Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Perbaiki Kualitas Keislaman dalam Diri

Perbaiki Kualitas Keislaman dalam Diri
Perbaiki Kualitas Keislaman dalam Diri. (Ilustrasi: NUO).
Perbaiki Kualitas Keislaman dalam Diri. (Ilustrasi: NUO).

Perilaku Islami itu artinya, pasangan kita merasa tenang, damai dan nyaman bersama kita karena kita selalu letakkan Alllah di antara kita, tak pernah kita memukul apalagi menistakan pasangan kita. Anak-anak kita bisa ngobrol dan cerita apa saja tanpa takut dengan kita karena kita bersedia mendengarkan mereka.


Tetangga kita merasa aman dan nyaman hidup berdampingan dengan kita karena kita gak pernah menganggu apalagi membikin susah hidup tetangga kita.


Kawan dan kolega merasa aman menitipkan harta, keluarganya atau bahkan rahasianya kepada kita karena kita tidak akan pernah mengkhianati mereka.


Pemeluk agama lain akan merasa dihargai keyakinannya dan dihormati kepercayaannya serta diayomi perbedaan praktek ibadah mereka karena kita tidak pernah menjelek-jelekkan mereka, kepercayaan mereka, kitab suci mereka atau Tuhan mereka.


Komunitas dimanapun kita berada atau berinteraksi akan merasa senang dengan kehadiran kita, yang berduka berubah menjadi suka cita melihat teduhnya tatapan mata kita, yang muram kembali ceria melihat senyum tulus kita, yang laper pun jadi kenyang karena kita mudah berbagi.


Bahkan pepohonan dan binatang pun selamat dari tangan dan kaki kita. Saudara kita selamat dari lidah kita. Bawahan kita selamat dari kekuasaan kita.


Islam itu bukan cuma aqidah dan syariah tapi juga soal akhlak. Dan Allah tidak mengutus Nabi Muhammad kecuali sebagai rahmat bagi semesta alam. Dan Nabi tidak diutus kecuali dengan misi untuk menyempurnakan akhlak mulia.


Maka ketika rahmat dan akhlak bersatu padu yang lahir adalah kedamaian (sesuai makna dasar kata "Islam"). 


Kalau ada Muslim yang prilakunya tidak mencerminkan rahmat bagi semesta, akhlak mulia dan kedamaian maka keislaman kita masih layak untuk dipertanyakan.


Mari yuk terus kita perbaiki bersama kualitas keislaman kita dengan menebar rahmat bagi semesta. Bismillah.


Nadirsyah Hosen, Rais Syuriah PCINU Australia-New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School

Terkait

Opini Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×