Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

KH Abdullah Fauzi Ungkap Pesan Mama Ahmad Djunaedi: Lamun Keur Cageur Sing Getol Ngaji, Komo Lamun Keur Gering

KH Abdullah Fauzi Ungkap Pesan Mama Ahmad Djunaedi: Lamun Keur Cageur Sing Getol Ngaji, Komo Lamun Keur Gering
Haul ke-32 Mama KH Ahmad Djunaedi dan Milad ke-97 Ponpes Miftahussa'adah. (Foto: Amus Mustaqim).
Haul ke-32 Mama KH Ahmad Djunaedi dan Milad ke-97 Ponpes Miftahussa'adah. (Foto: Amus Mustaqim).

Sukabumi, NU Online Jabar
Pondok Pesantren Miftahussa'adah Kota Sukabumi menggelar acara Haul Ke-32 Mama KH Ahmad Djunaedi dan Milad Pesantren Ke-97 pada Selasa, (22/03) yang bertempat di Pondok Pesantren yang beralamat di Jalan Kiai Ahmad Sanusi, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi.


Pengasuh Pondok Pesantren KH. Abdullah Fauzi dalam sambutannya menyampaikan, tujuan haul tersebut digelar semata-mata untuk berbakti terhadap orang tua


"Wabilwaalidaini Ihsaana. Harus membuat kebaikan terhadap kedua orang tua, siapa orang tua itu? Disebagian keterangan ada tiga. Pertama orang tua yang melahirkan, disebut orang tua Hakeki. Kedua mertua dan ketiga yang memberi ilmu," tutur Ama Cigunung sapaan akrabnya yang juga menjabat sebagai Rais Syuriah PCNU Kota Sukabumi itu


Ama juga menyampaikan ulang amanat yang pernah disampaikan Mama KH Ahmad Djunaedi terhadap dirinya 


"Mihape pasantren, sababaraha kali kaimpen. Nuju masih jumeneng na, saur mama, lamun ker cageur sing getol ngaji, komo lamun keur gering. Ini berat, belum sepenuhnya bisa terlaksana, karena jangankan dalam keadaan sakit, dalam keadaan sehat pun kita masih banyak malasnya," tambah Ama.


Ama Cigunung tersebut juga mengungkapkan, rata-rata muridnya Mama Ahmad Djunaedi dulu semua jadi kiai


"Rata-rata murid mama dulu, semua jadi kiai. Ternyata setelah di telaah kuncinya mama ngajarnya ikhlas. Salah satu ciri ikhlasnya, mama tidak pernah melihat banyaknya santri yang ngaji, sekalipun dua orang pasti ngaji penuh semangat," katanya


Menurut salah satu panitia pelaksana, Muhammad Mufti Diar Ramdani Pondok pesantren Miftaahussa’adah didirikan oleh Mama KH. Ahmad Djunaedi (Alm) pada tahun 1925 dan menjadi salah satu panglima Hizbullah pada masa pra kemerdekaan dan juga seorang pejuang Bojong Kokosan.


KH. Ahmad Djunaedi (Alm) adalah lulusan pesantren Gentur Cianjur, pesantren Miftahussa'adah kemudian lebih dikenal di masyarakat dengan sebutan “Pesantren Cigunung”. Beliau wafat pada tahun 1989 di usia 90 tahun. Sepeninggalnya kepengurusan pesantren Cigunung dilanjutkan oleh puteranya yaitu KH Abdullah Fauzi


Mufti juga mengungkapkan, bahwa gelaran Haul yang diperingati setiap tahunnya merupakan ajang pengikat antara santri, alumni dan pondok pesantren.


"Haul disini diperingati setiap tahunnya, bersamaan dengan ulang tahun pesantren. Tujuannya untuk mengikatkan tali silaturrahim antara guru yang ada di pihak pesantren dengan santri maupun alumni," pungkasnya.


Adapun rangkian acara pada Haul dan Milad tersebut diantaranya silaturrahmi Almuni semua angkatan, Ziarah kubur bersama, pembukaan dengan pembacaan simtuduror oleh santri, lantunan ayat suci Al-Qur'an, pembacaan manaqib Mama KH Ahmad Djunaedi dan Tabligh Akbar yang akan diisi oleh beberapa Mubaligh oleh Habib Alwy bin Ahmad bin Syihab pengasuh Pondok Pesantren Al Fakhriyah Tangerang. 


Pewarta: Amus Mustaqim
Editor: Muhammad Rizqy Fauzi

Terkait

Daerah Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×