• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Senin, 27 Mei 2024

Kota Bekasi

Ketua MWCNU Jatiasih Kota Bekasi Ungkap Tantangan Pengurus NU di Era Disrupsi

Ketua MWCNU Jatiasih Kota Bekasi Ungkap Tantangan Pengurus NU di Era Disrupsi
Ketua MWCNU Jatiasih KH Lukman Cecep. (Foto: NU Online Jabar).
Ketua MWCNU Jatiasih KH Lukman Cecep. (Foto: NU Online Jabar).

Kota Bekasi, NU Online Jabar
Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Jatiasih Kota Bekasi KH Lukman Cecep mengungkapkan bahwa tantangan sekaligus tuntutan bagi pengurus NU di era disrupsi (perubahan) seperti sekarang ini adalah, capable dan profesional dalam mengelola perkumpulan NU ke depan. Sehingga perlu penguatan literasi (keterbukaan wawasan) baik literasi teknologi, literasi keuangan, literasi baca, menulis dan lain-lain. 


Hal tersebut diungkap melalui caption yang diunggah melalui media sosial resmi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bekasi @pcnukotabekasi, Jumat (8/3/2024).


Ia menilai, organisasi akan menjadi profesional bila semua pihak berusaha untuk: 1) Memenuhi berbagai aturan yang ada, 2). Mengupayakan keadilan dan transparans, 3). Tidak hanya menuntut hak tetapi juga menjaga kewajibannya bagi setiap pihak, 4). Menjunjung tinggi etika, 5). Berusaha memberikan hasil dan kontribusi optimal, bukan hanya buat organisasi tetapi juga buat berbagai pihak terkait. 


KH Lukman Cecep juga menyebutkan, ada dua hal penting yang sangat fundamental dalam suatu organisasi, pertama Akuntabilitas yaitu pertanggungjawaban atas tugas dan wewenang, kedua Sustainable (berlangsung secara terus menerus).


"Akuntabilitas ini erat kaitannya dengan kredibilitas (kepercayaan) dari masyarakat. Oleh karena itu akuntabilitas organisasi dikatakan baik apabila memenuhi empat hal. Pertama Ideologi dapat terjaga dengan baik, kedua Sumber Daya Manusia yang mumpuni, kegita sarana prasarana yang representatif, dan keempat pendanaan bisa dipertanggungjawabkan secara transparan," jelasnya.


Kemudian yang kedua adalah Sustainable yaitu berlangusung secara terus menerus, sambung KH Lukman Cecep. Menurutnya, PCNU sebagai lembaga NU di tingkatan Kota, maka dalam aturan anggaran dasar dan rumah tangga (AD/ART) akan menyelenggarakan pergantian kepengurusan di dalam setiap 5 tahun.


"Karena PCNU, sebagai sebuah organisasi tidak boleh stagnan atau bahkan berhenti, akan tetapi harus terus berjalan terus menerus sampai kapanpun, sebagai khidmah kita kepada para kyai dan ulama’ pendiri Nahdlatul Ulama," tandasnya.


Sebagai informasi, PCNU Kota Bekasi sedang menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) ke-V yang bertempat di Aula KH Noer Ali Islamic Center Kota Bekasi. Kegiatan tersebut digelar selama dua hari yakni mulai Jumat (8/3/2024) hingga Sabtu (9/3/2024).


Kota Bekasi Terbaru