• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Sabtu, 22 Juni 2024

Opini

Mewujudkan Indonesia Berdaya Saing Tinggi Era Revolusi Indonesia Perspektif Human Resource dan Human Capital

Mewujudkan Indonesia Berdaya Saing Tinggi Era Revolusi Indonesia Perspektif Human Resource dan Human Capital
Human Capital. (Ilustrasi/freepik)
Human Capital. (Ilustrasi/freepik)

Oleh Imelda Islamiyati 
Memulai dari prakata Konstitusi 1995, sebagai rencana pembangunan jangka panjang berintikan bahwa setiap komponen bangsa bertanggungjawab dan ikut serta dalam kemajuan bangsa dan mewujudkan peradaban bangsa dan rakyat Indonesia. 


Kalau dikupas lebih jauh lagi, ini lah impian besar negara Indonesia yang bebas, bersatu, berdaulat, adil, dan sejahtera. Dalam pratiknya, pandangan ini didukung oleh tujuan jangka panjang negara yang mencakup melindungi seluruh warga Indonesia dan berbagai kelompok etnis di dalamnya, mengembangkan kesejahteraan umum, meningkatkan intelektualitas bangsa, dan mempromosikan ketertiban global berdasarkan kebebasan, perdamaian yang berkelanjutan, dan keadilan sosial.


Pandangan tersebut, dalam perspektif ekonomi modern disebut sebagai paradigma ekonomi lama yang kemudian perlu bertransformasi ke paradigma ekonomi baru agar kemudian bangsa Indonesia bisa berdaya saing tinggi di era revolusi 4.0 dan bahkan beberapa negara maju telah membincangkan revolusi industry 5.0 – 6.0 sebagai kecepatan arus informasi yang belum terprediksikan kapan akan berakhir.


Cara pandang ekonomi baru yang dimaksudkan harus menyasar pada konsep human resources dan human capital. Secara sederhana, human resources diartikan sebagai sumber daya manusia Indonesia yang unggul, kompeten, berdaya saing tinggi dan memiliki integritas  dalam mencapai tujuan berbangsa dan bernegara. Sedangkan human capital dapat dipahami sebagai segenap keahlian, keterampilan, pengetahuan, dan kreatifitas yang bisa diwujudkan dalam sebuah kemampuan kerja yang dapat digunakan untuk menghasilkan sebuah layanan profesional dan nilai ekonomi.


Pertanyaan besarnya apa dan bagaimana langkah yang telah diambil oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam mewujudkan Indonesia Maju? Sejauh ini,  Pemerintahan Presiden Joko Widodo tengah mempersiapkan secara matang dalam menyambut Indonesia Emas tahun 2045. 


Kemudian, Visi Indonesia Emas 2045 pada dasarnya selaras dengan adicipta negara Nusantara sebagai negara kepulauan yang berdaulat, maju, dan berkelanjutan. Saat sekarang, telah banyak terobosan dan transformasi dalam segala sektor yang dilakukan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo yang dibantu oleh lintas kementerian dan Lembaga Negara termasuk komponen penting diantara transformasi tersebut melalui Kementerian Kebudayaan, Riset dan Teknologi. 


Perlu dikritisi secara konstruktif bahwa, meskipun telah banyak kemajuan yang dicapai, Indonesia masih terjebak sebagai Negara berpendapatan menengah (middle income trap) selama 30 tahun yang diwarna oleh tingkat kemiskinan tinggi serta kesenjangan antarwilayah dan antarkelompok pendapatan. Terlepas dari itu, kedepannya Indonesia juga menghadapi tantangantantangan baru yang harus diantisipasi terutama pergeseran demografi, perubahan teknologi yang cepat, perubahan geopolitik dan geoekonomi serta perubahan iklim.


Untuk mencapai negara nusantara serta menjawab visi Indonesia Emas 2045, maka pembangunan bangsa kedepannya harus menggunakan paradigma ekonomi baru berkelanjutan (new economic paradigm). Reformasi saja tidak cukup, Indonesia harus mengoptimalkan transformasi secara menyeluruh yang bernafaskan pada kolaborasi bagi segenap elemen bangsa dalam mempercepat lompatan kemajuan terutama dalam sektor ekonomi. Seperti diketahui, pencapaian visi Indonesia 2025–2045 dituangkan dalam delapan (8) Misi (agenda) pembangunan yaitu Transformasi Sosial; Transformasi Ekonomi; Transformasi Tata Kelola; Supremasi Hukum, Stabilitas dan Ketangguhan Diplomasi; Ketahanan Sosial Budaya dan Ekologi; Pembangunan Kewilayahan yang Merata dan Berkualitas; Sarana dan Prasarana yang Berkualitas dan Ramah Lingkungan; dan Kesinambungan Pembangunan.


Menurut pandangan saya, untuk mencapai Indonesia Emas 2045 maka penting kemudian mendesain paradigma baru atau pendekatan baru dalam pembangunan dan peningkatan ekonomi berkelanjutan guna mengoptimalkan daya saing bangsa di dunia internasional. Pendekatan baru tersebut berfokus mengoptimalkan human resources dan human capital untuk melihat keberhasilan economic development (pembangunan ekonomi) dan sejumlah variabel penting lainnya seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Sumber Daya Manusia (SDM), Pendidikan, lapangan pekerjaan dan investasi sebagai penyokong utama pembangunan bangsa Indonesia menyambut Indonesia Emas 2045.


Kendati demikian, manfaat dari bonus demografi yang diperoleh oleh Indonesia akan bergantung pada tingkat kemampuan sumber daya manusia serta kapabilitas pemerintah dalam menciptakan peluang pekerjaan bagi populasi usia produktif yang terus bertambah. Sumber daya manusia yang berkualitas tinggi akan dengan mudah diterima oleh pasar tenaga kerja, selain itu juga akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi melalui inovasi produk dan teknologi yang meningkatkan produktivitas. Tingkat produktivitas yang tinggi pada akhirnya akan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi suatu negara.


Mengapa kemudian penting untuk diperhatikan keterkaitan human recources and human capital  dengan IPM, SDM, Pendidikan, Investasi, dan Lapangan Kerja? Karena penting kemudian sebuah nilai Human Development Index yang tinggi mencerminkan keberhasilan suatu negara dalam meningkatkan kualitas hidup rakyatnya melalui peningkatan akses pendidikan, pelayanan kesehatan, dan standar kehidupan. Ini mengindikasikan efektivitas investasi dalam pengembangan sumber daya manusia dan sektor pendidikan.


Peningkatan pendidikan dapat meningkatkan kualitas SDM dan mengarah pada peningkatan IPM. Pendidikan yang berkualitas memberikan dasar yang kuat bagi pembangunan manusia dan peningkatan lapangan pekerjaan yang berkualitas.


Diketahui, potensi human capital melalui pengembangkan Sumber Daya Manusia dan investasi dalam bidang pendidikan akan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan peluang kerja. Keahlian dan kualitas Sumber Daya Manusia yang unggul akan meningkatkan daya saing angkatan kerja di skala internasional, serta menarik lebih banyak investasi, yang pada akhirnya akan menciptakan peluang kerja yang baru. Lapangan pekerjaan yang berkualitas dan berkelanjutan akan memberikan kesempatan bagi individu untuk mengembangkan dan mengaplikasikan keterampilan mereka, yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas SDM dan IPM.


Dengan demikian, terdapat keterkaitan yang erat antara IPM, SDM, pendidikan, investasi, dan lapangan pekerjaan dalam determinasi Human Capital di Indonesia. Upaya yang komprehensif dan terpadu dalam pengembangan faktor-faktor tersebut dapat memperkuat modal manusia Indonesia dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.


Kemudian bagaimana kekuatan endogen yang dimiliki Indonesia itu benar-benar sudah dikelola dengan baik, terutama pengelolaan sumber daya manusianya sehinga menghasilkan spillover bagi pertumbuhan ekonomi dalam rangka menghadapi era revolusi industry?


Harus diakui bahwa Indonesia memiliki kekuatan endogen yang signifikan, termasuk sumber daya manusia yang besar dan potensial. Namun, pengelolaan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia masih memiliki tantangan dan ruang untuk perbaikan, terutama dalam menghadapi era digitalisasi yang semakin complex atau bahkan era VUCCA. 


Maka untuk menghasilkan spillover bagi pertumbuhan ekonomi dan memastikan daya saing SDM Indonesia di era ini, beberapa strategi yang dapat dilakukan antara lain:


Pertama, Peningkatan Akses Pendidikan ini merupakan langkah penting dalam mengelola SDM Indonesia. Diperlukan investasi yang lebih besar dalam pendidikan dasar, menengah, dan tinggi, serta fokus pada pembelajaran berbasis keterampilan, teknologi, dan inovasi. Menerapkan skema Penta Helix sangat relevan dan menjadi sebuah kebutuhan. 


Kedua, Penyediaan Pelatihan dan Pengembangan dimana terus melalukan program pelatihan dan pengembangan keterampilan yang harus ditingkatkan untuk menghadapi kebutuhan tenaga kerja yang berubah di era digitalisasi. Ini termasuk pelatihan keterampilan digital, keahlian teknis, manajerial, dan keterampilan soft skills agar kemudian dapat mendorong kemitraan antara industri dan lembaga pelatihan akan memastikan adanya kesesuaian antara keterampilan yang dimiliki tenaga kerja dengan tuntutan pasar kerja.


Ketiga, mendorong riset dan inovasi menjadi faktor penting dalam mengelola SDM Indonesia. Diperlukan investasi dalam pengembangan pusat-pusat riset dan inovasi, serta kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan lembaga penelitian. Ini akan mendorong pengembangan teknologi, produk, dan proses baru yang dapat meningkatkan daya saing dan menciptakan lapangan kerja baru.


Keempat, Mendorong budaya/pengembangan kewirausahaan di kalangan masyarakat temtu akan membantu menghasilkan SDM yang adaptif, inovatif, dan mampu berkontribusi dalam era digitalisasi. Pemerintah dapat memberikan insentif dan dukungan bagi startup dan UKM untuk mengembangkan ide-ide baru dan menciptakan lapangan kerja.


Kelima, Penguatan Kolaborasi Pemerintah, Perguruan Tinggi, dan Industri karena Kerjasama yang erat antara pemerintah, perguruan tinggi, dan industri sangat penting dalam mengelola SDM untuk era Revolusi Industri 5.0. Mendorong kolaborasi dalam riset, pengembangan kurikulum, magang, dan penempatan kerja akan membantu mempersiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri.


Dengan menerapkan strategi-strategi ini, pengelolaan SDM Indonesia dapat ditingkatkan, sehingga menciptakan human recources and human capital yang berdaya saing tinggi di era Revolusi Industri serta mengantarkan Indonesia Maju, Berdaulat dan Berkelanjutan.


Penulis merupakan Mahasiswa Magister Ilmu Ekonomi Keuangan Negara dan Daerah Universitas Trisakti/Founder Women Conneected


Opini Terbaru