• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Jumat, 19 April 2024

Majalengka

Masuki Abad Kedua, KH Juhadi Muhammad Ungkap 3 Langkah agar NU Terus Maju dan Beri Manfaat bagi Umat

Masuki Abad Kedua, KH Juhadi Muhammad Ungkap 3 Langkah agar NU Terus Maju dan Beri Manfaat bagi Umat
Masuki Abad Kedua, KH Juhadi Muhammad Ungkap 3 Langkah agar NU Terus Maju dan Beri Manfaat bagi Umat
Masuki Abad Kedua, KH Juhadi Muhammad Ungkap 3 Langkah agar NU Terus Maju dan Beri Manfaat bagi Umat

Majalengka, NU Online Jabar
Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat KH Juhadi Muhammad mengajak seluruh warga Nahdliyin agar semangat ber NU harus bertambah melebihi abad pertama. Hal tersebut diunglkap saat menghadiri puncak peringatan Harlah 1 Abad NU di Talaga Kabupaten Majalengka pada Sabtu (10/3/2023).


“Saya Berharap agar pengurus NU semakin berkembang dalam menyebarkan manfaat bagi masyarakat, Mudah-mudahan Majalengka NUnya semakin maju, semakin berkembang dan semakin dirasakan manfaatnya tidak hanya oleh warga NU tetapi oleh masyarakat Kabupaten Majalengka, karena NU sudah memasuki abad kedua, semangat ber-NU harus bertambah melebihi abad pertama," tuturnya.


Kiai Juhadi mengatakan, tantangan yang dihadapi NU ke depan memasuki abad kedua cukup berat dan keadaan dunia semakin berkembang dari teknologi ilmu pengetahuan yang sangat luar biasa. Ia menilai, NU harus mampu beradaptasi. meski keadaan dunia yang semakin berkembang tapi NU mampu mengatasinya.


"Hal tersebut dikarenakan dinamika sebelum berdirinya NU hingga hari ini NU memasuki usia 100 tahun tidak ada hal yang tidak bisa diselesaikan oleh NU,”


Kiai Juhadi juga menambahkan, memasuki Abad ke-2 NU ada tiga langkah agar organisasi ini agar terus maju dan memberikan manfaat bagi umat.


Pertama,harus melakukan perubahan dalam segala hal, baik itu dilakukan warga NU maupun secara kelembagaan. 


Kedua, Struktur Keilmuaan. penting bagi warga NU untuk terus meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam segala bidang kehidupan baik bidang ekonomi, teknologi, sosial, kesehatan dan lain-lain. Sehingga NU terus bisa berkontribusi nyata bagi bangsa dan negara ini, sesuai dengan keilmuaan yang dimiliki. 


Ketiga, warga NU harus memiliki lembaga baik formal maupun non formal.


"Aset ini harus dimiliki sebagai sarana untuk syiar NU agar lebih menggema lagi," jelas kiai yang pernah menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Indramayu tiga periode tersebut.


Selain itu, salah seorang Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Musthofa Aqil Siroj menuturkan, bangsa dan negara ini bisa berdiri kokoh hingga saat ini salah satunya berkat kehadiran NU yang senantiasa menjaga dan merawat NKRI sampai mati dari mulai zaman penjajahan, orde lama, orde baru hingga Reformasi seperti sekarang ini. 


"Ketika memasuki masa orde baru, NU itu terkesan dizalimi oleh penguasa kala itu. Namun warga NU tidak melakukan pemberontakan karena hal itu dilarang oleh agama. Tapi NU melakukan strategi hijrah sebagaimana dilakukan Nabi Muhamad SAW saat hijrah dari Kota Mekah ke Kota Madinah. Alhamdulillah pola ini berhasil, dan NU sampai detik ini eksistensinya masih tetap dirasakan manfaatnya oleh seluruh umat,"papar pengasuh Pondok Pesantren Kempek Cirebon ini dalam tausyiah kegiatan Harlah 1 Abad NU Majalengka, Sabtu (10/3/2023).


KH Musthofa berpesan kepada seluruh warga Nahdliyin, agar senantiasa berbuat baik pada siapapan dan tidak memusuhinya. Kendati bangsa ini berbeda secara agama, suku maupun etnis. Hal sejalan dengan apa yang dilakukan Nabi Muhamad SAW ketika memimpin umat Islam pada saat itu. 


"Zaman nabi itu ada ada kaum Yahudi, Nasrani dan tidak beriman. Namun nabi tidak pernah memusuhi mereka atau memeranganginya, sepanjang mereka tidak mengganggu umat Islam. Begitu pula saat ini, kita warga NU harus seperti itu, di tengah beragam berbedaan yang saat ini dipersatukan dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika,"tutup Kia Musthofa sambil diakhiri dengan doa bersama.   


Sebagai informasi, kegiatan tersebut dihadiri ratusan para alim ulama dan para habaib dari berbagai daerah. Hadir pada kesempatan itu Bupati Majalengka H Karna Sobahi, Rais Syuriyah PBNU KH Musthofa Aqil Siroj, artis papan atas Hadad Alwi, Ketua TanfidziyahPWNU Jawa Barat, KH Juhadi Muhamad serta para tamu undangan lainnya.  


Pewarta; Tata Irawan
Editor: Muhammad Rizqy Fauzi


Majalengka Terbaru