Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Meraih Keberkahan dari Doa Para Nabi (2)

Meraih Keberkahan dari Doa Para Nabi (2)
(Foto: NU Online Jabar)
(Foto: NU Online Jabar)

Oleh Rudi Sirojudin Abas
Kesebelas, doa agar anak keturunan menjadi orang yang selalu menegakkan ibadah shalat. Doa ini diucapkan oleh Nabi Ibrahim AS, dengan harapan agar anak-anak keturunannya menjadi orang yang selalu menegakkan ibadah shalat.

رَبِّ اجْعَلْنِيْ مُقِيْمَ الصَّلٰوةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِيْۖ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاۤءِ.

Artinya: “Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan shalat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.” (QS Ibrahim [14]: 40).

Doa di atas rasanya penting sekali untuk dibaca oleh setiap Muslim karena berhubungan dengan ibadah shalat. Sebagaimana kita ketahui, ibadah shalat merupakan salah satu ibadah fardu yang diwajibkan bagi orang Islam. Oleh karena itu, ketika kita membaca doa di atas, berarti kita telah berusaha agar tetap menjadi orang yang selalu menjaga dan memelihara ibadah shalat (QS al-Mu’minun [23]: 2 dan 9) (QS al-Ma’arij [70]: 23). 

Kedua belas, doa mohon ampunan bagi diri sendiri, kedua orangtua dan seluruh orang-orang mukmin. Doa ini dibaca oleh Nabi Ibrahim AS.

رَبَّنَا اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَابُ .

Artinya: “Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan semua orang yang beriman pada hari diadakan perhitungan (hari Kiamat).” (QS Ibrahim [14]: 41).

Adapun lafadz   رَبَّنَا اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ pada doa di atas diucapkan Ibrahim AS sebelum bapaknya mati dalam keadaan tidak Muslim. Setelah ia tahu bahwa bapaknya mati dalam keadaan tidak Muslim, maka ia berlepas dari doa itu (QS at-Taubah [9]: 114). Sebagaiman kita ketahui, bapak Nabi Ibrahim (Azar) merupakan sebagai penyembah berhala (QS Maryam [19]: 46)

Dalam kehidupan sehari-hari, doa tersebut tetap dapat dibaca untuk kedua orangtua (Muslim) dan saudara-saudara kita seiman. Dengan demikian, jika kita baca doa di atas, berarti kita telah menjadi bagian orang yang berbakti kepada kedua orangtua, dan peduli terhadap keselamatan saudara-saudara seiman kita.

Ketiga belas, doa mohon petunjuk dari berbagai masalah atau doa agar diberikan tempat yang layak dalam kehidupan. Doa ini diucapkan oleh Nabi Muhammad SAW ketika beliau meninggalkan kota Makkah untuk berhijrah ke kota Madinah. Nabi SAW memohon kepada Allah SWT agar bisa keluar dari kota Makkah dengan cara yang diridhai Allah. Begitu pula ketika masuk ke kota Madinah, beliau memohon agar bisa masuk dengan cara yang diridhai Allah.

Selain itu, melalui doa di atas, Nabi SAW juga memohon kepada Allah agar diberi kekuasaan dan kekuatan dalam memperjuangkan kemenangan dan keberhasilan Islam sehingga kemudian agama Islam dapat diterima oleh kebanyakan umat manusia.

وَقُلْ رَّبِّ اَدْخِلْنِيْ مُدْخَلَ صِدْقٍ وَّاَخْرِجْنِيْ مُخْرَجَ صِدْقٍ وَّاجْعَلْ لِّيْ مِنْ لَّدُنْكَ سُلْطٰنًا نَّصِيْرًا. وَقُلْ جَاۤءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ ۖاِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوْقًا.

Artinya: “Dan katakanlah (Muhammad), ya Tuhanku, masukkan aku ke tempat masuk yang benar dan keluarkan (pula) aku ke tempat keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolong(ku). Dan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.” (QS al-Isra [17]: 80-81).

Doa di atas biasanya dibaca ketika seseorang telah selesai melaksanakan shalat sunat tahajud di malam hari (QS al-Isra [17]: 79).

Keempat belas, doa agar diberikan kelapangan dada, dimudahkan dalam segala urusan, dan dimudahkan dalam menyampaikan pembicaraan (dakwah). Doa ini di baca oleh Nabi Musa AS ketika akan berdakwah kepada raja Fir’aun (QS Taha [20]: 24).

قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِيْ صَدْرِيْ ۙ وَيَسِّرْ لِيْٓ اَمْرِيْ ۙ وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّنْ لِّسَانِيْ ۙ يَفْقَهُوْا قَوْلِيْ ۖ

Artinya: “Dia (Musa) berkata, “Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku  dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku.” (QS Taha [20]: 25-28). 

Doa di atas pada praktiknya biasa di baca oleh para mubalig ketika akan menyampaikan dakwahnya. Doa ini juga bisa dibaca ketika seseorang akan memulai berpidato.

Kelima belas, doa agar ditambahkan ilmu pengetahuan. Doa ini dibaca ketika Nabi SAW tergesa-gesa dalam membaca Al-Quran yang disampaikan oleh malaikat Jibril. Nabi SAW diperintahkan agar membaca dan menirukan bacaan Jibril setelah Jibril selesai membacanya. Karena itu, Nabi SAW diperintahkan untuk membaca doa ini dengan harapan apa yang disampaikan Jibril dapat dipahami seutuhnya. 

فَتَعٰلَى اللّٰهُ الْمَلِكُ الْحَقُّۚ وَلَا تَعْجَلْ بِالْقُرْاٰنِ مِنْ قَبْلِ اَنْ يُّقْضٰٓى اِلَيْكَ وَحْيُهٗ ۖوَقُلْ رَّبِّ زِدْنِيْ عِلْمًا.

Artinya: “Maka Mahatinggi Allah, Raja yang sebenar-benarnya. Dan janganlah engkau (Muhammad) tergesa-gesa (membaca) Al-Qur'an sebelum selesai diwahyukan kepadamu, dan katakanlah, “Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku.” (QS Taha [20]: 114).
Doa di atas dapat dibaca pada saat kita akan memulai belajar atau mengkaji ilmu-ilmu pengetahuan.

Keenam belas, doa agar dikaruniai keturunan. Doa ini diucapkan oleh Nabi Zakaria AS ketika beliau mencapai usia tua. Kala itu, orang-orang tidak ada yang mau mengikuti ajaran tauhid Nabi Zakaria. Di saat beliau nyaris putus asa, maka beliau berdoa agar cepat diberikan keturunan (anak) dengan harapan anak tersebut nantinya yang akan meneruskan dakwahnya. Berkat doa inilah Nabi Zakaria dikaruniai seorang anak (Nabi Yahya AS) yang kemudian menjadi nabi (QS ali- Imran [3]: 39) (QS Maryam [19]: 7) (QS al-Anbiya [21]: 90).  Lafadz doanya dapat dilihat pada QS al-Anbiya ayat 89 sebagaimana berikut.

وَزَكَرِيَّآ اِذْ نَادٰى رَبَّهٗ رَبِّ لَا تَذَرْنِيْ فَرْدًا وَّاَنْتَ خَيْرُ الْوٰرِثِيْنَ ۚ

Artinya: “Dan (ingatlah kisah) Zakaria, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan) dan Engkaulah ahli waris yang terbaik.” (QS al-Anbiya [21]: 89).

Doa di atas cocok dibaca oleh pasangan keluarga (suami istri) yang belum mendapatkan keturunan.

Ketujuh belas, doa agar cepat terlepas dari kesempitan. Doa ini diucapkan oleh Nabi Yunus AS ketika ia ditelan oleh ikan paus. Kala itu, Nabi Yunus diutus oleh Allah SWT kepada penduduk Ninawi (Mosul). Namun ia pergi dalam keadaan marah karena melihat penduduknya yang tidak beriman. Dikarenakan ia pergi (hijrah) dan pindah tanpa meminta izin, maka Allah pun menguji (mempersempit) diri Nabi Yunus dengan tiga kegelapan. Yakni kegelapan malam, kegelapan laut, dan kegelapan perut ikan paus. Untuk menyesali perbuatannya, Nabi Yunus AS kemudian berdoa dengan mengucapkan lafadz لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ sehingga akhirnya dapat keluar dari gelapnya perut ikan paus dan dapat kembali menghirup udara bebas. (Kitab Al-Mu’jam al-Mufahras li Ma’ani Al-Quranul Azim (Wahbah Zuhaili dkk, Darul Fikr Damaskus, 1416 H, hal. 330)

Kisah Nabi Yunus di atas Allah ceritakan dalam QS al-Anbiya ayat 87 hingga ayat 88 sebagaimana berikut.

وَذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ ۚ فَاسْتَجَبْنَا لَهٗۙ وَنَجَّيْنٰهُ مِنَ الْغَمِّۗ وَكَذٰلِكَ نُـْۨجِى الْمُؤْمِنِيْنَ.

Artinya: “Dan (ingatlah kisah) Zun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, ”Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim. Maka Kami kabulkan (doa)nya dan Kami selamatkan dia dari kedukaan. Dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman.” (QS al-Anbiya [21]: 87-88).
Doa di atas dapat dibaca saat seseorang berada dalam kesempitan seperti musibah, cobaan, ketakutan, dan kesempitan-kesempitan lainnya.

Kedelapan belas, doa agar diberi hikmah (keleluasaan ilmu), tutur kata yang baik, serta doa agar dapat mewarisi surganya Allah SWT. Doa ini dibaca oleh Nabi Ibrahim AS. Berikut lafadz doanya.

رَبِّ هَبْ لِيْ حُكْمًا وَّاَلْحِقْنِيْ بِالصّٰلِحِيْنَ ۙ وَاجْعَلْ لِّيْ لِسَانَ صِدْقٍ فِى الْاٰخِرِيْنَ ۙ وَاجْعَلْنِيْ مِنْ وَّرَثَةِ جَنَّةِ النَّعِيْمِ ۙ

Artinya: “Ibrahim berdoa), “Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku ilmu dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh. Dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian. Dan jadikanlah aku termasuk orang yang mewarisi surga yang penuh kenikmatan.” (QS asy-Syu’ara [26]: 83-85). 

Doa di atas juga dapat dibaca oleh setiap muslim dengan harapan agar menjadi orang yang dapat dikaruniai ilmu bermanfaat serta ucapan yang dapat membawa kepada rida Allah SWT.
Kesembilan belas, doa agar dapat menjadi hamba yang pandai bersyukur. Doa ini diucapkan oleh Nabi Sulaeman AS ketika mendengar perkataan binatang. Karena takjub atas kemampuannya itu, Nabi Sulaeman kemudian berdoa seperti yang tergambar dalam QS an-Naml ayat 19 berikut.

فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِّنْ قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ اَوْزِعْنِيْٓ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضٰىهُ وَاَدْخِلْنِيْ بِرَحْمَتِكَ فِيْ عِبَادِكَ الصّٰلِحِيْنَ.

Artinya: “Maka dia (Sulaiman) tersenyum lalu tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa, “Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.” (QS an-Naml [27]: 19).

Doa Nabi Sulaeman di atas sepatutnya kita baca setiap kali kita mendapatkan nikmat dan rahmat dari Allah sebagai bukti syukur kita kepada-Nya. Dan juga sebagai bukti ketidak sombongan kita kepada Allah atas apa yang telah Allah berikan. Setiap kali kita mendapatkan karunia apapun, maka hendaknya kita baca doa di atas.

Kesembilan belas, doa agar dikaruniai anak yang saleh. Doa ini diucapkan oleh Nabi Ibrahim AS. 

رَبِّ هَبْ لِيْ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ.

Artinya: “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang yang saleh.” (QS as-Saffat [37]: 100). 

Doa Nabi Ibrahim di atas dapat kita baca agar dikaruniai anak-anak yang saleh. Yaitu anak-anak yang berpegang teguh pada tauhid dan menjalankan syariat yang diajarkan oleh Islam. Oleh karena itu, semua orang mukmin seyogianya harus sering membaca doa Nabi Ibrahim tersebut.

Demikianlah sebagian doa-doa yang Allah ajarkan melalui lisan para nabi yang diabadikan dalam Al-Quran. Berbekal dengan ucapan-ucapan doa di atas, kita tidak saja mengharap keberkahan hidup, melainkan juga dapat menteladani perjuangan-perjuangan para nabi dan rasul Allah SWT sehingga harapan terbaik kita nantinya yaitu dapat berkumpul bersama mereka di akhirat kelak. Aamin Ya Allah Ya Rabbal’alamin.

Allah SWT berfirman:

وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ فَاُولٰۤىِٕكَ مَعَ الَّذِيْنَ اَنْعَمَ اللّٰهُ عَلَيْهِمْ مِّنَ النَّبِيّٖنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاۤءِ وَالصّٰلِحِيْنَ ۚ وَحَسُنَ اُولٰۤىِٕكَ رَفِيْقًا.

Artinya: “Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul (Muhammad), maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pencinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” (QS an-Nisa [4]: 69). 

Penulis adalah peneliti kelahiran Garut
 

Terkait

Hikmah Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×