• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Jumat, 19 April 2024

Pangandaran

STITNU Al-Farabi dan Bawaslu Pangandaran Dorong Partisipasi Mahasiswa dalam Pengawasan Pemilu

STITNU Al-Farabi dan Bawaslu Pangandaran Dorong Partisipasi Mahasiswa dalam Pengawasan Pemilu
STITNU Al-Farabi Pangandaran dan Bawaslu Pangandaran Dorong Partisipasi Mahasiswa Dalam Pengawasan Pemilu
STITNU Al-Farabi Pangandaran dan Bawaslu Pangandaran Dorong Partisipasi Mahasiswa Dalam Pengawasan Pemilu

Pangandaran, NU Online Jabar
Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul ulama (STITNU) Pangandaran dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pangandaran  teken perjanjian kerjasama dan sosialisasi perbawaslu No 2 tahun 2023 . Penandatanganan MoU tersebut dilaksanakan pada Senin (20/3/2023) di Aula STITNU Al-Farabi Kabupaten Pangandaran.


Penandatanganan kerjasama tersebut diteken langsung oleh Ketua STITNU Al-Farabi Pangandaran  Asep Saepurohman, sedangkan dari pihak Bawaslu ditandatangani oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Pangandaran Iwan Setiawan. Hadir pula dalam kesempatan tersebut pimpinan STITNU Pangandarandan para Wakil Rektor, Kordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Nur Saepurohmat dan dihadiri sekitar 50 Mahasiswa


Dalam sambutannya,  Rektor STITNU Al-Farabi  Pangandaran Asep Saepurohman menyampaikan bahwa perjanjian kerjasama dengan Bawaslu adalah hal yang penting guna mewujudkan mahasiswa yang aktif dan berpartisipasi dalam pengawasan pemilu ini dalam menyongsong pemilu 2024.


Setelah penandatangan MoU selesai,dilanjut dengan sosialisasi dari Bawaslu yang di isi oleh Nur Saepurohmat. Ia menyebut, tujuan penyelenggaran kegiatan ini untuk merangkul bersama-sama setiap komponen masyarakat khususnya di lembaga pendidikan yaitu sekarang dengan STITNU Al-Farabi.


"Teman-teman mahasiswa ikut berpartisipasi dengan pengawasan pemilu ini, peran aktifnya sekarang dalam proses pencegahan penelitian. Barangkali di lingkungan masyarakatnya belum ada yang punya KTP atau barangkali ada yang merasa udah masuk dalam hak pilih belum, bisa langsung ke PPS," kata Nur.


Melalui penandatanganan MoU ini, Nur berharap Pemilu bisa dilaksanakan dengan jujur dan adil sesuai aturan lainya. Menurutnya, pemilu itu bisa merubah kehidupan yang lebih baik ke depan.


"Karena pemilu itu media suatu masyarakat untuk bisa mengevaluasi untuk bisa memilih melanjutkan atau memberhentikan.


Nur berharap, mahasiswa sekarang yang sedang berproses pendidikan di perguruan tinggi memiliki idealisme, pemikiran yang cerdas, tidak termakan hoax. "Tindak lanjutnya tentu tidak hanya seremonial sekarang tapi juga kedepan bisa berdiskusi terkait pemilu,” pungkas Nur. 


Pewarta: Hoer / Nita Laelatul rohmah
Editor: Muhammad Rizqy Fauzi


Pangandaran Terbaru