• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Selasa, 5 Maret 2024

Daerah

Haul ke-27, Kiai Luqman Ungkap Sosok Almaghfurlah KH Achmad Sjaichu

Haul ke-27, Kiai Luqman Ungkap Sosok Almaghfurlah KH Achmad Sjaichu
KH M Luqman Hakim di Haul ke-27 Almaghfulah KH Achmad Sjaichu. (Foto: Abdul Mun'im Hasan)
KH M Luqman Hakim di Haul ke-27 Almaghfulah KH Achmad Sjaichu. (Foto: Abdul Mun'im Hasan)

Depok, NU Online Jabar
​​​​​​Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat KH M Luqman Hakim mengungkapkan sosok Almaghfurlah KH Achmad Sjaichu pada Haul ke 27 yang digelar di Yayasan Islam Al-Hamidiyah (YIA) secara virtual Zoom, Sabtu (5/2). Menurutnya, almaghfurlah telah berusaha menampilkan, mengekspresikan bahwa sosok santri haruslah berusaha untuk mendapatkan (علم نافع) ilmu yang bermanfaat tentunya dengan memuliakan guru, dan taat kepada Allah Ta'ala menjadi yang terdepan pada diri beliau. 

 

Kiai Lukman mengutip firman Allah surat Ali Imran ayat 282:

 

وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗ وَيُعَلِّمُكُمُ اللّٰهُ ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ

 

"Dan bertakwalah kepada Allah, Allah memberikan pengajaran kepadamu, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu (QS. Ali Imron: 282) 

 

Kiai Lukman juga menjelaskan, Ilmun Naafi' yang didapati KH Achmad Sjaichu merupakan dari proses kesantrian, memiliki kesungguhan dalam memahami ilmu agama (تفقه في الدين) dan berakhlak mulia yang merupakan hasil dari ilmunya tersebut yang dapat menghantarkan pribadinya menjadi tokoh agamawan, organisatoris, politikus, memiliki kharisma sehingga selalu ditokohkan. 

 

Ia menilai, salah satu bukti nyata penjelasan diatas yakni Kiai Achmad Sjaichu bisa menjadi Presiden Dewan Pusat Organisasi Islam Asia Afrika (OIAA), ketua Dewan Masjid Sedunia. 

 

"Maka pada diri Kiai Sjaichu mengajak orang ke jalan kebenaran syariat Allah Ta'ala (ادع الي سبيل ربك) tentunya dengan (بالحكمة) ilmu yang memupuni, dengan cara (الموعظة الحسنة)  memberikan nasihat yang baik, juga beliau sudah siap mempertahankan keyakinannya sebagai santri yang mendapatkan restu gurunya dan jelas sanad keilmuanya dengan (وجادلهم بالتي هي احسن) berdebat dengan sebaik-baiknya cara/metode," tegasnya yang juga selaku Pengasuh Pesantren Ma’had 'Aly Raudhatul Muhibbin Caringin, Bogor. 

 

Dalam kesempatan yang sama, ia juga memaparkan, pesantren menjadi tempat yang berkah bagi para pencari ilmu. Banyak terlahir tokoh-tokoh dengan pribadi shalih, mulia, dikarenakan para Pengasuh Pesantren dengan penuh keikhlasan mengajar, mendidik dan mentirakatinya. 

 

Ia menegaskan, hanya di Pesantren saja kita dapati (اتصل) connecting kepada para ulama, walaupun telah tiada tetapi terasa sekali keberkahan dari keilmuan serta budi pekerti (الاخلاق الكريمة). Menurutnya, hal ini yang membedakan antara santri dengan siswa. 

 

"Almaghfurlah dikenal sebagai sosok yang berbicara seperlunya saja, kata-katanya sesuai dengan perilakunya," jelasnya.

 

Ia mengutip ayat 3 dari Surat As-Saff:

 

كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللّٰهِ اَنْ تَقُوْلُوْا مَا لَا تَفْعَلُوْنَ

 

"(Itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan," (QS. As-Saff: 3). 

 

"Universitas terbesar ya Pesantren, menjadi satu kiblat pendidikan penuh berkah sepanjang masa," Ujar Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Jabar

 

Selain itu, Kiai Luqman juga mengatakan, kembalinya Kiai Sjaichu ke pesantren merupakan cita-cita luhur beliau tiada lain lii'la likalimatillah (لاعلاء كلمة الله) atau bertujuan untuk menegakkan kalimat Allah Swt dan pastinya meraih ridho Allah SWT. Sosok Al-Maghfurlah KH. Sjaichu berangkat dari santri yang taat, shalih spritual dan shalih sosial sehingga para gurunya sayang terhadap beliau, menjadi santri kesayangan Mbah Ma'shum saat di Pesantren Al-Hidayah Lasem, selalu diajak kemana pun pergi oleh gurunya. 

 

"Sanad keilmuan Almaghfurlah KH. Sjaichu jelas sekali terjaga hingga beliau akhir hayat, dan Pesantren Al-Hamidiyah lah menjadi bukti keberkahannya," pungkas menantu ulama besar KH. Syaerojie yang menikahi Hj Ila Mursyilah Syaerojie. 

 

Pewarta : Abdul Mun'im Hasan
Editor: Muhammad Rizqy Fauzi


Daerah Terbaru