Home Nasional Warta Adrahi Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Makna dan Keutamaan Halal Bi Halal Menurut KH Ushfuri Anshor

Makna dan Keutamaan Halal Bi Halal Menurut KH Ushfuri Anshor
Makna dan Keutamaan Halal Bi Halal Menurut KH Ushfuri Anshor (foto: Ryan Sevian )
Makna dan Keutamaan Halal Bi Halal Menurut KH Ushfuri Anshor (foto: Ryan Sevian )

Subang, NU Online Jabar
Halal bi halal ialah salah satu tradisi masyarakat muslim di indonesia. tradisi ini dilakukan bertujuan untuk mempererat silaturahmi dengan saling memaafkan, yang pelaksanaannya dilakukan pasca lebaran atau hari raya idul fitri, tepatnya di awal bulan syawal.


Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ishlah Jatireja Compreng Subang, KH Ushfuri Anshor, mengibaratkan makna halal bi halal itu seperti forum halal yang di dalamnya tidak ada kedengkian dan kecurigaan. Artinya suatu forum untuk ajang penyempurna saling memaafkan setelah hari lebaran.


“Kita mengadakan acara halal bi halal karena kita satu bulan diberi tugas oleh Allah Swt untuk melaksanakan puasa Ramadhan, dan ini sudah kita laksanakan. Ini yang kaitannya dengan haqqullah (puasa ramadhan) sudah kita laksanakan bersama-sama. Tinggal sekarang melaksanakan halal bi halal, tujuannya untuk saling memaafkan,” kata KH Ushfuri Anshor saat memberikan mauidhoh hasanah di acara Halal bi Halal Pondok Pesantren Al-Ishlah Jatireja Compreng Subang, Selasa (10/05) di Kampus YPPI Al-Ishlah.


“Artinya halal bi halal itu bersama-sama kita saling memaafkan. Jadi bersama kita kalau masih ada yang belum halal, sekarang (halal bi halal) waktunya untuk dihalalkan atau dimaafkan. Kesalahan apapun dengan bersama-sama kita hadir dengan mengadakan acara halal bi halal ini sudah berarti sudah halal semua. Artinya sudah saling memaafkan,” timpalnya.


Selain itu, KH Ushfuri juga menegaskan bahwa halal bi halal harus dilaksanakan dan harus dihadiri oleh banyak orang. Hal itu dikarenakan seperti makna dan keutamaan halal bi halal itu sendiri yang mana seperti ruang forum untuk saling silaturahmi dan memaafkan.


Namun, KH Ushfuri menjelaskan juga bahwa yang dimaksudkan banyak orang itu tidak harus selalu berkerumun. Menurutnya, yang dinamakan banyak itu ialah lebih dari tiga.


“Sebab, yang namanya banyak, asal tiga orang itu termasuk banyak,” jelas KH Ushfuri.


“Maka untuk itu, patut bersyukur, kita khususnya warga NU masih bisa melaksanakan tradisi kita, yaitu halal bi halal ini, yang terus kita lakukan setiap tahunnya,” tandasnya.


Pewarta: Ryan Sevian
Editor: Abdul Manap

Terkait

Daerah Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×