Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

KH Saeful Aziz: Orang yang Bersama Al-Qur’an Akan Istimewa dari Segi Apapun

KH Saeful Aziz: Orang yang Bersama Al-Qur’an Akan Istimewa dari Segi Apapun
KH Saeful Aziz: Orang yang Bersama Al-Qur’an Akan Istimewa dari Segi Apapun. (Foto: Ss Yt STIDKINU Indramayu).
KH Saeful Aziz: Orang yang Bersama Al-Qur’an Akan Istimewa dari Segi Apapun. (Foto: Ss Yt STIDKINU Indramayu).

Indramayu, NU Online Jabar
Keistimewaan akan didapat orang yang bersama Al-Qur’an menurut Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam Nahdlatul Ulama (STIDKINU) Indramayu, KH Saeful Aziz, dalam podcast yang diunggah di kanal Youtube STIDKINU Indramayu pada Senin (25/04) lalu. Menurutnya, salah satu keistimewaan itu adalah akan diberikannya dua pahala oleh Allah kepada mereka yang bahkan saat membaca Al-Qur’annya pun masih terbata-bata.


“Jangankan orang hebat, orang yang belajar akan mendapatkan dua pahala saat membaca Al-Qur'an. Jangankan membaca, memegang saja sudah mendatangkan pahala. Jangankan memegang, mendengarkan saja sudah mendatangkan pahala. Itulah kehebatan Al-Qur'an,” katanya.


Selain itu, lanjut Kiai Saeful, Allah pun akan meninggikan derajat orang-orang yang menjaga Al-Qur’an tersebut dalam hal apapun, salah satunya bagi yang ahli melantunkan suara ketika membacanya.


“Ada KH Muammar ZA, hebat dalam suara. Tokoh kita, KH Imron Ismail, mendapat bonus dari Presiden Soeharto, dihajikan dan mendapat rumah, karena bisa menulis Al-Qur'an,” ucapnya.


Ia menjelaskan, ada pula salah satu anggota Jam'iyyatul Qurra wal Huffazh NU (JQHNU) Indramayu yang bernama H Anshoruddin yang menulis Al-Qur’an dan derajatnya telah diangkat oleh Allah. Kiai Saeful menganggap, tidak heran jika ada banyak hal yang perlu diketahui berkaitan dengan Al-Qur’an tersebut, ilmu yang bisa dipelajari bernama ‘Ulumul Qur’an.


“Di dalam ilmu Qur'an, satu harus kita ketahui (adalah) bagaimana cara membaca Qur'an dengan baik yang dinamakan tajwid, ada juga fashohah, ada juga adabul Qur’an, adabut tilawah, ada juga bagaimana cara kita memahami Qur’an secara menyeluruh,” ucapnya.


Di antara adab Qur’an tersebut yang wajib diketahui adalah kita diharuskan berwudlu terlebih dahulu sebelum memegangnya, membacanya juga harus dengan ilmu, bahkan membawanya pun tidak boleh asal-asalan.


“Kata guru saya, janganlah membaca Qur'an terbawa dengan lagu, hanya mengutamakan lagu, yang bagus itu lagu mengikuti tajwid. Salah satu amalan tertinggi adalah membaca Qur’an,” katanya.


Pewarta: Ari AJ
Editor: Muhammad Rizqy Fauzi

Terkait

Indramayu Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×