Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Indahnya Kebersamaan dalam Keberagaman dan Perbedaan 

Indahnya Kebersamaan dalam Keberagaman dan Perbedaan 
Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin membuka Kemah Moderasi 2022. (Foto: Kemenag/Benny Andrios)
Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin membuka Kemah Moderasi 2022. (Foto: Kemenag/Benny Andrios)

Bandung, NU Online Jabar
Malam itu, Ahad (28/8/22) kami rombongan Ormas Kepemudaan Islam dan penyuluh agama yang mewakili Provinsi Jawa Barat tiba di Camp Ground Ubaya Training Center (UTC) Tawas, Mojokerto, Jawa Timur. Selama empat hari dari tanggal 28-31 Agustus 2022 kami akan mengikuti Kemah Moderasi yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI). 

 

Kemah Moderasi yang bertajuk ‘Membangun Harmoni dalam Kehidupan Sosial’ ini diikuti oleh para penyuluh agama dari berbagai agama seperti Islam, Katolik, Hindu, Budha, Kristen, dan Konghucu dari berbagai daerah di Pulau Jawa dan Bali, serta Ormas Kepemudaan Islam. 

 

Selama kegiatan, para peserta diharapkan untuk bersosialisasi dengan para peserta lainnya yang berasal dari berbagai daerah dan agama yang berbeda pula. Hal itu bertujuan untuk menumbuhkan sikap tolernasi dan saling menghargai kebudayaan serta keyakinan orang lain.  

 

Kebetulan kami berada satu barisan dengan tenda dari rombongan Kristen dan Budha. Tidak ada yang spesial memang, biasanya kami hanya mengisi waktu luang dengan bernyanyi dan berbincang santai di sela-sela kegiatan. 

 

Tapi ada satu hal yang cukup menarik perhatian saya. Jadi, lokasi tenda kami ini tidak jauh dari dapur umum, dan tidak jauh dari sana pula terdapat satu tenda yang cukup besar yang dijadikan sebagai musala. Panitia selalu mengumandangkan adzan tatkala waktu shalat tiba, suara adzan pun terdengar sampai sudut camp ground yang cukup luas itu. 

 

Yang menarik perhatian saya adalah bagaimana teman-teman kami dari Kristen dan Budha selalu menghentikan aktivitasnya tatkala adzan berkumandang, ini bukan sekali saja. Saya menyaksikan secara langsung kejadian ini selama mengikuti kegiatan Kemah Moderasi itu. Betapa indahnya pemandangan yang saya saksikan ini. 

 

Mengutip kalimat impresif dari salah seorang teolog Kristen Pastor Hans Kung yang sarat nilai moderasi beragama. "Tidak ada perdamaian di antara bangsa-bangsa tanpa perdamaian di antara agama-agama. Tidak ada perdamaian antar agama tanpa dialog antar agama. Tidak ada dialog antar agama tanpa penyelidikan atau investigasi tentang fondasi agama-agama."

 

Betapa indahnya toleransi jika kita bisa saling menghargai kepercayaan dan budaya orang lain. Inilah indahnya kebersamaan dalam keberagaman dan perbedaan. 

 

Penulis: Agung Gumelar

Terkait

Ngalogat Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×