• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Senin, 15 April 2024

Nasional

HAJI 2024

Jika Syarat Ini Terpenuhi, Indonesia Bakal Jadi Negara Terbesar Pengguna Fast Track Haji 2024

Jika Syarat Ini Terpenuhi, Indonesia Bakal Jadi Negara Terbesar Pengguna Fast Track Haji 2024
Layanan Fast Track jamaah haji (Foto: kemenag.go.id)
Layanan Fast Track jamaah haji (Foto: kemenag.go.id)

Bandung, NU Online Jabar
Pada musim haji 2024, sebagian jamaah haji Indonesia berpotensi untuk mendapatkan fasilitas Fast Track yang mempermudah proses perjalanan ke tanah suci. 


Fasilitas ini telah menjadi berkah bagi para jamaah sejak tahun 2018 dengan menyederhanakan proses pengecekan dokumen keimigrasian sebelum keberangkatan, seperti visa dan paspor, yang biasanya dilakukan di bandara asal.


"Fast track adalah suatu platform di mana jamaah diberikan kemudahan akses keimigrasian di tanah air dan tidak lagi saat tiba di Arab Saudi," ujar Dirjen PHU Kemenag, Hilman Latief, ketika bersama Wakil Menteri Haji dan Umrah Bidang Ziarah Arab Saudi, Muhammad Abdurrahman Al-Bijawi, serta delegasi Mecca Road, meninjau lokasi fasilitas fast track di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (26/2/2024).


Hilman mengungkapkan bahwa pada tahun 2024 ini, sebanyak 55 ribu jamaah haji reguler 1445H/2024 M akan mendapat fasilitas layanan fast track di Bandara Soekarno-Hatta. 


Selain itu, Kementerian Agama bersama instansi terkait sedang berupaya memperluas cakupan layanan fast track bagi jamaah yang akan berangkat melalui bandara Juanda Surabaya dan Adi Sumarmo Solo.


"Jika dua bandara yakni Juanda Surabaya dan Adi Sumarmo Solo memenuhi syarat pelayanan fast track, maka total ada 128 ribu jamaah yang dapat menikmati layanan tersebut," tambah Hilman. 


Dengan demikian, Indonesia berpotensi menjadi negara terbesar pengguna fast track di musim haji 1445H/2024M.


Keberhasilan ini tidak hanya akan mempercepat proses perjalanan jamaah haji, tetapi juga menandai komitmen pemerintah dalam meningkatkan kenyamanan dan efisiensi bagi para calon haji Indonesia.


Dikutip dari laman Kemenag, Hilman mengatakan kunjungan delegasi Mecca Road tersebut untuk memastikan kesiapan dan tempat fasilitas fast track di Bandara Soekarno-Hatta termasuk alur kedatangan dan keberangkatan jamaah haji. 


Pada musim haji 2023 sebanyak 55.321 jamaah telah menerima fasilitas Fast Track di dua embarkasi yakni Bandara Soetta, yaitu: Jakarta - Pondok Gede (JKG) dan Jakarta-Bekasi (JKS). Dengan fasilitas layanan fast track ini, jamaah bisa segera menuju bus untuk selanjutnya berisitirahat di hotel sesampainya di Arab Saudi. 


Hal ini berbeda dengan jamaah yang tidak mendapat layanan fast track. Mereka harus melewati pemeriksaan petugas terlebih dahulu dan memakan waktu yang cukup lama sekira satu hingga tiga jam.


Sebagai informasi, kuota haji Indonesia tahun 2024 ini berjumlah 221.000. Selain itu, Indonesia juga mendapat tambahan kuota sebesar 20.000 orang sehingga totalnya 241.000 jamaah. Jumlah ini terdiri atas 213.320 jamaah haji reguler dan 27.680 jamaah haji khusus.
 


Nasional Terbaru