Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Cara Pulihkan Gairah Seksual Menurut Syekh Wahbah Az Zuhaili

Cara Pulihkan Gairah Seksual Menurut Syekh Wahbah Az Zuhaili
Cara Pulihkan Gairah Seksual Menurut Syekh Wahbah Az Zuhaili. (Foto: NUO).
Cara Pulihkan Gairah Seksual Menurut Syekh Wahbah Az Zuhaili. (Foto: NUO).

Pasca perayaan kurban di seluruh dunia, daging menjadi salah satu menu yang banyak di konsumsi oleh masyarakat, tak terkecuali di Indonesia. Tidak sedikit tulisan yang mengungkap dampak baik yang positif ataupun negatif jika masyarakat mengkonsumsi daging tersebut, salah satunya daging kambing.


Diantara dampak memakan daging kambing yakni darah tinggi yang menyebabkan masyarakat membatasi porsi konsumsi daging kambing. Namun, ada juga dari sebagian masyarakat yang kerap menjadikan daging kambing sebagai penambah gairah seksual dalam guyonan mereka.


Tidak sedikit obat maupun tips yang ditawarkan untuk meningkatkan gairah seksual. Sebagian obat dan tips itu cocok untuk sebagian orang. Tetapi sebagian lagi tidak cocok. Mereka sering menyebutnya sebagai “obat kuat”. Ada obat kuat dikonsumsi, tetapi ada juga yang dioles. Hanya saja pada beberapa kasus obat kuat itu membahayakan terutama tanpa arahan dokter.


Pada umumnya, orang yang sudah memenuhi hajat seksual tidak lagi berhajat dalam tempo singkat. Hal ini biasanya terjadi pada perkawinan suami-istri lebih dari 20 tahun atau mereka yang lanjut usia. Mereka membutuhkan stimulus. Lain soal pengantin baru apalagi pengantin muda yang tengah bersemangat karena merasa mempunyai “mainan” baru. Pengantin baru ini biasanya tidak perlu stimulus untuk melakukan hubungan seksual bahkan untuk kedua kalinya dalam jeda yang singkat.


Dilansir dari laman resmi website NU Online, bagi pasangan suami-istri yang perlu memulihkan gairah seksual setelah berhubungan badan dan belum sempat mandi atau pasangan muda sekalipun yang tidak perlu rangsangan, Syekh Wahbah Az-Zuhayli menganjurkan mereka untuk berwudhu.


ومن أراد أن يجامع مرة ثانية، فليغسل فرجه، ويتوضأ؛ لأن الوضوء يزيد نشاطاً ونظافة


Artinya, “Siapa saja yang ingin berhubungan seksual untuk kedua kalinya dengan istri, hendaknya ia membasuh kemaluannya, kemudian ia berwudhu. Pasalnya, wudhu dapat menambah semangat dan kesucian,” (Lihat Syekh Wahbah Az-Zuhayli, Al-Fiqhul Islami wa Adillatuh


Kesegaran badan itu sendiri menambah gairah atau meningkatkan mood. Selain itu, setelah melaksanakan wudhu diharapkan dapat membantu menghadirkan di samping wudhu itu sendiri merupakan ibadah penyucian. Wallahu a‘lam. (Muhammad Rizqy Fauzi).


Tulisan ini pernah di muat di NU Online pada tahun 2017 dan ada perubahan redaksi pada struktur kata baik di judul maupun di narasinya.

Terkait

Syariah Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×