Said, disitulah peran pesantren. "Pesantren adalah Hisnul Hasin, benteng yang kokoh dalam memperkuat persatuan NKRI, semangat ukhuwah wathaniyah, spirit nasionalis, disamping pesantren membangun budaya, akhlakul karimah, memahami agama, akan kita dapati di pesantren. Tidak akan kita dapati disekolah-sekolah," terangnya.


Buya said juga memaparkan, peran pesantren begitu mulya. Sejak dulu hingga sekarang pertama peran membangun ruhul islam wata'alimu, wamabadi'u, peran membangun semangat agama islam dengan memahami betul-betul ilmu pengetahuan tentang keislaman termasuk ilmu yang ada didalam agama islam seperti tafsir hadits dan seterusnya.


Ia mencontohkan dalam agama lain tidak ada pembahasan keilmuan yang sejenis dengan ilmu ushul fiqih, ilmu mustholahul hadits, dan beberapa pan keilmuan yang lainnya.


"Ditengah umat islam ini yang masih menekuni ilmu itu hanya di pesantren. Ini namanya ruhul islam, betul-betul membentengi agama islam," tegasnya.


"Ilmu semacam itu manhaj, metodologi memahami quran, menyeleksi hadits. Tidak ada yang memiliki diluar pendidikan pesantren, percaya sama saya," sambung Buya Said yang juga selaku pengasuh Pondok Pesantren Ats-Tsaqofah sekaligus pembina Yayasan KHAS Kempek Cirebon tersebut.


Pewarta: Muhammad Rizqy Fauzi

Terkait

Nasional Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×