• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Sabtu, 20 April 2024

Kuluwung

Catatan Perjalanan #8; Pengorbanan Karena Cinta adalah Suka Cita

Catatan Perjalanan #8; Pengorbanan Karena Cinta adalah Suka Cita
Catatan Perjalanan #8; Pengorbanan Karena Cinta adalah Suka Cita
Catatan Perjalanan #8; Pengorbanan Karena Cinta adalah Suka Cita

Haji dan Umroh adalah ”panggilan” (calling) Setiap orang pada dasarnya ”dipanggil” untuk melaksanakan Haji dan Umroh. Panggilan tersebut bersifat umum, semua orang, tanpa kecuali (QS – Al-Hajj ayat 27). Keseriusan, kesungguhan, dan kekhusyu’an kita dalam melakukan Haji dan Umroh menjadi ukuran apakah Haji dan Umroh kita adalah jawaban tulus atas ”panggilan” atau bukan. 


Haji dan Umroh adalah Ibadah, Ibadah adalah ”setiap amal yang Allah Ridho dan Allah suka”. ”ismun jaamiun limaa yuhibbuhullah wa yardhohu”.


Ibadah harus dilakukan dengan benar, khusyu’, serius, dan sungguh-sungguh. 


Ibadah menuntut pengorbanan (harta, lelah fisik, mental bahkan jiwa), namun pengorbanan untuk suatu idealisme (ibadah) adalah kebahagiaan, dan pengorbanan karena “cinta” adalah “suka cita”.


اللَّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا وَعَافِنَا وَاعْفُ عَنَّا وَعَلَى طَاعَتِكَ وَشُكْرِكَ أَعِنَّا وَعَلَى غَيْرِكَ لَا تَكِلْنَا وَعَلَى الْإِيْمَانَ وَالْإِسْلَامِ الكَامِل جَمِيْعًا تَوَفَّنَا وَأَنْتَ رَاضٍ عَنَّا اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي بِتَرْكِ الْمَعَاصِيْ أَبَدًا مَا أَبْقَيْتَنِيْ وَارْحَمْنِيْ أَنْ أَتَكَلَّفَ مالايَعْنِينِي وَارْزُقْنِي حُسَنَ النَّظَرِ فِيْمَا يُرْضِيْكَ عَنِّي يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ


Ya Allah, terimalah amalan kami, sehatkanlah kami, maafkanlah kesalahan kami dan tolonglah kami untuk taat dan bersyukur kepada-Mu. Jangan Engkau jadikan kami bergantung selain kepada-Mu. Matikanlah kami dalam iman dan Islam secara sempurna dan Engkau ridha. Ya Allah rahmatilah kami sehingga mampu meninggalkan segala maksiat selama hidup kami, dan rahmatilah kami sehingga tidak berbuat hal yang tidak berguna. Karuniakanlah kami pandang yang baik terhadap apa-apa yang membuat-Mu ridha terhadap kami, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih.


اللَّهُمَّ اجْعَلْ لِكُلِّ شَعْرٍ نْورًا يَوْمَ القِيَامَةِ 


"Ya Allah, jadikanlah setiap helai rambut (yang dipotong) menjadi cahaya (bagiku) pada hari kiamat"


اللَّهُمَّ أَثْبِتْ لي بِكُلِّ شَعْرَةٍ حَسَنَةً، وَامْحُ عَنِّي بِهَا سَيِّئَةً


"Ya Allah, tetapkan bagiku pada setiap helai rambut yang aku potong menjadi satu kebaikan dan hapusnya dosa. Dan karenanya, angkatlah untukku satu derajat di sisi-Mu."
Aamiin. 


Mas’a, Lepas Tengah Malam
Rabi al-Tsany 5, 1445 H
Oktober 20, 2023


KH Tatang Astarudin, Pengasuh Pondok Pesantren Mahasiswa Universal Kota Bandung


Kuluwung Terbaru