Home Nasional Warta Adrahi Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Tiga Rekor MURI untuk PW JQHNU Jabar dalam Program SADESHA

Tiga Rekor MURI untuk PW JQHNU Jabar dalam Program SADESHA
Rekor MURI ketiga yang diterima PW JQHNU Jabar diperlihatkan oleh (dari kiri): H Cahya M Nuh, KH Lukman Hakim, KH Cecep A Syahid, dan H Ali Khosim (Foto: Dok. PW JQHNU Jabar)
Rekor MURI ketiga yang diterima PW JQHNU Jabar diperlihatkan oleh (dari kiri): H Cahya M Nuh, KH Lukman Hakim, KH Cecep A Syahid, dan H Ali Khosim (Foto: Dok. PW JQHNU Jabar)

Bandung, NU Online Jabar
Setelah dicanangkan pada 9 November 2018 di Pesantren Al-Falah  2 Nagreg, program unggulan Gubernur Jawa Barat H M Ridwan Kamil, Satu Desa Satu Hafizh (SADESHA), berjalan sesuai harapan. Dalam mewujudkan program ini Pemprov Jabar bermitra dengan Pengurus  Wilayah Jam’iyyatul  Qurra wal Huffazh Nahdlatul Ulama (PW JQHNU) Jabar. JQH adalah asosiasi para pembaca dan penghafal Al-Qur'an, sebuah badan otonom yang bernaung dalam Nahdlatul Ulama.

 

Sebagai pelaksana program, PW JQHNU Jabar senyiapkan semua keperluan mulai dari penyiapan materi pelatihan untuk pelatih (TOT), materi untuk peserta, perekrutan hafizh dan hafizhah, dan penempatan di desa-desa. Ribuan hafiz dan hafizhah secara bergiliran mengikuti pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan oleh PW JQHNU Jabar. 

 

Proses Diklat ini tak berjalan dengan mulus, terutama setelah pandemi Covid-19 menerpa. Namun, dengan mengikuti protokol kesehatan secara ketat, PW JQHNU Jabar berhasil melaksanakan Diklat sebagaimana yang ditargetkan oleh Pemprov.

 

Salah satu bukti keberhasilan PW JQHNU Jabar sebagai pelaksana program adalah diraihnya tiga rekor MURI selam aprogram berlangsung.

 

Pertama, rekor Pengiriman Hafizh Alquran ke Desa Terbanyak, yaitu 1.500 desa. Capaian ini sekaligus menjadi ajang peluncuran program SADESHA. Para hafizh dan hafizhah yang telah mengikuti Diklat, siap ditempatkan di desa terdekat dari tempat tinggalnya. 

 

Kedua, rekor Khatam Alquran oleh Hafizh terbanyak, yakni 250 khataman. Setiap penghafal membacakan 5 juz, jadi 30 juz Al-Qur’an diselesaikan oleh 6 orang. Inilah untuk kali pertama sejak dibangun oleh Pemerintah Hindia Belanda, Gedung Sate dipenuhi lantunan bacaan Alquran selama kurang lebih dua setengah jam.

 

Ketiga, rekor Wisuda Hafizh Alquran 30 Juz Terbanyak. Dalam kesempatan ini sebanyak 1.070 hafizh dan hafizhah diwisuda serentak. Sebagai bukti telah menghafal 30 juz, masing-masing mendapatkan Syahadah (sertifikat) dari PW JQHNU Jabar. Sebelumnya setiap hafizh dan hafizhah ini sudah memberikan pernyataan di atas materai bahwa mereka benar-benar telah menyelesaikan hafalan sebanyak 30 juz.

 

Ketiga rekor MURI itu juga menjadi milik Gubernur Jabar H M Ridwan Kamil dan Biro Kesra yang sebelumnya bernama Biro Yansos Pemprov Jabar.

 

Sadesha adalah cikal bakal dari mimpi besar Gubernur Jabar dalam mewujudkan visi misi Jabar juara lahir batin. Targetnya dalam 5 tahun kepemimpinannya, setiap desa di seluruh Jabar memiliki satu hafiz dan dapat berkembang dengan lahirnya hafiz-hafiz berikutnya. Selain sebagai ajakan dan motivasi bagi masyarakat untuk memelihara teks-teks Al-Qur'an, juga sebagai langkah strategis dalam pembinaan akhlak, terutama di kalangan generasi muda. 

 

Program ini juga telah menjadi cerita sukses kepempinan Gubernur Jabar H M Ridwan Kamil. Dalam kunjungan ke Jawa Timur belum lama ini, kisah Kang Emil mengenai SADESHA berhasil memukau para kiai di sejumlah pesantren besar yang dikunjunginya. Tak mengherankan jika di antara kiai itu ada yang mendoakannya agar ia bisa menjadi Presiden Republik Indonesia.

 

Iip Yahya

Risalah Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×