Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

KH M Nuh Addawami: Nahdlatul Ulama Berdiri Sebagai Pencerah Kehidupan Dunia Akhirat

KH M Nuh Addawami: Nahdlatul Ulama Berdiri Sebagai Pencerah Kehidupan Dunia Akhirat
Mustasyar PBNU, KH M Nuh Addawami. (Foto: Ss Yt PP Nurulhuda Cibojong).
Mustasyar PBNU, KH M Nuh Addawami. (Foto: Ss Yt PP Nurulhuda Cibojong).

Garut. NU Jabar Online
Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH M Nuh Addawami mengungkapkan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) merupakan organisasi kemasyarakatan yang didirikan sebagai pencerah bagi kehidupan dunia, agama, dan akhirat. Hal tersebut disampaikan saat memberikan mauidzoh hasanah dalam kegiatan pelantikan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) se-Kecamatan di Masjid Nurul Akhiroh Desa Cibojong Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut pada Kamis (17/3) lalu.


Kiai yang akrab disapa Ceng Nuh tersebut menjelaskan para pengurus yang kemudian disebutnya sebagai kader aswaja adalah kader militan yang harus tetap mengawal, memperjuangkan, serta mempertahankan ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah dari rongrongan dan gangguan kelompok Islam berfaham radikal.


“Yang paling dekat dengan kita sebagai kader Aswaja adalah keder-keder ahli fitnah, ahli wabah yang mencoba membid’ahkan amalan-amalam kita, yang gemar mengkafirkan sesama umat Islam. Sehingga dengan demikian, NU sebagai satu ikatan atau satu organisasi yang didirikan oleh para ulama Ahlussunnah Wal Jamaah harus tetap dijaga karena akan tetap setia dalam mengamalkan, mengawal, mempertahankan, serta memperjuangkan ajaran Islam yang sejati dan mulia yang disebut Islam Ahlussunnah Wal Jamaah”,  ungkapnya.


Ceng Nuh juga membuka rahasia pada saat didirikannya Nahdlatul Ulama pada 16 Rajab 1344 Hijriyah. Menurutnya, dipilihnya tanggal 16 Rajab dalam menentukan hari lahir NU merupakan isyarat bagi kita semua bahwa NU itu dilahirkan memang untuk menerangi umat Islam dari fitnah-fitnah agama.


Padahal menurutnya, pada bulan Rajab terdapat tanggal istimewa yaitu tanggal 27, tanggal diisra mi’rajkannya Nabi Muhammad SAW empat belas abad yang lalu. Namun para pendiri NU malah memilih tanggal 16 dari pada tanggal 27.


“Tanggal 27 Rajab 14 abad yang lalu, Nabi Muhammad SAW Isra Mi’raj diwaktu malam. Dalam perjalanan Isra Mi’raj, Nabi SAW diperlihatkan Allah SWT dengan fitnah-fitnah dunia. Adapun tanggal 27 menurut orang Sunda merupakan tanggal terakhir dimana bulan sudah tidak lagi bersinar, mulai meredup. Sementara, tanggal 16 merupakan waktu bulan yang paling terang atau setelah bulan purmana. Dan inilah kiranya yang diambil oleh para pendiri NU terdahulu untuk memilih tanggal 16 sebagai tanggal didirikannya NU. Mengambil isyarat bulan purnama, NU didirikan sebagai pertanda untuk menerangi dan menyinari kehidupan di muka bumi ini,” ungkapnya. 


Di akhir mauidzoh hasanahnya, Kiai yang juga merupakan Rais Syuriyah PWNU Jawa Barat 2016-2021 pun berpesan kepada para pengurus NU yang hadir agar tetap senantiasa dapat meningkatkan kreatifitasnya sebagai warga Nahdliyin dalam rangka merealisasikan kesejahteraan hidup di dunia dan meningkatkan ibadah demi kepentingan akhirat.


“Mengambil pelajaran dari Rajab sebagai bulan didirikannya NU, para pengurus harus saling bahu membahu, berkerja sama, mengorganisir kebaikan-kebaikan, sehingga mampu menciptakan kehidupan yang aman. Menjadi pengurus NU juga adalah sebuah amanat dan kepercayaan dari masyarakat yang harus tetap dijaga demi menjaga keutuhan bangsa, agama, dan negara” pungkasnya.


Perlu diketahui, kegiatan Pelantikan Pengurus Ranting NU Sekecamatan Cisurupan-Garut tersebut dihadiri oleh Perwakilan Pengurus PCNU Kabupaten Garut Kiai Mamad S.Pd, M.Pd, Jajaran Pengurus Syuriah & Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Cisurupan-Garut, Pengurus Lembaga dan Banom NU Kecamatan Cisurupan, Unsur Forkopimcam Kecamatan Cisurupan, serta para tamu undangan lainnya.


Selain itu, acara yang digelar dengan tema Memasyarakatkan, Meneguhkan, dan Mengoptimalkan Tata Kelola Organisasi dalam Bingkai Ahlussunnah Wal Jamaah tersebut digelar secara luring dan daring yang ditayangkan secara langsung dikanal Youtube PP Nurulhuda Cibojong.


Pewarta: Rudi Sirojudin Abas
Editor: Muhammad Rizqy Fauzi​​​​​​
 

Terkait

Nasional Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×