Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Ponpes Al-Aman Cimanggu Gelar Haul Mama KH Muhammad Fudholi ke-16

Ponpes Al-Aman Cimanggu Gelar Haul Mama KH Muhammad Fudholi ke-16
Ponpes Al-Aman Sukabumi Gelar Haul Mama KH Muhammad Fudholi ke-16
Ponpes Al-Aman Sukabumi Gelar Haul Mama KH Muhammad Fudholi ke-16

Sukabumi, NU Online Jabar
Pondok Pesantren Al Aman Cimanggu Kabupaten Sukabumi menggelar haul Almarhum Almaghfurlah KH Muhammad Fudholy ke-16 sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Senin (17/10). Kegiatan tersebut dihadiri oleh ribuan jamaah yang hadir baik dari santri, alumni, dan masyarakat dilingkungan Pesantren Al-Aman.


Salah seorang putra dari Almaghfurlah KH Muhammad Fudholy, Kang Masmu Fudholy mengungkapkan, rangkaian haul telah dilaksanakan sejak satu bulan yang lalu tepatnya sejak bulan Shafar dengan membaca Al-Quran di Maqbarah.


Dalam kesempatan tersebut, Ia menjelaskan bahwa rangkaian haul yang digelar kali ini merupakan acara puncak.


"Haul selain mengingatkan keteledanan perjuangan merupakan nasihat dan cermin yang harus dijadikan perhatian kita smua untuk melihat diri sendiri, لسان الحال افصح من لسان المقال," paparnya kepada NU Online Jabar saat diwawancara melalui Whatsapp.


Selain itu, ia juga mengingatkan wasiat yang disampaikan oleh Almaghfurlah KH Muhammad Fudholi yakni:

 
  1. Kudu taqwa 
  2. Istiqomah dina ajaran islam ahlussunah wal jamaah 
  3. Akur dina bener, kudu akur jeung dulur 
  4. Teu kenging sasambat
  5. Permintaan maaf kpd semua masyarakat khusus na para santri, ahli minggu kamis & rabu jika selama mengajar ada kesalahan


Rangkaian puncak haul diawali dengan doa bersama untuk keluarga dan alumni, penampilan alumni mutaakhirin dan mutawasitin. Setelah itu, acara dilanjut dengan sambutan dari Ketua IKSA serta Keluarga Ponpes Al-Aman yakni oleh Kang Masmu Fudholy.


Kemudian, acara dilanjutkan dengan ziarah bersama dengan agenda pembacaan manaqib pangersa KH Muhammad Fudholi dan tasawul. Tidak hanya berhenti disana, acara disambung dengan Musyawarah Alumni, dan sore harinya menggelar Ijazah Kubro yang dipimpin langsung oleh Pimpinan Ponpes Al-Aman yang juga merupakan Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sukabumi KH Muhammad Anshori Fudholi.


Pada malam harinya, Haul KH Muhammad Fudholi bin KH Ahmad Sanusi juga digelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan dihadiri oleh Direktur Aswaja Center Tasikmalaya KH Yayan Bunyamin.


Sebagai informasi, KH Muhammad Fudholi adalah pendiri pondok pesantren Al-Aman yang terletak di daerah Cimanggu Sukabumi Jawa Barat. Beliau dikenal sebagai sosok ulama, da'i, ajengan, kiai dan juga ahli hikmah. Beliau dilahirkan pada 18 Agustus 1929 M / 12 Rabi'ul Awwal 1348 H di desa Cimanggu Kecamatan Jampang Kulon (yang kini diubah menjadi kecamatan Cimanggu) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.


KH Muhammad Fudholi wafat pada hari kamis 20 April 2006 M / 21 Rabi'ul Awwal 1427 H pada usia 77 tahun. Beliau dimakamkan di tempat pemakaman umum yang lokasinya tak jauh dari kediamannya.


Ada satu hal menarik, yang menggambarkan ketawadhuan dan kesederhanaan beliau. Semasa hidup beliau pernah berpesan agar nanti tidak perlu membangun, menghiasi atau merenovasi kuburannya dengan bentuk yang megah. Itu sebabnya, hingga kini kuburan dan tempat ziarah beliau begitu tampak sederhana, sehingga kuburannya terlihat sama dengan kuburan-kuburan lain yang ada di sekeliling kuburannya. Meskipun beliau adalah seorang ulama besar, tetapi ketawadhuan dan kesederhanaannya tetap beliau teladankan hingga akhir hayatnya.


Kiprah Kemasyarakatan
Setelah beberapa tahun mesantren dan menimba ilmu dari banyak Kiai, KH Muhammad Fudholi lalu kembali ke kampung halamannya guna meneruskan perjuangan yang diwarisi oleh kakek dan ayahnya Almaghfurlah KH Ahmad Sanusi berupa majlis taklim dan pesantren yang saat itu, secara nomenklatur, belum ada namanya masih nama kampung yaitu pesantren Cimanggu.


Hingga pada tahun 1954, beliau mulai mentransformasi dan mendirikan pesantren sebagai tempat pengamalan ilmu dan pengabdiannya kepada masyarakat, dengan nama pondok pesantren Al-Aman.


Menurut penuturan salah seorang putranya, bahwa penamaan pesantren dengan nama Al-Aman ini merupakan gagasan atau pemberian dari seorang Habib yang berasal dari Pekalongan Jawa Tengah. Bernama lengkap Habib Muhammad bin Ahmad bin Alwi bin Abdullah bin Tholib bin Ali bin Hasan bin Abdullah bin Husein bin umar (Pengarang Ratib al-Aththas) bin Abdurrahman bin Aqil bin Salim al-Aththas.


KH Muhammad Fudholi termasuk kiai yang visioner dan terbuka, hal ini bisa dilihat dari potret awal pesantren yang bercorak salafi yang kemudian diintegrasikan dengan pendidikan formal berupa Sekolah Diniyah di tahun 1980 dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) di tahun 1986 -yang berjalan secara mandiri tanpa ada pasokan dana dari pemerintah.


Pada tahun 1992 mulai diresmikan sebagai Yayasan Al-Aman. Kemudian di tahun 2007 mulai berdiri unit pendidikan formal Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Aliyah (MA).


Pewarta: Muhammad Rizqy Fauzi

Terkait

terpopuler

rekomendasi

topik

×