• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Selasa, 18 Juni 2024

Karawang

LP Ma'arif NU Karawang Ikuti Serta Apel Siaga dan Jambore Nasional LPBI PBNU di KM 0 Citarum Bandung

LP Ma'arif NU Karawang Ikuti Serta Apel Siaga dan Jambore Nasional LPBI PBNU di KM 0 Citarum Bandung
Peserta Apel Siaga dan Jambore Nasional LPBI PBNU dari LP Ma'arif NU Karawang
Peserta Apel Siaga dan Jambore Nasional LPBI PBNU dari LP Ma'arif NU Karawang

Karawang, NU Online Jabar
350 Relawan dari berbagai lembaga dan elemen masyarakat mengikuti Apel Siaga dan Jambore Nasional yang diselenggarakan oleh Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke- 14.


Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Karawang turut ikut serta dengan mengirimkan peserta relawan untuk mengikuti agenda tersebut.


Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Karawang Heru Saleh menyampaikan dengan adanya kegiatan ini diharapkan peserta didik dapat mengimplementasikan kebencanaan berbasis P5 yang memiliki sikap kesiapsiagaan bencana.


“Mengingat letak Indonesia yang rawan bencana, peran Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) sangat diperlukan untuk mendidik masyrakat agar sadar akan potensi bencana di sekitar kita,” jelas Heru.


Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari dimulai dari hari Kamis – Sabtu, 23-25 Mei 2024 di KM 0 Situ Cisanti, Pengalengan Kabupaten Bandung.


Apel Siaga dan Jambore Nasional juga menggelar kegiatan penanaman pohon yang dipimpin lansung oleh Ketua LPBI PBNU Tubagus Ace Hasan Syadzily.


Menurut TB Ace Hasan, kegiatan-kegiatan pengelolaan bencana meliputi sembilan tahapan. Tahapan tersebut meliputi pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, peringatan dini, tanggap darurat, bantuan darurat, pemulihan, rehabilitasi, dan rekontruksi.


“Tujuan mitigasi bencana diantaranya mengurangi risiko cidera dan kematian, mengurangi kerusakan dan kerugian ekonomi, meningkatkan pengetahuan masyarakat, dan sebagai landasan perencanaan pembangunan,” jelasnya.


Sebagai Informasi, kegiatan tersebut bekerjasama dengan BNPB, Direktur Jendral Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial, BAZNAS, dan Direktur Jendral Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.
 


Karawang Terbaru