• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Selasa, 16 April 2024

Garut

Ceramah di Garut, Gus Muwafiq Ungkap Kekuatan Nusantara Atas Bangsa Lain

Ceramah di Garut, Gus Muwafiq Ungkap Kekuatan Nusantara Atas Bangsa Lain
Ceramah di Garut, Gus Muwafiq Ungkap Kekuatan Nusantara di Atas Bangsa Lain
Ceramah di Garut, Gus Muwafiq Ungkap Kekuatan Nusantara di Atas Bangsa Lain

Garut, NU Online Jabar
Dai kondang asal Yogyakarta KH Ahmad Muwafiq atau yang akrab disapa Gus Muwafiq mengungkapkan, bersamaan dengan lahirnya Islam di zaman Rasulullah SAW, bangsa Indonesia sebenarnya sudah memiliki kekuatan dan keunggulan yang setara dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Ia mengatakan, ketika Rasulullah SAW berdakwah di negerinya, bahwa Nusantara sendiri sudah maju dan bahkan masyarakatnya sudah menjadi manusia-manusia yang hebat dan unggul meskipun belum memeluk agama Islam. 


Gus Muwafiq menilai, kekuatan dan kemajuan bangsa Indonesia itu dibuktikan dengan adanya kerajaan-kerajaan yang tersebar di Nusantara yang sudah ada sebelum Islam lahir di negeri Arab. Ia menyebut, kerajaan-kerajaan di Nusantara itu seperti Kerajaan Tarumanegara di Jawa Barat, Kutai Kertanegara di Kalimantan Timur, Saloka Negara di Ujung Kulon, Galuh di Ciamis, dan Mataram di Jawa Tengah.


“Kita ini selalu dijelaskan bahwa sebelum Islam lahir dan datang ke Indonesia seolah-olah bangsa kita ada pada zaman jahiliyah. Padahal, Nusantara sendiri pada saat itu sudah mempunyai peradaban yang luar biasa, yaitu dengan adanya kerajaan-kerajaan besar. Jadi, ketika Rasulullah SAW berdakwah di negeri Arab sana, di Nusantara sendiri masyarakatnya sudah menjadi bangsa yang maju dan kuat bahkan sudah mempunyai negara, agama, dan peradaban.” ungkap Gus Muwafiq saat ceramah di hadapan ribuan warga Nahdliyin Garut di Sub Terminal Agribisnis Bayongbong-Garut, Sabtu (25/02/2023).


Gus Muwafiq juga mengungkapkan, kekuatan dan kehebatan Nusantara lainnya yakni, bahwa kerajaan-kerajaan di Nusantara pernah mengalahkan kekuatan besar kerajaan Mongolia. 


“Pada tahun 1200-an, sebelum Islam datang ke Nusantara, bangsa Indonesia sudah menjadi bangsa penakluk dunia. Perlu diketahui, dunia pernah ditaklukkan oleh kerajaan besar Mongolia. China, Eropa, dan Arab sendiri habis ditaklukkan Mongolia. Tetapi, begitu Mongolia datang ingin menaklukkan Nusantara, mereka habis dilawan oleh kerajaan-kerajaan Nusantara seperti kerajaan Singasari di Jawa Timur, Pajajaran di Jawa Barat, dan Sriwijaya di Sumatera. Dengan demikian, satu-satunya negara yang pernah mengalahkan kekuatan Mongolia adalah negara-negara Nusantara.” ucapnya.


Kiai yang semasa mudanya pernah dekat dengan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu menegaskan, bahwa kekuatan bangsa Nusantara yang lainnya yakni terkait dengan kemampuan memiliki peradaban tinggi dalam bidang budaya.


“Semua bangsa pasti memiliki budayanya sendiri seperti nyanyian dan lagu-lagu. Orang Arab mempunyai alat musik terebang yang terbuat dari kayu dan kulit, orang China punya Sitar, orang Eropa punya guitar, sedangkan bangsa Nusantara mempunyai alat musik gamelan yang terbuat dari logam. Jika bukan bangsa yang tidak memiliki penguasaan ilmu pertambangan dan metalorgi yang maju, mana mungkin bangsa Nusantara dapat membuat alat musik dari logam.  Atas dasar itulah sejatinya kita ini merupakan  bangsa yang sejajar dan sederajat dengan bangsa yang lain, bahkan lebih kuat dari bangsa lain.” tegasnya.


Gus Muwafiq menambahkan, bangsa Nusantara juga pada zaman dulu sudah memiliki kitab ilmu pengetahuan yang tidak kalah penting dari bangsa lain, termasuk ilmu dalam bidang sosial dan politik yang tercatat dalam kitab Kertagama dan kitab Sutasoma. Ia menilai, bangsa Nusantara telah lama menjadi bangsa dan negara yang kuat dengan peradaban yang lebih maju sehingga dapat mudah menerima ajaran agama Islam.


“Karena bangsa Nusantara sudah beradab dan bepengetahuan dari zaman dulu, maka dakwah Islam yang dibawa oleh penyebar agama Islam dari luar Nusantara sangat mudah diterima.” tegasnya.


Sebagai informasi, ceramah Gus Muwafik selain digelar dalam rangka merayakan Resepsi 1 Abad NU, juga untuk memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW sekaligus pelantikan pengurus ranting NU di lingkungan MWCNU Kecamatan Bayongbong-Garut. Kegiatan tersebut juga disiarkan secara langsung melalui kanal Youtube NU Bayongbong.


Pewarta: Rudi Sirojudin Abas
Editor: Muhammad Rizqy Fauzi


Garut Terbaru