• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Senin, 15 April 2024

Daerah

Lipsud Covid-19

KH Oman Komarudin: Cegah Pandemi Lahir dan Batin

KH Oman Komarudin: Cegah Pandemi Lahir dan Batin
KH Oman Komarudin, Ketua MUI Kabupaten Sukabumi dan salah seorang Pengasuh Pesantren Al-Masthuriyah. (Foto: Nu Online Jabar/Amus Mustaqim)
KH Oman Komarudin, Ketua MUI Kabupaten Sukabumi dan salah seorang Pengasuh Pesantren Al-Masthuriyah. (Foto: Nu Online Jabar/Amus Mustaqim)

Sukabumi, NU Online Jabar
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi KH. Oman Komarudin mengakui pengaruh pandemi Covid 19 berdampak terhadap semua lini kehidupan. Pendidikan, ekonomi, silaturrahmi, bahkan shalat berjamaah pun harus memakai jarak. Padahal dalam beberapa keterangan, barisan dalam shalat itu harus rapat.  Untuk mencegah penyebaran pandemi ini, menurutnya perlu keseimbangan ikhtiar, lahiriyah dan batiniah. Secara lahir  selalu mematuhi prokotol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah. Secara batin, selalu berdoa misalnya dengan mendawamkan Qunut Nazilah dalam shalat lima waktu. 

Demikian pokok pembicaraan salah seorang Pengasuh Pesantren Al-Mathuriyah itu dengan NU Online Jabar, Kamis (26/11)

Kiai Oman mengajak agar di antara sesama warga bangsa tidak perlu saling menyalahkan. Menurutnya, dalam Al-Qur'an dijelaskan bahwa kerusakan di muka bumi terjadi karena ulah perbuatan manusia. 

“Barangkali kita harus sadar, ini merupakan teguran bahwa kita telah banyak berbuat dosa,” ujar Kiai Oman. “Allah tidak akan menzalimi suatu bangsa kecuali bangsa itu sendiri telah zalim kepada Allah. Wabah penyakit yang sudah hampir setahun ini, harus menyadarkan kita bahwa dampaknya terasa pada seluruh lini kehidupan," lanjutnya.

Kiai Oman mengakui adanya beragam pandangan tentang Covid-19, tetapi yang terpenting menurutnya, kita harus yakin bahwa wabah itu ada. Dengan demikian anjuran pemerintah berkaitan dengan protol kesehatan, harus di patuhi semaksimal mungkin oleh semua orang tanpa kecuali, termasuk di lingkungan pesantren. Apalagi pemerintah yang tidak hanya menganjurkan saja, tapi juga membantu penyediaan alat protol kesehatan.

"Di awal-awal adanya pandemi itu, sedang musinya pengajian. Ada banyak agenda pengajian yang saya batalkan. Pesantren juga sampai diliburkan," tuturnya.

Sebagai catatan, di Sukabumi sendiri pada awal Oktober ada kasus pesantren yang terpapar di kawasan Cibadak. Akibatnya Al-Masthuriyah turut diliburkan dan baru akan mulai aktif kembali bulan Januari 2021 

"Artinya pandemi ini berdampak, baik terhadap pribadi maupun pesantren" jelasnya.

Namun, bagi kiai Oman, pandemi tidak harus menjadi kendala yang mematikan dakwah. Dengan adanya teknologi, bisa disiasati dengan pengajian jarak jauh yang di tayangkan secara online. Cara tersebut diakuinya mendapatkan banyak sambutan dari masyarakat luas. Tidak hanya dari dalam negeri, melainkan juga dari luar negeri ikut menyambut baik.

Pewarta: Amus Mustaqim
Editor: Iip Yahya


Editor:

Daerah Terbaru