• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Kamis, 22 Februari 2024

Opini

Dinamika Jelang Satu Abad NU

Dinamika Jelang Satu Abad NU
Foto bersama Pejabat Rais Aam PBNU KH Mifachul Akhyar, Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, dan Sekjen PBNU H Ahmad Helmy Fiashal Zaini (Foto: Istimewa)
Foto bersama Pejabat Rais Aam PBNU KH Mifachul Akhyar, Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, dan Sekjen PBNU H Ahmad Helmy Fiashal Zaini (Foto: Istimewa)

Oleh KH Abdullah Faishol
Perbedaan pendapat para ulama itu sudah hal biasa, khususnya di NU. Malah itu dinamika yang positif, untuk kemajuan organisasi. Seleksi alami siapa yang menakhodai kepimpinan akan lebih transparan, bila dimulai agak sedikit "kisruh", meski tetap mengedepankan akhlak mulia. 


Munculnya kelompok demo "pesanan" itu juga akan mudah dibaca. Tidak punya hak pilih atau hak suara kok demo? Apa kepentingannya? Logika akal sehat mana yang bisa menerima? Lebih-lebih dengan cara-cara yang tidak berakhlak dan tidak beradab. Hal itu jelas bukan tradisi NU.


Dari dinamika yang muncul menjelang Muktamar Lampung ini ada beberapa yang hal yang menarik:


Pertama, turun gunungnya kiai-kiai sepuh yang membuat suasana terasa ayem. Tenyata masih banyak stok kiai sepuh atau kiai keramat yang selama ini tirakat untuk NU, meski tidak muncul di media.


Kedua, soal jadwal Muktamar NU dimajukan atau dimundurkan dari tanggal, 23-25 Desember 2021 berdasarkan keputusan Konbes NU. Berawal dari rapat terbatas pemerintah tentang pemberlakuan PPKM level 3, akhirnya timbul pemikiran maju atau mundur, untuk menghargai kebijakan pemerintah. Syuriah dan Tanfidziyah PBNU berbeda pendapat. Syuriah ingin maju dan Tanfidziyah ingin mundur. Masing-masing memiliki dasar argumentasi yang sama-sama kuat. Akhirnya tidak maju dan tidak mundur, melainkan tetap, sesuai hasil keputusan Konbes (Konferensi Besar) NU, karena rencana penerapan PPKM level 3 dibatalkan.


Ada hal menarik untuk dikaidahkan dalam fiqh organisasi, jika ada ikhtilaf antara pengurus syuriah dan tanfidziyah mana yang harus dipegangi?


اذا اجتمع الاختلاف بين شورية وتنفيذية غلب كونبيس


Jika terjadi perbedaan antar Syuriah dan Tanfidziyah maka dimenangkan hasil Konbes.


Percayalah, jelang Muktamar ke-34, NU tetap kompak, solid, dan adem ayem.


Penulis adalah Rais Syuriyah PCNU Sukoharjo


Opini Terbaru