• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Minggu, 19 Mei 2024

Risalah

Dua Tahun Media Center PWNU Jabar

Dua Tahun Media Center PWNU Jabar
Salah satu tugas terbesar tim Medcen PWNU Jabar adalah liputan Muktamar NU di Lampung. Fahmi, Rizky dan Bagus, berhasil membuat film pendek yang banyak diapresiasi (Foto: Dok. Medcen).
Salah satu tugas terbesar tim Medcen PWNU Jabar adalah liputan Muktamar NU di Lampung. Fahmi, Rizky dan Bagus, berhasil membuat film pendek yang banyak diapresiasi (Foto: Dok. Medcen).

Dua tahun lalu, pada 15 Agustus 2020, Media Center PWNU Jawa Barat resmi beroperasi. Medcen, demikian biasanya lembaga ini disebut, menjadi kehumasan bagi PWNU Jabar di bidang media. Selain melayani kepentingan PWNU, Medcen juga membantu publikasi kegiatan lembaga dan badan otonom.


Secara teknis, Medcen memiliki dua lini kerja, website dan media sosial. Keduanya dipimpin oleh seorang Pemimpin Redaksi (Pemred). Karena tuntutan kerja, tim media sosial kian lama semakin membesar. Media sosial yang terus berkembang perlu diimbangi dengan kemampuan anggota tim dalam mengelolanya. Yang terakhir, Medcen memiliki tim tiktok yang paralel dengan materi reels di Instagram dan video di Facebook. 


Semua media ini dikelola secara organik, nyaris tanpa iklan atau promosi. Hal itu memang memperlambat perkembangan pengikut, tetapi akun para pengikut ini dipastikan sahih, ada orangnya, bukan robot. Saran beberapa kawan pegiat media juga begitu, tetap di jalur organik. Kampanye yang dilakukan bukan di medsos tetapi di darat, khususnya kepada warga NU di Jawa Barat. 


FB sampai Juli 2022 berpengikut 22.375, IG diikuti oleh 19.025, dan Youtube diikuti 8.554 followers. Jangkauan yang paling tinggi untuk satu postingan di ketiga platform ini, FB 152.557, IG 30.193 dan Youtube 40.207 pemirsa. Untuk capaian media sosial ini, konon, kami masih yang tertinggi di antara jejaring NU Online.


Selama dua tahun berjalan, sudah 6.960 artikel yang dimuat di website jabar.nu.or.id dengan rekor terbaru keterbacaan untuk satu artikel sebanyak 135.000 pembaca. Postingan tentang doa dan hal-hal yang membahas spiritualitas masih mendapatkan pembaca tertinggi. 


Namun, kami masih belum menemukan formula viral sebuah artikel atau tayangan. Prinsip kami adalah terus menerus istikomah memunggah materi, 10 postingan di web dan FB dan satu tayangan di IG setiap hari. Viral itu bagi kami adalah “karomah”, sebagaimana diajarkan dalam qaul ulama “al istiqomatu khairun min alfi karamah”.


Selama dua tahun, kami dibantu tanpa kenal lelah oleh para kontributor di 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat. Beberapa dari mereka secara mandiri mengembangkan diri dan memperluas keahlian bermedia melalui berbagai pelatihan yang banyak ditawarkan. Literasi Digital sudah jadi program nasional sehingga banyak tawaran kursus atau workshop yang dapat digunakan untuk meningkatan skill. Kami hanya membekali mereka dengan surat pengantar.


Satu hal yang kami sadari bersama, pengelolaan media itu berbeaya tinggi. Tayangan yang bagus, membutuhkan alat yang bagus pula. Prinsip ada harga ada rupa, tak bisa dihindari. Alat yang optimal untuk kerja, memerlukan dana yang maksimal pula. Sedikit demi sedikit, kami menabung dari sisa dana operasional dan "uang lelah" dari lembaga, Banom atau mitra yang menggunakan jasa tim, untuk kemudian dibelikan alat yang diperlukan.


Salah satu kegembiraan emasuki tahun kedua ini, Medcen melahirkan media baru untuk anak-anak muda, khususnya perempuan, yang tidak terwadahi melalui media yang mengatasnamakan PWNU. Minat mereka pada literasi sangat tinggi, tetapi juka dipaksakan harus mencapai standard di jabar.nu.or.id misalnya, tentu sangat berat. Maka kemunculan kutub.id menjadi solusi bagi anak-anak muda NU untuk menumpahkan gagasan, kreasi, dan laporan tentang apa saja yang mengelilingi kehidupan remaja/muda mereka. Ada bahasan soal drama Korea, resensi buku, film dan lagu terbaru. Tips kesehatan dan belajar. Semua hal yang dekat dengan dunia anak muda. Saat ini kutub.id digawangi aktivis PW IPPNU Jabar dengan perkembangan postingan dan keterbacaan yang terus meningkat.


Secara struktural, sebagaimana halnya kesekretariatan PWNU, Medcen saat di bawah kendali Sekretaris PWNU Jabar Muhamad Dawam. Ia berkomitmen untuk mengawal operasional Medcen terus meningkat dari waktu ke waktu. Dari pengalamannya mengelola lembaga sejenis, ia memang mengakui bahwa pengelolaan Medcen itu berbeaya tinggi, terutama untuk pengadaan alat. Oleh karena itu ia siap mendorong kemandirian Medcen secara bertahap.


Ala kulli hal, banyak yang dapat kami syukuri dalam perjalanan dua tahun ini. Banyak pula yang harus kami perbaiki sebanyak pekerjaan rumah yang harus kami atasi. 


Iip Yahya, Direktur Media Center PWNU Jabar.


Risalah Terbaru