• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Senin, 26 Februari 2024

Obituari

Innalillahi, Tokoh Sepuh Ulama Bogor KH Ahmad Yazid Busthomi (Abah Salak) Wafat di Usia 153 Tahun

Innalillahi, Tokoh Sepuh Ulama Bogor KH Ahmad Yazid Busthomi (Abah Salak) Wafat di Usia 153 Tahun
Innalillahi, Tokoh Sepuh Ulama Bogor KH Ahmad Yazid Busthomi (Abah Salak) Wafat di Usia 153 Tahun
Innalillahi, Tokoh Sepuh Ulama Bogor KH Ahmad Yazid Busthomi (Abah Salak) Wafat di Usia 153 Tahun

Kota Bogor, NU Online Jabar
Innalillahi wainnailaihi rojiun, KH Ahmad Yazid Busthomi atau yang akrab disapa Abah Salak dikabarkan meninggal dunia pada pukul 16.13 WIB pada Sabtu (2/12/2023) sore. Kiai yang merupakan salah seorang tokoh kasepuhan tersebut meninggal dunia pada usia 153 tahun. 


Menanggapi hal tersebut, Rais Syuriah PCNU Kota Bogor KH Musthofa ABN mengenang Abah Salak sebagai tokoh kharismatik sepuh Cijeruk Gunung Salak Kabupaten Bogor saat beberapa kali bersilaturahmi di Pesantren Nurul Hidayatul Hikmah, Kawungluwuk, Cijeruk, Kabupaten Bogor. 


Kiai yang akrab diaapa Abah Toto tersebut menjelaskan, bahwa Abah Salak adalah sosok ulama yang menyejukan, merangkul, cinta tanah air, berwibawa dengan keilmuan dan akhlaknya. 


"Kami kenang beliau sebagai keseluruhan kami ulama yang paling sepuh usianya dan kami mendapat banyak hal-hal yang positif dan menyejukkan dari beliau. Karena beliau memberi aura bijak sebagai seorang alim," ujarnya kepada NU Online Jabar melalui voice note. 


Abah Toto juga mengajak kepada seluruh warga nahdliyin untun mendoakan almarhum.


"Semoga Allah merahmati dan mengapuni atas segala dosa dan kesalahannya dibalas dengan pahala berlimpah segala amal saleh dan ibadah nya diangkat derajat maqamnya ditetapkan iman, islam dan ihsannya diterima dalam surga dan Ridhonya Amin Allahumma Amin," harapnya. 


Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Kanzus Sholawat Kota Bogor Gus Turmudi. Ia menilai, Abah Salak merupakan Kiai sepuh yang alim ahli tarekat yang cinta NKRI dan menjaga kearifan lokal. 


"Beliau itu sosok Kiai sepuh yang menjaga kearifan lokal dan juga kepada santri-santrinya supaya terus melakukan hal-hal ritual (amaliyah) yang diijazahkan olehnya dan guru-gurunya dan juga kecintaannya kepada bangsa dan negara Indonesia," ungkapnya. 


"Selamat jalan Abah Salak, sosok yang memberikan semangat toleransi disertai dengan pembelajaran hakikat dan makrifat. Semoga senantiasa dalam naungan rahmat dan magfirah Allah Ta'ala," tandasnya. 


Obituari Terbaru