Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Rutin Baca Shalawat Ini Sebelum Maghrib Bisa Menambah Kecintaan kepada Rasulullah Saw

Rutin Baca Shalawat Ini Sebelum Maghrib Bisa Menambah Kecintaan kepada Rasulullah Saw
Rutin Baca Shalawat Ini Sebelum Maghrib Bisa Menambah Kecintaan kepada Rasulullah Saw. (Foto: NU Online Said)
Rutin Baca Shalawat Ini Sebelum Maghrib Bisa Menambah Kecintaan kepada Rasulullah Saw. (Foto: NU Online Said)

Bandung, NU Online Jabar
Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengungkapkan rasa cinta kepada baginda Rasulullah Saw. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan rutin membaca shalawat. Tentunya hal ini dilakukan sesuai dengan tuntunan dari seorang guru, kiai atau ulama agar lebih afdal. 

 

Sebagaimana dijelaskan oleh ustadz Zainal Abidin, Bidang Dakwah DKM Masjid PWNU Jawa Barat bahwa ada amalan-amalan tertentu yang bisa menambah rasa cinta dan kekaguman kita kepada baginda Nabi Muhammad Saw. 

 

Ustadz Zainal menerangkan bahwa ada bacaan shalawat yang jika diamalkan secara rutin setiap sebelum Maghrib salah satu faedahnya adalah menambah rasa cinta kita kepada Rasulullah Saw, shalawat itu yakni shalawat tahrim. 

 

Shalawat yang diciptakan oleh Syekh Mahmoud, Khalil al-Hussary, Ketua Jam’iyyatul Qurra’ Huffadz di Kairo, Mesir ini mungkin sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Shalawat ini sering diputar di masjid-masjid sebelum adzan Maghrib atau Subuh. 

 

Berikut lafal bacaan shalawat tahrim: 

 

الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْكَ ۞ يَاإمَامَ الْمُجَاهِدِيْنَ ۞ يَارَسُوْلَ اللهْ • الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْكَ ۞ يَانَاصِرَ اْلهُدَى ۞ يَا خَيْرَ خَلْقِ اللهْ • الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْكَ ۞ يَانَاصِرَ الْحَقِّ يَارَسُوْلَ اللهْ • الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْكَ ۞ يَامَنْ اَسْرَى بِكَ مُهَيْمِنُ لَيْلًا نِلْتَ ۞ مَا نِلْتَ وَالأَنَامُ نِيَامْ وَتَقَدَّمْتَ لِلصَّلَاةِ فَصَلَّ كُلُّ مَنْ فِى السَّمَاءِ وَاَنْتَ الْإِمَامْ وَاِلَى الْمُنْتَهَى رُفِعْتَ كَرِيْمًا وَ سَمِعْتَ نِدَاءً عَلَيْكَ السَّلَامْ ۞ يَا كَرِمَ الْأَخْلَاقْ ۞ يَارَسُوْلَ اللهْ ۞ صَلىَ اللهُ عَلَيْكَ ۞ وَ عَلىَ عَلِكَ وَ اَصْحَابِكَ أجْمَعِيْنَ۞

 

Ash-shalaatu was-salaamu ‘alaiyk, Yaa imaamal mujaahidiin, Yaa Rasuulallaah Ash-shalaatu was-salaamu ‘alaaik, Yaa naashiral hudaa, Yaa khayra khalqillaah Ash-shalaatu was-salaamu ‘alaaik, Yaa naashiral haqqi yaa Rasuulallaah Ash-shalaatu was-salaamu ‘alaaik.

 

Yaa Man asraa bikal muhayminu laylan nilta, Maa nilta wal-anaamu niyaamu, Wa taqaddamta lish-shalaati fashallaa kulu man fis-samaai wa antal imaamu wa ilal muntahaa rufi’ta kariiman wa ilal muntahaa rufi’ta kariiman wa sai’tan nidaa ‘alaykas salaam, Yaa kariimal akhlaaq yaa Rasuulallaah, Shallallaahu ‘alayka, Wa ‘alaa 'aalika wa ashhaabika ajma’iin.

 

Artinya, “Shalawat dan salam semoga dilimpahkan padamu wahai pemimpin para pejuang, Yaa Rasulullah, Salawat serta salam semoga diberikan kepadamu wahai penuntun petunjuk Ilahi, wahau makhluk yang paling baik, Salawat dan salam semoga tercurahkan atasmu, Wahai penolong kebenaran, Ya Rasulullah, Salawat dan salam semoga tercurahkan kepadamu.

 

Duhai Yang Memperjalankanmu pada malam hari, Dialah Yang Maha Melindungi, Kau memperoleh apa yang engkau dapat sedangkan seluruh manusia tidur, Di belakangmu ada semua penghuni langit saat mengerjakan salat dan engkau jadi imam, Kau diberangkatkan menuju Sidratul Muntaha sebab kemulianmu, Dan suara ucapan salam atasmu kau dengar. Wahai yang sangat mulia akhlaknya, Ya Rasulullah, Semoga salawat selalu dilimpahkan kepadamu, untuk keluarga dan sahabatmu.”

 

Ustadz Zainal mengungkapkan bahwa ijazah shalawat ini ia dapatkan dari Mama KH Falak Ibnu Abbas Pondok Pesantren, Pagentongan, Bogor. 

 

Adapun keutamaan dari shalawat ini antara lain: 

 

1.    Menambah kecintaan kepada baginda Rasulullah Saw. 

2.    Semakin mencintai ajaran Rasulullah Saw.

3.    Semakin komitmen dengan ajaran Rasulullah Saw. 

4.    Semakin yakin akan kebenaran ajaran yang dibawa Rasulullah Saw. 

 

Demikian amalan shalawat agar kita senantiasa selalu cinta kepada baginda Nabi Muhammad Saw. Semoga dengan senantiasa mengamalkan amalan shalawat ini kita dicintai dan diakui sebagai umatnya serta kelak di akhirat mendapatkan syafaatnya. Aamiin ya rabbal ‘alamiin. Wallahu a’lam

 

Pewarta: Agung Gumelar

Ubudiyah Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×