Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Buya Said: Ketidakjujuran Merusak Persaudaraan

Buya Said: Ketidakjujuran Merusak Persaudaraan
Buya Said: Ketidakjujuran Merusak Persaudaraan
Buya Said: Ketidakjujuran Merusak Persaudaraan

Indramayu, NU Online Jabar
Salah seorang Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj menekankan tentang pentingnya kejujuran sebagai bagian dari akhlakul karimah yang wajib ditingkatkan dalam kehidupan sehari-hari.


"Mari kita tingkatkan ruhud din, ruhul Islam, ruhnya agama, bukan hanya salat dan puasa Ramadan yang jelas wajib, bukan hanya haji umroh bagi yang mampu, tapi mari kita tingkatkan ruhul Islam yaitu akhlakul karimah,” tuturnya saat memberikan taushiyah dalam acara Haul Mbah Syakir Wotgali Indramayu yang dilaksanakan pada Sabtu, (21/5). 


Kiai yang akrab disapa Buya Said tersebut menjelaskan, Akhlakul karimah, menjadi inti agama Islam yang wajib dipraktikkan terlebih di momen halal bi halal selepas momen Idul fitri.


"Innamaa bu'itstu li utammima makarimal akhlaq. Itu adalah inti agama Islam, akhlak yang mulia. Mari kita bersihkan hati kita dari takabur, hasad, 'adawah (permusuhan), baghda (sangat benci),"


Dalam kesempatan yang sama, Kiai kelahiran Cirebon, Jawa Barat tersebut menuturkan bahwa akhlak yang mulia itu bisa menjaga dari sifat-sifat seperti sombong hingga cinta dunia yang berlebihan.


"Kalau kita bersih dari takabur, maka yang ada dalam hati kita adalah tawadu. Kalau hubbul mal yang hilang, kanaah yang ada. Terserah hati kita mau diisi apa,” katanya dalam haul yang ditayangkan melalui kanal Youtube Darun Nahwi TV.


Menurutnya, sifat jujur sebagai salah satu akhlakul karimah bahkan menjadi sifat yang wajib dimiliki para nabi termasuk Nabi Muhammad SAW, Buya Said menilai, umat Islam terutama para pemimpin wajib mencontoh sifat yang mulia tersebut.


“Semua umatnya terutama pemimpin harus bersifat sidik, jujur dengan dirinya, jujur anak buahnya, jujur atasannya, jujur masyarakatnya, suami harus jujur dengan istri, istri harus jujur dengan suami, ayah jujur dengan anak, anak jujur dengan orang tua. Begitu hilang kejujuran, itulah awal mula tidak kompak, tidak solid, hilanglah persaudaraan, pertama kali yang merusak persaudaraan adalah ketidakjujuran,” ucapnya.


Menyikapi hal tersebut, Pengasuh Ponpes Luhur Al Tsaqafah itu menyebut umat Islam harus bersyukur karena memiliki nabi yang bersifat jujur, umat Islam juga perlu berusaha agar bisa meniru sifat jujur nabi tersebut.


Perlu diketahui, kegiatan yang bertempat di Masjid Kiai Syakir Wotgali, Bumi Patra, Indramayu tersebut dihadiri pula Ketua PCNU Kabupaten Indramayu KH M Mustofa, Ketua Jatman Indramayu KH Farid Ashr Wadahr, Bupati Indramayu Nina Agustina, dan warga Nahdliyin dilingkungan Kabupaten Indramayu.


Pewarta: Ari AJ
Editor: Muhammad Rizqy Fauzi

Terkait

Nasional Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×