Home Nasional Warta Adrahi Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Inilah Profil Singkat Ai Rahmayanti, Perempuan yang Duduk Sebagai Wasekjen PBNU

Inilah Profil Singkat Ai Rahmayanti, Perempuan yang Duduk Sebagai Wasekjen PBNU
Wasekjen PBNU, Ai Rahmayanti. (Foto: Istiqonita).
Wasekjen PBNU, Ai Rahmayanti. (Foto: Istiqonita).

Jakarta, NU Online Jabar
Pasca diumumkannya struktur Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) oleh Ketua Umum, Gus Yahya beberapa waktu lalu, ada beberapa nama dari perempuan menjadi pengurus di NU periode 2022-2027, salah satunya adalah Ai Rahmayanti. ia duduk sebagai Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PBNU.

 

Ai merupakan perempuan kelahiran Garut 8 November 1985 yang menjadi perempuan termuda yang duduk sebagai struktur PBNU.

 

Ia menyelesaikan pendidikan informalnya di Pondok Pesantren Almardiyatul Islamiyyah Bandung, Pondok Pesantren Cintawana Tasikmalaya, dan Pondok Pesantren As-Saefiyyah Garut. Sedangkan pendidikan formalnya ia tempuh di Komunikasi Penyiaran Islam UIN Bandung, Ilmu Dakwah UIN Bandung, dan saat ini sedang menempuh program doktoral Ilmu Pemerintahan di IPDN Jakarta.

 

Selain di bidang akademis, Ai juga aktif dalam berbagai lembaga maupun organisasi. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri) masa khidmah 2014-2017. Ia juga pernah aktif di Lembaga Kemaslahatan Keluarga (LKK) PBNU 2015-2021 pada bidang perlindungan perempuan dan anak, dilanjutkan menjadi koordinator demografi. Ia menjadi Koordinator Departemen Gender dan Budaya di Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) 2017-2022. 

 

Sejak 2020 hingga saat ini, Ai masih menjadi salah satu pengurus di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (K-Sarbumusi) yang menangani Pekerja Migran Indonesia (PMI). Ai juga merupakan  ketua Umum PP Rumah Perempuan dan Anak, serta Wakil Sekretaris Bidang Agama Kongres Wanita Indonesia (Kowani).

 

Seperti dilansir dari NU Online, ia akan berusaha menjalankan program yang dirancang dan disesuaikan dengan kebutuhan dan problematika keperempuanan.

 

Pertama, melakukan konsolidasi organisasi (jam’iyyah), harapannya seluruh pengurus wilayah dan cabang NU terdapat pengurus perempuan, begitu pula lembaga-lembaga agar bisa dipimpin oleh perempuan.

 

Kedua, bekerja untuk memperkuat komitmen keberagaman, moderasi beragama berbasis perempuan dan keluarga menjadi bagian dari membangun peradaban. 

 

Ketiga, perdamaian dunia dengan mengekspor Islam Nusantara, yang tentu di dalamnya ada peran perempuan khas Indonesia.

 

Keempat, membangun kemandirian jam’iyyah melalui (gerakan) Nahdlatut Tujjar di lingkungan perempuan Nahdliyin, pemberdayaan ekonomi dan pendidikan untuk perempuan. 

 

Pewarta: Isthiqonita
​​​​​​​Editor: Muhammad Rizqy Fauzi

Terkait

Profil Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×