• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Rabu, 21 Februari 2024

Kabupaten Cirebon

Dihadapan Alumni Fakultas Syariah UIN Bandung 1983, H Imron Rosyadi Ungkap Pentingnya Pemimpin Kuasai Disiplin Ilmu

Dihadapan Alumni Fakultas Syariah UIN Bandung 1983, H Imron Rosyadi Ungkap Pentingnya Pemimpin Kuasai Disiplin Ilmu
Dihadapan Alumni Fakultas Syariah UIN Bandung 1983, H Imron Rosyadi Ungkap Pentingnya Pemimpin Kuasai Disiplin Ilmu
Dihadapan Alumni Fakultas Syariah UIN Bandung 1983, H Imron Rosyadi Ungkap Pentingnya Pemimpin Kuasai Disiplin Ilmu

Cirebon, NU Online Jabar
Bupati Kabupaten Cirebon yang juga sebagai salah seorang a'wan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat, H Imron  Rosyadi mengungkapkan bahwa wilayah Cirebon zaman dulu merupakan tempat yang mempunyai peranan penting dalam perjalanan sejarah kewilayahan di Nusantara. 


"Dalam catatan sejarah, Cirebon merupakan tempat persinggahan para pelancong dunia. Di sini banyak jejak-jejak peninggalan bangsa di dunia. Cirebon juga menjadi stasiun pusat. Semua orang yang mau ke barat atau ke timur, keretanya berhenti di sini. Dulu, orang yang mau pergi haji diawali dan diakhiri dari Cirebon. Saat ini banyak orang China singgah disini sekedar untuk mencari jejak-jejak budayanya di Cirebon. Karena dulu, sebelum ke Jawa, Laksamana Cengho, pertama singgahnya di Cirebon ini," ucapnya saat sambutan dalam acara silaturahmi Alumni Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung angkatan 1983 di Pendopo Kabupaten Cirebon, Sabtu (11/11/2023). 


H Imron Rosyadi mengatakan karena atas dasar Cirebon menjadi pusat persinggahan, maka bangunan pendopo milik Kabupaten Cirebon ia desain menjadi bangunan milik semua warga masyarakat Cirebon. "Menjadi milik semua warga dalam artian semua masyarakat dapat memakai fasilitas pendopo secara bersama-sama," terangnya.


"Bangunan pendopo saya jadikan tempat pertemuan berbagai ormas, para ulama dan umaro. Hal ini saya lakukan supaya ada kesan bahwa pendopo itu adalah bangunan kebanggaan milik rakyat Cirebon. Lebih jauhnya lagi supaya masyarakat tertarik untuk menjadi pemimpin di Cirebon, termasuk misalnya menjadi bupati," tegasnya. 


Lebih lanjut, pria yang pernah menjabat kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bandung Barat dan Cirebon ini, kedepannya berharap agar daerah yang satu karakter dengan Cirebon dapat dipimpin oleh orang yang kompeten baik di bidang agama maupun di bidang umum. Menurutnya, karena Cirebon merupakan daerah yang heterogen, maka tipe pemimpinnya juga harus pemimpin yang mampu menguasai berbagai disiplin keilmuan. 


"Kalau mengambil pendapat Ibnu Khaldun, pemimpin itu harus menguasai multi disiplin ilmu seperti ilmu politik, sosial, dan agama. Yang paling penting juga bagi pemimpin, yakni kemampuannya dalam mensinergikan antara kaum elit, penguasa, rakyat, dengan agamanya," tandas H Imron Rosyadi. 


Sebagai informasi, kegiatan rutin alumni Fakultas Syariah UIN Sunan Gunung Djati Bandung tahun 1983 itu selalu digelar minimal setiap satu tahun sekali. H Imron Rosyadi sendiri merupakan bagian dari alumni. 


Kabupaten Cirebon Terbaru