• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Rabu, 24 April 2024

Opini

Ponpes Raudhatul Irfan: Apresiasi Ulama dan Pesantren Juara

Ponpes Raudhatul Irfan: Apresiasi Ulama dan Pesantren Juara
Raudhatul Irfan dan Apresiasi Ulama dan Pesantren Juara
Raudhatul Irfan dan Apresiasi Ulama dan Pesantren Juara

Pesantren Raudhatul Irfan Ciamis Alhamdulillah terus mendapatkan penghargaan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2019 juara pertama program One Product One Pesantren (OPOP) bidang pertanian, pada tahun 2022 juara pertama Pesantren Unggulan Priangan Timur yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Kpw Tasikmalaya dan Pada awal tahun 2023 ini pesantren Raudhatul Irfan mendapatkan dua penghargaan sekaligus pada program Apresiasi Ulama dan Pesantren Juara yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Biro Kesejateraan Rakyat.


Apa yang dimaksud dengan Apresiasi Ulama dan Pesantren Juara? Apa saja ikhtiar yang kami lakukan agar menjadi pesantren juara?


Apresiasi Ulama dan Pesantren Juara adalah apresiasi yang diberikan kepada ulama dan pesantren di wilayah Provinsi Jawa Barat dengan indikator; inovatif, inspiratif dan kreatif yang disesuaikan dengan sub-kategori yang telah ditentukan. Dilaksanakan secara objektif, transparan dan akuntabel yang dinilai oleh oleh tim yang ditunjuk oleh pemerintah provinsi Jawa Barat.


Program Apresiasi Ulama dan Pesantren Juara terdiri dari dari 5 tahap yaitu 1) Pendaftaran menggunakan platform digital, 2) Kelengkapan Administrasi untuk membuktikan ke-absahan sebagai bentuk integritas dan tanggungjawab bersama. 3) Visitasi oleh tim pemprov Jabar untuk memverifikasi data yang kita upload. 4) Penilaian dan 5) Pemberian Apresiasi. Tiga kata kunci dalam penilaian program Apresiasi Ulama dan Pesantren juara yaitu Kreatif, Inovatif dan Inspiratif.


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kreatif adalah memiliki daya cipta atau memiliki kemampuan untuk menciptakan, Inovatif bersifat memperkenalkan sesuatu yang baru; bersifat pembaruan (kreasi baru) diambil dari kata inovasi yang artinya penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya baik itu gagasan, metode, atau alat. dan Inspiratif adalah menimbulkan inspirasi atau mengilhami.


Lantas daya cipta dan pembaruan yang menginspirasi apa yang Pesantren Raudhatul Irfan lakukan?


Kreatifitas dan Inovasi yang kami ajukan pada kompetisi Ulama Juara adalah Kitab Kuning terjemah sunda, indonesia dan inggris yang kami namakan sebagai Kitab Kuning Metode Irfani. Saat ini sudah ada beberapa kitab yang kami terjemahkan kedalam bahasa inggris yaitu kitab Safinah Metode Irfani, Riyadhul Badi'ah Metode Irfani, Tijan Darori Metode Irfani, Tafsir Jalalain Juz 2 dan Juz 3. Rencana kami akan menerjemahkan semua kitab kuning yang dipelajari di Pesantren Raudhatul Irfan pada jenjang Ibtida dan Tsanawi. Kami juga memperlihatkan manuskrip yang kami namakan sebagai Mind Mapping Kitab Kuning yaitu menyajikan matan kitab kuning dalam bentuk skema agar mudah difahami para santri.


Manuskrip mind mapping kitab kuning yang sudah jadi yaitu kitab fathul qorib dan on progress kitab Fathul Mu'in dan Alfiyah ibn Malik. Alasan kami menerjemahkan kitab kuning kedalam bahasa inggris karena kami mempunya sekolah SMPIT dan SMAIT Irfani Quranicpreneur Bilingual School. sebagai sekolah bilingual tentu buku dan kitab yang dipakai para siswa juga harus bilingual. ide itu semakin kuat setelah kami lolos program English For Ulama yang juga diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. ada kebutuhan 'pasokan' da'i yang tidak hanya bisa membaca kitab kuning namun juga bisa mendakwahkannya dalam bahasa asing keberbagai belahan dunia. Ciri khas pesantren kami adalah Quranic Entrepreneurship. Para santri mempelajari cara membaca qur'an juga memahaminya dengan mempelajari tafsir, hadits dan beragam kitab kuning. 


Kemudian sisi entrepreneurshipnya kami mengajarkan para santri untuk berupaya menyelesaikan permasalahan masyarakat.


Salah satu masalah yang kami terus upayakan solusinya adalah masalah limbah penggilingan aren. Limbah ini kemudian kami jadikan media jamur merang, jamur merang tersebut kami jual tidak hanya yang mentahan namun juga kalengan siap saji. setelah dari media jamur merang dilanjut menjadi pupuk organik, dan pupuknya kami pakai untuk berbagai produk pertanian yang dikembangkan pesantren seperti Pepaya California Ciamis yang kami singkat menjadi PeCCi.


Keseluruhan rangkaian recicle limbah tadi kami namakan Irfani Integrated Farming for Waste Integrated Solution. Kreatifitas dan Inovasi inilah yang membuat Pesantren Raudhatul Irfan juara 1 OPOP dan juara 1 pada ajang apresiasi pesantren juara yang diselenggarakan Pemprov Jawa Barat.


Semoga kreatifitas dan inovasi Pesantren Raudhatul Irfan bisa menginspirasi pesantren-pesantren lainnya.


KH Irfan Soleh, Pengasuh Pondok Pesantren Raudhatul Irfan 


Opini Terbaru