Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

KH Zakky Mubarak: Makna Puji dalam Kalimat Hamdalah

KH Zakky Mubarak: Makna Puji dalam Kalimat Hamdalah
KH Zakky Mubarak: Makna Puji dalam Kalimat Hamdalah. (Foto: Ss FB Zakky Mubarak Syamrakh).
KH Zakky Mubarak: Makna Puji dalam Kalimat Hamdalah. (Foto: Ss FB Zakky Mubarak Syamrakh).

Jakarta, NU Online Jabar
Salah seorang Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Zakky Mubarak menjelaskan mengenai makna kalimat hamdalah dan macam-macam pujian. Menurutnya, kita sering menerjemahkan kalimat hamdalah, yaitu “Alhamdulillahi rabbil ‘alamiin” dengan makna “segala puji milik Allah”.


Kiai Zakky menjelaskan bahwa ada empat macam pujian. Pertama, puji qadim ala qadim. Yaitu memujinya Allah terhadap Dzatnya. Contohnya, “Inni ana gafurur rahiim” yang artinya “aku adalah tuhan yang maha pengampun dan maha penyayang.”


Kedua, puji qadim ala huduts. Yaitu memujinya Allah terhadap makhluknya. Contohnya, Allah memuji Nabi Muhammad, orang muslim, dan orang yang beriman. 


Ketiga, puji huduts ala qadim. Yaitu memujinya makhluk terhadap Allah SWT. Contohnya, kalimat yang mengagungkan Allah SWT, seperti Masyaalah, Subhanallah.


”Misalnya, yang kita lakukan sering kalo ketika berdoa “Allahumar zukna innaka khairur razikin”. Ya Allah berilah kami rizki, sesungguhnya engkau adalah pemberi rizki yang baik. Itu pujian kita kepada Allah,” sambungnya. 


Keempat, puji huduts ala huduts, yaitu memujinya makhluk terhadap makhluk. Contohnya, ketika kita memuji teman kita karena kecantikan atau kepintarannya. Itulah empat macam pujian yang harus kita ketahui. Namun, dari empat macam pujian tersebut pada hakikatnya adalah semua milik Allah SWT.


“Semua tuh milik Allah semuanya. Nah karena itu, barang  siapa yang bersyukur pada dirinya sendiri, bersyukur pada sesamnya, sama dengan bersyukur kepada Allah SWT. Mengapa pujian kita kepada orang lain hakikatnya adalah memuji Allah, mengapa orang lain itu sukses, dll, yang kita puji itu karena karunia dari Allah. Maka itulah yang disebut kita dengan empat puji tadi,” pungkasnya. 


Pewarta: Isna Fitriani
Editor: Muhammad Rizqy Fauzi

Terkait

Nasional Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×