Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Saya, Ackie Udin dan Kiai Abun

Saya, Ackie Udin dan Kiai Abun
Saya, Ackie Udin dan Kiai Abun
Saya, Ackie Udin dan Kiai Abun

Saya dengan ajengan Ackie Udin adalah dua santri di antara puluhan ribu santri Cipasung lainnya yang merasa sangat terpukul dengan kepergian guru kami tercinta Almagfurlah KH Bunyamin Ruhiat. Selama 8 tahun saya ngaji beberapa kitab Nahwu shorof dan ushul fiqih,  dari mulai Jurumiah, Mutammimah, Alfiah Ibnu Malik, Waroqot,  Alluma dan Latoiful isyaroh. Apalagi ajengan Udin lebih lama lagi dibimbing oleh beliau, kurang lebih sekitar  12 tahunan. 


Ketika kami menjadi santri Cipasung, Kiai Abun masih sangat muda dan energik. Beliau Kyai yang sangat telaten dan istiqomah, jarang sekali beliau absen untuk  mengajar baik di sekolah, di kampus maupun di pesantren, kecuali dalam keadaan sakit atau ada keperluan mendesak saja. Di saat pesantren dipimpin oleh kakaknya Almagfurlah KH Ilyas Ruhiat yang waktu itu sering kali keluar pesantren,  karena  dipercaya menjadi Rois Am PBNU , maka Kyai Abun bersama kakaknya yang lain yaitu Almagfurlah KH Dudung Abdul Halim dan saudara-saudara beliau lainnya yang lebih sering berada di pesantren dalam membina para santri.


Semua alumni Cipasung juga  pasti mengakui , bahwa Kiai Abun adalah Bapak Pembangunan Cipasung. Beliau bukan hanya kiai yang ahli ngaji , tapi juga arsitek ulung Pembangunan sarana prasarana yang ada di Cipasung.  


Perhelatan Muktamar NU ke 29 di Cipasung, yang fenomenal dan bersejarah, tak lepas dari tangan terampilnya Kyai Abun. Bisa dibayangkan, pada waktu itu para kiai pesantren masih sangat sulit untuk menembus tirani orde baru. Tapi dengan kecerdasan kiai Abun, semua bisa diatasi, sehingga Muktamar NU pun sukses digelar di pesantren yang didirikan oleh Almagfurlah KH Ruhiat, ayahandanya. 


Kini suara lembutnya Kiai Abun tak kan terdengar lagi, tatapan matanya yang tajam tak kan terasa lagi,  senyum renyahnya tak kan terlihat lagi. Kemarin  Allah ta'ala telah memanggil untuk menghadap hadirat Nya. 


من أنا من أنا من أنا لولاكم 
كيفما حبكم كيفما اهواكم 


Selamat jalan Kiaiku..
Selamat jalan Guruku..
Selamat berjumpa dengan rahmat Allah dan segala kenikmatan surgaNya..
Al Fatihah...


KH Ahmad Ruhyat Hasby, Ketua MPP Komunitas Alumni Cipasung

Terkait

Obituari Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×