Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Rubaiyyat Omar al Khayyam dalam Nyanyian Umi Kultsum

Rubaiyyat Omar al Khayyam dalam Nyanyian Umi Kultsum
Rubaiyyat Omar al Khayyam dalam Nyanyian Umi Kultsum. (Foto: FB Husein Muhammad).
Rubaiyyat Omar al Khayyam dalam Nyanyian Umi Kultsum. (Foto: FB Husein Muhammad).

Dalam perjalanan pulang dari menghadiri resepsi pernikahan di sebuah pesantren Dar al Quran, asuhan adik misanku, di atas kendaraan aku mendengar Umi Kultsum menyanyikan puisi Omar al Khayyam dengan begitu indah dalam "Rubaiyyat al Khayyam". 


Ia mengingatkan aku saat traveling tah7n 1981, bersama seorang teman, Dr. Zaki Mubarok, dari Kairo menuju Iskandaria, sebuah kota klasik di tepi laut Mediterania, yang indah, tempat peristirahatan abadi para bijakbestari, para sufi besar a.l. Ibn Athaillah, dan filsuf besar, antara lain Plotinos.


Al-Khayyam adalah seorang matematikawan, astronom dan filsuf. Lahir 18 Mei 1048 di Naisabur, Timur Laut Persia. Lebih dari seorang saintis, ia adalah penyair besar. Kumpulan Puisinya yang terkenal Rubaiyyat. 


Beberapa di antaranya :


لا تشغل البال بماضي الزمان
ولا بآتي العيش قبل الأوان
واغنم من الحاضر لذاته
فليس في طبع الليالي الأمان


Jangan sibuk melamun suntuk akan masa silam yang pergi
Jangan pula sibuk berangan-angan esok hari akan hadir
Kerjakan saja apa yang bisa kau kerjakan hari ini
Dalam kegelapan malam tak kau temukan rasa aman


غَدٌ بِظَهْرِ الغيب واليومُ لي
وكمْ يَخيبُ الظَنُ في المُقْبِلِ
ولَسْتُ بالغافل حتى أرى
جَمال دُنيايَ ولا أجتلي


Esok hanyalah misteri 
Hari ini adalah milikku 
Betapa angan-angan masa depan
Acap membuat kecewa 
Aku bukan orang yang lupa 
Hingga aku bisa menatap indahnya duniaku


ياعالم الأسرار علم اليقين.. 
يا كاشف الضر عن البائسين.. 
يا قابل الأعذار عدنا الى ظلك 
فاقبل توبة التائبين


Duhai Yang Maha Tahu segala rahasia alam semesta
Duhai Yang Membebaskan segala duka mereka yang menderita
Duhai Yang Menerima segala penyesalan
Izinkan aku berteduh di bawah Payung-Mu
Tolong sambut mereka yang menyesal
Yang mohon ampunan-Mu 


KH Husein Muhammad, salah seorang Mustasyar PBNU

Terkait

Hikmah Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×