Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

KH Miftachul Akhyar: Vaksinasi Bagian dari Maqashidu Syar'iyah Hifdzu An-Nafs

KH Miftachul Akhyar: Vaksinasi Bagian dari Maqashidu Syar'iyah Hifdzu An-Nafs
Vaksinasi Covid-19 di Ponpes Nurulhuda Cibojong Cisurupan Garut. (Foto: Rudi Sirojudin Abas).
Vaksinasi Covid-19 di Ponpes Nurulhuda Cibojong Cisurupan Garut. (Foto: Rudi Sirojudin Abas).

Garut, NU Jabar Online
Pondok Pesantren Cibojong Cisurupan Kabupaten Garut menggelar kegiatan vaksinasi masal 1000 kyai dan santri pada Kamis (24/03). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rais Am PBNU KH Miftachul Akhyar, Pimpinan Ponpes yang sekaligus Mustasyar PBNU KH M Nuh Addawami, Ketua PBNU Ny Hj Alissa Wahid, Wakil Sekjen PBNU KH Imron Rosyadi Hamid, Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Barat KH. Juhadi Muhammad, Mustasyar PCNU Garut KH Awan Sanusi, Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Garut Dr H Abdusy Syakur, Pengurus MWC dan Ranting NU Sekecamatan Cisurupan, seluruh Badan dan Lembaga Otonom NU Cisurupan, serta unsur Forkopimcam di lingkungan Kecamatan Cisurupan.


Dalam sambutannya, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar menegaskan bahwa program vaksinasi itu merupakan bagian dari maqoshid syariah sebagai perjuangan dalam menyelamatkan jiwa manusia.


“Program ini adalah bagian dari sebuah perjuangan. Di samping bermaslahat dan bermanfaat, sekaligus dalam rangka memperbaiki maqoshid syariah yang di antaranya sebagai hifdzun nafs yang hanya bukan untuk diri pribadi-pribadinya. Melainkan juga hifdzun nafs bagi orang lain” ungkapnya.


Kiai Miftachul Akhyar juga mengungkapkan bahwa usaha vaksinasi yang digelar juga merupakan sebagai bagian dalam menyelamatkan anak-anak bangsa, terutama dalam menghadapi bonus demografi di tahun 2045 yang akan datang. Menurutnya, ada tiga hal yang harus dipersiapkan oleh generasi emas anak bangsa menjelang bonus demografi tersebut, yaitu sehat dan siap secara fisik, mental, dan spiritual.


“Menyelamatkan anak bangsa terutama generasi-generasi emas menjelang bonus demografi di tahun 2045 maka harus siap fisik ,mental, dan spiritual. Inilah kiranya harapan kita semuanya. Dengan demikian, jika anak bangsa ini sehat maka negara pun akan kuat sehingga apa yang dicita-citakan akan cepat berhasil” tandasnya.


Kiai Miftachul Akhyar juga mengungkapkan bahwa kunjungannya sebagai Rais Aam PBNU ke Ponpes Nurulhuda Cibojong Cisurupan kabupaten Garut juga merupakan salah satu bagian dari keberanian PBNU yang begitu luar biasa untuk bergerak dengan cepat dalam melaksanakan program-program PBNU saat ini.


“Semoga kami tidak kedodoran untuk bisa mengimbangi tanfidziyah yang begitu luar biasa. Jika diingat, pelantikan PBNU saja digelar di beberapa daerah seperti di Jakarta, Balikpapan (Kaltim), Nusa Tenggara Timur (NTT), Samarinda, Sumatera Selatan, Palembang, dan Surabaya (Jawa Timu)r. Bahkan Rakernas PBNU pun dilaksanakan di Cipasung Tasikmalaya Jawa Barat” ungkapnya. 


Diakhir sambutannya, Kyai Miftachul Akhyar berharap banyak kepada Ponpes Nurulhuda Cibojong tersebut agar tetap dapat menjaga kualitasnya sebagai pesantren yang telah mendapatkan kepercayaan banyak dari masyarakatnya. Menurutnya, kedudukan, martabat, dan kualitas para santri dan santriawati menjadi hal yang begitu penting dalam usaha menyerap dan mengambil manfaat dari apa yang diusahakannya. Termasuk di dalamnya dapat menjadi santri yang selain sehat akalnya, juga sehat jasmaninya.


Pewarta: Rudi Sirojudin Abas
Editor: Muhammad Rizqy Fauzi​​​​​​​

Terkait

Nasional Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×