• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Selasa, 18 Juni 2024

Sumedang

Tanggap Darurat Bencana Gempa, LPBINU Sumedang dan Banser Turun ke Lapangan

Tanggap Darurat Bencana Gempa, LPBINU Sumedang dan Banser Turun ke Lapangan
Anggota Tim NU Peduli dari LPBINU Sumedang menemui korban gempa Sumedang, Jawa Barat. (Foto: dok. LPBINU Sumedang)
Anggota Tim NU Peduli dari LPBINU Sumedang menemui korban gempa Sumedang, Jawa Barat. (Foto: dok. LPBINU Sumedang)

Sumedang, NU Online Jabar
Pemerintah Kabupaten Sumedang telah menetapkan status tanggap darurat bencana pasca gempa bumi dengan magnitudo 4,8 yang mengguncang daerah tersebut pada malam pergantian tahun, Ahad (31/12/2023) malam. 


Keputusan tersebut tertuang melalui Keputusan Bupati Sumedang Nomor 1 Tahun 2024, yang mengatur masa tanggap darurat gempa bumi Sumedang selama satu pekan, dari tanggal 1 Januari hingga 7 Januari 2024.


Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Kabupaten Sumedang, Hendri Rohman, mengungkapkan bahwa keputusan ini diambil untuk mengakomodasi situasi dan kondisi di lapangan. 


"Untuk sementara sesuai dengan keputusan Pj Bupati Sumedang, tanggap darurat itu mulai dari tanggal 1 sampai 7 Januari, satu minggu, melihat situasi dan kondisi," ujar Hendri Rohman seperti dilansir NU Online pada Rabu (3/1/2024).


Hendri Rohman menambahkan bahwa keputusan untuk memperpanjang masa tanggap darurat atau tidak akan bergantung pada perkembangan situasi di lapangan, terutama mengingat adanya potensi gempa susulan yang masih berlangsung. 


"Seperti malam tadi kan setengah sembilan malam, barusan setengah tiga ada juga gempa susulan," tambahnya.


Sejak Senin (1/1/2024), Banser Tanggap Bencana (Bagana) telah turun ke lapangan untuk memberikan bantuan. Hendri Rohman juga menyebutkan bahwa pihaknya telah mendirikan posko NU Peduli Bencana di Sumedang. 


"Kita kemarin membuat posko NU peduli, dan teman-teman dari Bagana dari Banser sudah mulai bergerak, mulai ikut bersama, termasuk kita dari LPBINU. Kita survei ke lapangan, kita mengondisikan penggalangan donasi yang akan diberikan kepada penyintas bencana," jelas Hendri Rohman.


Hingga Senin, 1 Januari 2024 pukul 00.00, tercatat 312 rumah terdampak gempa, tersebar di lima kecamatan se-Kabupaten Sumedang. Adapun Kecamatan Sumedang Selatan, Tanjung Medar, Sumedang Utara, Cimalaka, dan Tanjungkerta menjadi wilayah terdampak. Pendataan terus dilakukan untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat.


Meskipun terdapat kerusakan pada rumah-rumah dan rumah ibadah, informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumedang menyatakan bahwa tidak ada korban jiwa akibat gempa tersebut. 


"Menurut informasi dari BPBD untuk Sumedang alhamdulillah tidak ada korban jiwa, mungkin hanya luka-luka yang terkena reruntuhan bangunan jatuh. Jadi tidak ada korban jiwa," ujarnya


Ia juga mencatat bahwa guncangan gempa pada malam tahun baru sangat terasa, bahkan merusak dua rumah sakit, yaitu RSUD Sumedang dan RS Pakuwon. 


"Sebagian pasiennya dikeluarkan di tenda, kemarin pas kejadian malam tahun baru, paginya ada yang di tenda pasiennya. Cuman saya cek barusan yang di tenda itu sudah dimasukan ke dalam ruangan," tutur Hendri Rohman, memberikan gambaran kondisi di lapangan.
 


Sumedang Terbaru