• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Selasa, 16 April 2024

Hikmah

KOLOM BUYA HUSEIN

Perayaan Tahun Baru; Terompet, Cola-Cola, KFC

Perayaan Tahun Baru; Terompet, Cola-Cola, KFC
Perayaan Tahun Baru; Terompet, Cola-Cola, KFC
Perayaan Tahun Baru; Terompet, Cola-Cola, KFC

Pada suatu hari aku melihat seorang laki-laki ganteng, tanpa kumis, berjenggot, pakai celana panjang, berdasi, tanpa mengenakan peci, duduk di atas kereta api. Tangan kanannya menggenggam sebotol coca cola dan di depannya ada sekotak KFC. Dia menelpon seseorang, sambil marah-marah, mencaci maki dan sumpah serapah terhadap orang non muslim. Aku tidak tahu agamanya: mungkin kristen, yahudi, atau cina. Dia memperingatkan teman bicaranya itu agar tidak menggunakan produk dan buatan orang kapir, bangsa asing atau aseng. 


Dia bilang, Nabi dan Salaf Shalih tidak pernah menggunakannya, tidak pernah memakainya. Apa yang tidak dilakukan Nabi Itu bid'ah. Itu haram!, haram!.  


"Kullu Bid'atin Dhalalah, wa Kullu Dhalalatin fi an Nar. Semua/setiap hal baru adalah bid'ah, semua/setiap bid'ah adalah sesat. Semua/setiap  yang sesat tempatnya di neraka". Nada suaranya naik.


Dan terakhir dia mengancam : "awas ya, jangan tiup trompet malam tahun baru nanti. Jangan nyalakan kembang api dan petasan. Itu tradisi Yahudi, kafir"!


Aku senyum-senyum saja. Lucu sekali. Dia tidak sadar apa yang sedang dia lakukan, yang dia gunakan dan yang dia makan/minum produk siapa. Semua yang minum dan pakai tidak ada pada masa Nabi.  Kendaraan transportasi pada masa Nabi adalah onta atau khimar atau keledai. Saat itu tidak ada minuman cocacola, tidak ada kfc dst. Tidak ada HP, kembang api, dan lain-lain. 


Dia juga tidak mengerti bahwa Malaikat Isrofil meniup trompet, entah buatan siapa, untuk membangkitkan manusia dari kuburnya. "Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala (terompet), maka terkejutlah semua yang di langit dan semua yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan mereka datang menghadap-Nya dengan merasa rendah dan hina di hadapan-Nya.


Boleh jadi jika dia diberitahu atau disindir, dia akan bilang : "emang ana pikirin, akhi". 


KH Husein Muhammad, salah seorang Mustasyar PBNU


Hikmah Terbaru