Home Nasional Warta Adrahi Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Haji itu Wukuf di Arafah (1)

Haji itu Wukuf di Arafah (1)
Haji itu Wukuf di Arafah (1). (ilustrasi: NUO).
Haji itu Wukuf di Arafah (1). (ilustrasi: NUO).

الحمد لله الذي فرض الحج من استطاع اليه سبيلا
اشهدان لا اله الا الله وحده لا شريك له لا مماثلا واشهد ان محمدا عبده ورسوله ذوا لمقام الاعلى، اللهم صل وسلم على النبي المصطفى سيدنا محمد وعلى اله وصحبه اهل الصدق والوفى. اما بعد ؛


Ibadah Haji adalah impian yang diidolakan oleh setiap muslim yang mukallaf, mengapa tidak? Karena ibadah haji dapat menghantarkan seorang muslim untuk mendapatkan rahmat Allah yang paling besar kelak, yaitu surga. Ibadah haji merupakan rukun untuk melengkapi dan menyempurnakan rukun-rukun islam yang lainnya; syahadat, shalat, zakat, dan puasa di bulan ramadhan.


Syahadat adalah keyakinan qalbu atas ke-Mahaesaan Dzat Penguasa, Maha Pencipta, Pengurus, Pengatur, Pemelihara manusia dan alam semesta, yang berhak disembah, dan tiada yang berhak disembah selain dari-Nya, disertai dengan pengakuan, kesaksian bahwa Nabi Muhammad saw adalah utusan-Nya. Syahadat merupakan pondasi keimanan, keislaman, bagian terpenting untuk bertumpu bagian-bagian lainnya.


Sementara shalat sebagai kewajiban harian yang mesti dikerjakan dan didirikan selagi ada kemampuan melaksanakannya dan tidak ada uzur yang membolehkan meninggalkannya.
Sebagai implementasi dari pengakuan, kesaksian bahwa tiada Tuhan selain Allaah dan Nabi Muhammad sebagai utusan-Nya, shalat berfungsi mencegah, menghalangi dari perbuatan keji dan munkar "ننهى عن الغخشاء والمنكر". Kewajiban shalat tidak mengenal status sosial, semua muslim mukallaf harus mengerjakannya.


Lain halnya dengan zakat, dia difardhukan bagi mereka yang mempunyai penghasilan yang memiliki kriteria wajib zakat setelah nisab dan haul. Zakat berfungsi menyucikan jiwa muzakki dari dosa dan membersihkan harta dari hak orang lain, 


"خذ من اموالهم صدقة تطهرهم وتزكيهم..."


Ibadah Puasa diwajibkan bagi ummat Islam tiada lain agar bertaqwa,


"...لعلكم تتقون


Taqwa adalah jaminan dari Allaah swt untuk mendapatkan rahmat-Nya,


"...ورحمتي وسعت كل شيء فساكتبها للذين يتقون.


Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu dan Aku tetapkan bagi orang-orang yang bertaqwa (al-quran). Rahmat terbesar dan paling berharga bagi manusia adalah sorga. Sebanyak amal shaleh apapun tanpa rahmat Allah, seorang pun tak akan bisa memasukinya.


Rasulullah saw bersabda:"Salah seorang di antara kalian tidak akan masuk sorga dengan amal kalian. Sahabat bertanya",  "Dan tidak juga Engkau yaa Rasuulallah?". "Dan tidak juga aku, tapi aku masuk surga lantaran ditanggung, dijamin oleh rahmat Allah".


Jadi pintu surga adalah rahmat Allah, sementara kuncinya adalah taqwa.


Bulan Ramadhan dibagi 3 (tiga) zona waktu; awwaaluhuu rahmatun, wa wasthuhuu maghfiratun, wa aakhiruhuu 'itqun minannaari", awalnya rahmat, tengah ampunan, dan akhirnya pembebasan dari api neraka. Tidak akan bebas dari api neraka tanpa ampunan Allah, tak akan diampuni dosa tanpa rahmat Allah. 


"فمن زحزح عن النار وادخل الجنة فقد فاز..."  


"Barang siapa yang telah bersih dosa diangkat dari neraka dan dimasukkan sorga sungguh sangat bahagia...".(Bersambung)


KH Awan Sanusi, salah seorang A'wan PWNU Jawa Barat

Terkait

Ngalogat Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×