• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Sabtu, 20 April 2024

Daerah

Program OPOP 2022 Dimulai, Kiai Mochammad Alwi: Wasilah Pesantren Wujudkan Lembaga yang Mandiri 

Program OPOP 2022 Dimulai, Kiai Mochammad Alwi: Wasilah Pesantren Wujudkan Lembaga yang Mandiri 
Sosialisasi program OPOP Jabar (foto: Abdul Mun'im Hasan)
Sosialisasi program OPOP Jabar (foto: Abdul Mun'im Hasan)

Cianjur, NU Online Jabar
Program OPOP (One Pesantren One Product) tahun 2022 dimulai dengan dilaksanakannya sosialisasi di Palace Hotel, Jl Raya Cipanas, Cianjur, Rabu (16/03).
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar menargetkan 270 pesantren pada program OPOP tahun ini. Sampai tahun 2021 program OPOP telah diikuti 2.574 pesantren dari target 5.000 pesantren hingga akhir 2023. 

OPOP ini merupakan program unggulan yang mulai diluncurkan oleh Pemprov Jabar pada akhir 2018 lalu, yang sampai saat ini terus bergulir menciptakan pesantren unggulan agar mampu mandiri secara ekonomi, sosial dan juga untuk memacu pengembangan skill, teknologi produksi, distribusi, pemasaran melalui sebuah pendekatan inovatif dan strategis dari Pemprov Jabar bersama Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) Provinsi Jawa Barat. 

Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bogor KH Mochammad Alwi Salah satu peserta pada sosialisasi tersebut mengatakan bahwa program ini sangat membantu bagi Pondok Pesantren yang memiliki wirausaha, apa pun bentuknya sehingga Pesantren dapat mewujudkan kemandirian ekonomi dan mensejahterakan para pengelola Pesantren. 


"Program OPOP menjadi wasilah untuk Pesantren dapat mewujudkan lembaga yang purna dalam kemandirian sehingga dapat memberikan kemaslahatan dunia hingga akhirat,” kata Pria Pengasuh Pondok Pesantren Modern Alawiyah Kota Bogor tersebut.


Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Pendidikan dan Pelatihan Perkoperasian dan Wirausaha (UP3W)-Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (Diskuk) Jabar Tini Djumartini mengatakan program ini merupakan bukti hadirnya bapak Gubernur Jabar hadir di setiap pesantren untuk mewujudkan kemandirian ekonomi Pesantren.


"Saat ini Pesantren menjadi pusat pembentukan SDM yang bukan hanya untuk mencetak pribadi mulia tetapi siap juga untuk memberikan bekal hidup dengan skill keterampilan untuk berwirausaha dalam sektor apa pun, baik perikanan, pertanian, pertenakan, dari hasil ini akan terwujud kemandirian Pesantren," katanya.


Untuk mengikuti program OPOP ini setiap Pesantren dapat mendaftarkannya secara online, dan nantinya mendapatkan pendampingan untuk menciptakan produk yang dihasilkan oleh pesantren. Pendaftaran dibuka mulai tanggal 4-31 Maret 2022 melalui https://opop.jabarprov.go.id/app/daftar lebih lengkap bisa lihat pada brosur ini, https://opop.jabarprov.go.id/app/media/templates/peserta/BROSUR_OPOP_2022.pdf


Hadir dalam acara sosialisasi tersebut Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Jabar  H ABAS RESMANA menyampaikan program ini adalah kesempatan emas bagi pengelola Pesantren yang ada di Jawa Barat untuk membuktikan bahwa lembaga Pesantren mampu untuk menciptakan lapangan usaha, memberikan kemanfaatan untuk bangsa. 


"Produk yang dihasilkan dari Pesantren akan dapat memberikan keberkahan hidup dunia dan akhirat, yang jelas kehalalannya untuk bangsa dan Negara Indonesia, sehingga Negara pun mengakui keberadaan Santri yang notabene asalnya dari Pesantren, dengan Hari Santri Nasional (HSN) santri terbukti diakui kiprahnya di negara ini," tuturnya. 


Dalam kesempatan yang sama perwakilan dari Bank BJB Sentra Usaha Mikro Kecil Menengah (MKM) Jabar Abdullah  memberikan angin segar untuk pengurus Masjid dan jamaahnnya dengan Program Mesra (pinjaman tanpa bunga) bagi warga Jabar dengan syarat cukup menjadi jamaah masjid (KTP, KK) dan mendapatkan tanda tangan DKM Masjid setempat maka akan segera cair dengan maksimal pinjaman 5 juta rupiah. 


Pewarta: Abdul Mun'im Hasan
Editor: Abdul Manap


Daerah Terbaru