• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Senin, 26 Februari 2024

Kabupaten Sukabumi

Dialog Pergerakan PMII STAI Al-Masthuriyah, Gus Farhan: Menyamakan Persepsi Adalah Kunci untuk Capai Tujuan Organisasi

Dialog Pergerakan PMII STAI Al-Masthuriyah, Gus Farhan: Menyamakan Persepsi Adalah Kunci untuk Capai Tujuan Organisasi
Dialog Pergerakan PMII STAI Al-Masthuriyah, Gus Farhan: Menyamakan Persepsi Adalah Kunci untuk Capai Tujuan Organisasi
Dialog Pergerakan PMII STAI Al-Masthuriyah, Gus Farhan: Menyamakan Persepsi Adalah Kunci untuk Capai Tujuan Organisasi

Sukabumi, NU Online Jabar
Pasca menggelar pelantikan, Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) STAI Al-Masthuriyah Kabupaten Sukabumi masa khidmat 2022-2023 menggelar Dialog Pergerakan yang bertajuk Kepemimpinan Perspektif Pondok Pesantren yang bertempat di Gedung Perpustakaan Al-Masthuriyah Cibolang Kaler, kecamatan Cisaat, kabupaten Sukabumi, pada Selasa (13/12). Kegiatan ini mengundang narasumber Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Sukabumi Farhan Zayyid.


Dalam sambutannya, Ketua PMII STAI Al-Masthuriyah Dimas Muhammad Bahrudin mengatakan, dialog pergerakan ini bertujuan agar para pengurus mampu memahami konsep kepemimpinan yang dapat diterapkan dalam setiap gerak organisasi.


“Saya berharap sahabat bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik mungkin,” ujar Dimas sebagai moderator pada kegiatan tersebut. 


Sementara itu, Ketua GP Ansor Kabupaten Sukabumi Farhan Zayyid mengungkapkan bahwa kepemimpinan pada dasarnya berkaitan dengan tiga hal. Pertama proses mempengaruhi seseorang, kedua bekerjasama, dan yang ketiga mencapai tujuan. 


“Seorang pemimpin itu bagaimana ia bisa mempengaruhi seseorang (bawahannya) untuk bisa diajak bekerjasama dalam mencapai tujuan yang diinginkan, yang tidak lain dalam hal ini yakni tujuan organisasi. Maka menyamakan persepsi menjadi salah satu kunci untuk mencapai tujuan,” jelas Gus Farhan.


"Maka sekurang-kurangnya ada tiga hal yang harus dimiliki seorang pemimpin, yaitu Attitude, Skill Communication, dan Mindset yang bagus," tambahnya.


Pria yang akrab disapa kang Farhan tersebut juga mengatakan, selain daripada itu, tiga semboyan dari konsep kepemimpinan Ki Hajar Dewantara pun bisa dijadikan sebagai prinsip kepemimpinan untuk diapliikasikan. 


“Kita punya bapak Pendidikan yaitu Ki Hajar Dewantara yang terkenal dengan tiga semboyannya, yaitu Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa, dan Tut Wuri Handayani yang sebetulnya itu adalah prinsip kepemimpinan yang harus diterapkan,”  tegasnya


Selain itu, kang Farhan juga mengingatkan keberangkatan kita sebagai seorang santri yang tidak bisa lepas dari peran kiyai,


“Sebagaimana seorang santri harus patuh dan tunduk kepada kiyainya, maka dalam proses kepemimpinan di suatu organisasi pun tidak jauh berbeda, yakni tunduk dan patuh kepada pemimpin," tandasnya.


Pewarta: Siti Lutffiah
Editor: Muhammad Rizqy Fauzi


Kabupaten Sukabumi Terbaru